Senin, Maret 4, 2024

Politik Itu Netral dan Bebas Nilai

Bismillahhirrahmanirrahim
Politik itu netral. Bila diluaran banyak yang mengatakan bahwa politik itu kotor, politik itu jahat maka yang demikan itu tidaklah benar. Karena politik itu netral, sebagai sebuah instrumen dia bebas nilai

SAFARIYANSYAH, BUDAYAWAN SPIRITUAL
CATATAN DI BERANDA KOTA MARTAPURA

Puncak Pemilu 2024 tinggal beberapa hari lagi. Himbauan untuk bersikap netral pun digaungkan para pemangku negeri untuk mereka yang tidak boleh berpihak dalam sudut pandang aturan yang berlaku. Prinsip bebas umum rahasia ditambang jujur adil belakangan memang kerap kali disuarakan. Namun pada praktiknya justru cara-cara tidak elegan dalam meraih kekuasaan yang dipertontonkan.

Begitulah realitanya. Karena bisa jadi banyak politisi yang dari awal berkiprah memiliki mindset keliru atau bisa jadi tidak memiliki mindset yang mumpuni. Padahal mindset politik adalah sesuatu yang penting.

Mindset merupakan pola pikir yang membentuk perilaku seseorang, yang membentuk omongan seseorang, yang membentuk habbit (kebiasaan) yang dia menculkan. Sehingga muncul karakter tertentu dari orang tersebut.

Oleh karena itu kalau mindsetnya salah, maka perilakunya bisa salah, kelakuannya jadi salah, kebiasaannya pun menjadi salah. Itulah mindset sebagai sesuatu yang awal untuk memasuki duniapolitik dan mindset yang benar ita sangat penting.

Lalu apa mindset politik yang harus ada sebelum terjun ke dalam dunia politik? Diantaranya  pola piker jika politik adalah instrumen.

Artırıya politik itu netral. Bila diluaran sana banyak yang mengatakan bahwa politik itu kotor, politik itu jahat maka yang demikan itu tidaklah benar. Karena politik sebagai sebuah instrumen dia bebas nilai.

Baca Juga  Sila Pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”

Analognya begini, pada sebuah gagang pisau dimana sebilah pisau ditangan seorang cheff yang masyhur dia akan menjadi sebuah makanan yang nikmat dan lezat. Itu karena dia dipakai untuk memotong sayuran, mertiotang buah, daging ayam, ikan dll. Kemudian bisa diolah menjadi sebuah makanan yang nikmat.

Tetapi sebuah pisau ditangan orang yang jahat, Itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang jahat pula. Misal seperti merampok bahkan untuk men celaka! orang hal Itu bisa dilakukan mereka yang memegang instrumen pisau tersebut. Dalam politik pun senada dengan hal yang sedemikian Itu.

Politik itu instrumen. Instruntzen untuk memperoleh kekuasaan, instrumen untuk menjalankan kekuasaan, Instumen untuk mempertahankan kekuasaan, Instrumen untuk ber kompetisi dalam merebut ke kuasaan. Ini semua adalah politik, sehingga politik tidak bisa menjadi baile atau buruk. Yang bisa menjadikan baik atau buruk adalah orang yang memanfaatkan itu.

Jadi kalau orang baik memanfaatkan politik dia pasti akan menjadikan politik itu baik, tapi orang yang tidak baik masuk ke dalam dunia politik dia akan memanfaatkan instrumen politik tersebut untuk keuntungan dia dan keuntungan yang buruk lainnya.

AFWAN
WASSALAM

BERITA POPULER