Minggu, Maret 3, 2024

Soroti Proyek Molor, Nurkhalis: Selanjutnya Ambil Sesuai Kemampuan

Link, Banjarbaru – Terlambatnya beberapa proyek yang dianggap strategis di Kota Banjarbaru, menuai sorotan dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.

Diungkapkan Nurkhalis Anshari, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru yang telah melakukan peninjauan lapangan terhadap proyek-proyek yang berada di naungan Komisi III. Pihaknya menginginkan, setiap pengerjaan proyek bisa diawasi dengan baik sehingga hasilnya bisa optimal

“Kami berharap memang segala macam proyek, dan sebagainya bisa direncanakan dan diawasi dengan baik sehingga hasilnya optimal,” ungkap Nurkhalis, Selasa (5/12/2023).

Hal tersebut, selalu pihaknya sampaikan kepada mitra-mitra kerja Komisi III. Terutama, yang membidangi infrastruktur pembangunan. Karena setiap tahunnya, pasti ada keterlambatan pekerjaan, kemudian hasilnya kurang optimal.

“Hal ini menjadi masukan kami, apalagi beberapa kali terjadi, nah ini juga harus kami evaluasi terhadap kinerja dari masing-masing SKPD. Karena kami menjadi wakil masyarakat, sehingga kami bertugas untuk mengawasi setiap pembangunan ataupun infrastruktur yang dikerjakan atau dilaksanakan oleh Pemerintah Kota,” jelasnya.

Seperti yang sangat pihaknya soroti adalah, molornya proyek Embung Gunung Kupang. Menurutnya, keperluan Embung tersebut sangat vital keberadaannya.

“Keberadaan Embung tersebut sangat vital, tetapi kami lihat dari Dinas terkait kurang optimal dalam mengawasi, dan dalam proses pengerjaannya banyak sekali kami melihat kekurangan-kekurangan. Yang tentunya menjadi catatan penting Pemerintah Kota, untuk mengevaluasi secara keseluruhan dalam hal pembangunan di Kota Banjarbaru,” tambahnya.

Baca Juga  HMI dan KOHATI Gelar Konggres dan Munas di Kalbar

Namun, di sisa waktu yang ada pihaknya tetap mendorong Dinas terkait untuk mengoptimalkan agar pekerjaan selesai tepat waktu. Tetapi, tidak mengurangi kualitas dari pekerjaan dan tetap masuk spesifikasi pekerjaan agar hasil kerjanya bagus dan rapi.

“Selain PUPR ada juga Perkim, yang melakukan rehab terhadap taman-taman di Kota Banjarbaru. Serta pemasangan PJU, kami harapkan pekerjaan tersebut selesai tepat pada waktunya,” tambahnya.

Nurkhalis pun berpesan, agar kejadian-kejadian seperti ini menjadi evaluasi di tahun berikutnya. Sehingga proses perencanaan dan lelang hingga pekerjaan sampai pengawasan benar-benar sesuai yang ditargetkan.

“Kami berharap, nantinya pekerjaan tersebut sesuai dengan prioritas. Ketika beban pekerjaan begitu banyak, maka jangan diambil secara keseluruhan, disesuaikan dengan kemampuan dari SKPD teknis saja,” tegasnya.

Hal ini juga, menjadi pertimbangan supaya tidak dipaksakan untuk mengambil semua. Sehingga pekerjaan bisa bertahap, jika dirasa tahun 2004 sudah cukup sekian pekerjaan, maka dilanjutkan di 2025. (wahyu/BBAM)

BERITA POPULER