Warga Berharap Pembangunan Jembatan Handil Baru Aluh Aluh segera Dilanjutkan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Martapura – Keberadaan Jembatan Desa Hadil Baru, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ternyata sangat signifikan bagi warga di sana. Karena jembatan tersebut merupakan akses transportasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada wartawan, Hamdani, Kepala Desa Handil Baru Aluh Aluh mengungkapkan jembatan tersebut dibangun tahun 2022 lalu.

“Jembatan itu terakhir dikerjakan Desember 2021 lalu. Katanya pekerjaan akan dilanjutkan pada tahapan selanjutnya di Tahun 2022. Tetapi sampai saat ini tidak ada beritanya,” ujarnya, Sabtu, 21 Mei 2022.

Diungkapkannya, dari informasi yang didapat dari Kepala Desa Handil Besar setelah berkunjung ke Dinas PUPR Kabupaten Banjar, disebutkan jika kelanjutan pelaksanaan proyek  Jembatan Hadil Baru sedang berproses.

“Informasinya proyek jembatan ini sedang dalam proses lelang. Tetapi sampai sekarang kami tunggu-tunggu belum ada khabarnya,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, jika keberadaan jembatan tersebut sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan warga.

“Memang ada akses jalan alternatif yang bisa digunakan untuk keluar desa. Namun jalurnya selain memutar jauh kondisi jalannya juga sangat tidak layak. Karena itulah warga masih memilih menggunakan jembatan kayu yang kondisinya juga sudah rusak,” ungkapnya.

Baca Juga  FPN Peluang Pemuda Dalam Partisipasi Proses Pembangunan

Dipenghujung kalimat Riduan berharap lanjutan pekerjaan jembatan secepatnya bisa dilanjutkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatannya belum selesai, giliran jembatan yang ada kondisinya sudah sangat memprihatinkan alias rusak.

Begitulah realita yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan jembatan Desa Handil Baru, Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sementara dari sejumlah sumber didapat informasi, proyek tersebut menggunakan anggaran Tahun 2021dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,1 Miliar.

Menjadi masalah serius mengingat bagi warga di sana jembatan yang rusak dan pembangunan jembatan penggantinya mangkrak dan terbengkalai tersebut, merupakan akses penyeberangan utama masyarakat dan wilayah ini berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin.

“Kondisi jembatan rusak dan terancam ambruk, karena itu tidak bisa dilewati kendaraan roda 2. Sementara ini warga desa terpaksa menambal sendiri bagian jembatan kayu yang berlobang, agar tidak ada orang yang tercebur dan terporok,” ungkap Riduan, warga Desa Handil Baru kepada awak media, Sabtu (21/4/2022).(spy)