PWI Kalsel Berkunjung Ke Balai Kota Banjarbaru

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link,Banjarbaru- Sepertinya pasangan Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wawalikota Banjarbaru Wartono, benar-benar ingin pembangunan Kota banjarbaru melibatkan banyak kalangan.

Hal itu terlihat dari banyaknya agenda audensi yang telah dilakukan kedua tokoh tersebut dengan berbagai kalangan. Teranyar, Aditya Mufti Ariffin dan Wartono menerima kunjungan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan, Zainal Hilmi ke Balai Kota Banjarbaru, di ruang tamu utama, pada Rabu (19/01/2022).

Dalam pertemuan ini, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin membicarakan mengenai kerja sama maupun kompetensi dari wartawan yang ada di Kota Banjarbaru dan kerjasama.

“InsyaAllah kami akan kolaborasi dengan program-program Pemerintah Kota Banjarbaru, dalam hal kerja sama dengan PWI Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Aditya juga berharap bisa secepatnya di follow up kedepannya sehingga membawa dampak  dari segi pembangunan Kota Banjarbaru.

Lebih rinci, Kepala Daerah Kota Idaman ini menjelaskan, untuk kerja sama nantinya ada ketentuan grade (nilai). Apabila memenuhi semua kriteria maka nilainya tinggi, dan jika sedikit memenuhi persyaratan nilai kerja samanya rendah. Termasuk pelaporan dari kinerja kerja samanya seperti, berita-berita yang dihasilkan dan disebarluaskan menjadi tolak ukur penilaian.

Baca Juga  Goes Tandai Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Disisin lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Zainal Hilmi menginginkan Pemerintah Kota Banjarbaru menyelenggarakan peningkatan kompetensi wartawan, sesuai program kerja PWI Kalimantan Selatan yakni Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Dengan perkembangan media elektronik harus memenuhi Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dengan mengakomodir dengan baik terhadap media. Sembari menerapkan grade terhadap media yang memiliki kelengkapan administrasi dan verifikasi dewan pers, dengan media yang belum terverifikasi, sebab keputusan tersebut sangat bijaksana. (diba/BBAM)