Penularan Covid-19 di Banjarbaru Capai 2000 Jiwa

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Banjarbaru – Penularan virus Covid-19 di Banjarbaru hingga kini mencapai angka 2000 kasus. Angka tersebut terhitung sejak Januari 2022.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru kembali ingatkan warga untuk selalu waspada dengan keberadaan Covid-19. Karena penularan virus yang membuat perekonomian bangsa menurun drastic masih saja mengancam. Bahkan di Banjarbaru angka penularannya sudah mencapai 2000 kasus.

Edi Sampana, SKM., M.Kes. Fungsional Epidemiologi Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Banjarbaru, mengatakan, dari data yang dimiliki oleh mereka, jumlah masyarakat Banjarbaru yang terpapar Covid-19, pada Bulan Januari hingga sampai saat ini mencapai 2000 jiwa.

“Dari data yang ada tercatat 101 orang dinyatakan belum sembuh dari virus. Rinciannya dirawat di rumah sakit ada 9 orang. Sedangkan 92 orang lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkapnya, kepada Linkalimamtan.com.

Secara menyeluruh sebut Edy, puncak penularan Covid-19 di tahun ini terjadi pada Bulan Juni hingga Juli, 2022  lalu. Saat itu kenaikan angka kasusu Covid-19 per-harinya mencapai 31 orang.

“Mudah-mudahan kedepanya grafik seperti itu tidak terjadi lagi,” lanjutnya.

Baca Juga  Hasil Kualifikasi MotoGP Aragon: Bagnaia Pole Position

Dibeberkannya, tingginya angka penularan kasusu Covid-19 ini  disebabkan mulai menurunnya tingkat kekebalan tubuh orang yang sudah divaksinasi.

“Karena menurut teorinya, vaksinasi itu hanya mampu bertahan selama 6 bulan saja, lalu setelah itu akan menurun lagi. Maka dari itu untuk menyikapi masalah tersebut pemerintah kembali memberikan vaksin dosis ke 4 pada Tenaga Kesehatan, selain itu dosisi 3 pada masyarakat umum gencar dilakukanya,” bebernya.

Selain permasalahan itu faktor lain  meningkatnya kasusu Covid-19 saat ini, lantaran masyarakat sudah mulai abai dengan protokol kesehatan,

“Karena mereka menaggap Covid-19 sudah mulai hilang, dan masyarakat juga merasa sudah melakukan Vaksin, jadi sebelum status Pandemi Covid-19 itu di cabut oleh presiden maka anjuran untuk menjaga protokol kesehatan itu tetap berlaku,”tegasnya.

Dia melanjutkan memang meski demikian, dalam penularan Covid-19 tersebut tengah mengalami peningkatan, tetapi jumlah kematian mengalami penurunan yang sangat drastis,

“Dari Januari 2022 ini angka kematian yang terpapar Virus tersebut hanya mencapai 1 %, artinya dengan begitu  daya membunuh penyakit Covid-19 ini telah rendah,” akhirnya.(oetaya/BBAM)