Waspada, Kasus Demam Berdarah Meningkat

Facebook
Twitter
LinkedIn
demam berdarah di wilayah kota banjarbaru kembali meningkat

Link, Banjarbaru – Waspada belakangan ini kasus deman berdarah di wilayah Kota Banjarbaru kembali meningkat.

Seluruh masyarakat kota Banjarbaru diminta untuk mewaspadai demam berdarah. Pasalnya, dari data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru terjadi peningkatan kasus demam berdarah khususnya untuk wilayah Landasan Ulin Tengah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjarbaru, Dr Budi Simanungkalit mengatakan, terhitung hingga Juli 2022, kasus DBD di Banjarbaru berjumlah 47 kejadia.

“Data DBD di tahun 2022, sampai Juli 2022 ada 47 kasus, meski tidak terlalu banyak, kasus tersebut tidak bisa di anggap remeh,” tuturnya, Selasa (23/8/3022).

Budi mengungkapkan, dari 47 kejadian di tahun 2022,  Kelurahan Landasan Ulin Tengah memiliki Incident Rate (IR) paling banyak yakni 53,85 persen kasus DBD. Disusul kelurahan Loktabat Selatan dengan IR 37,16 persen, dan kelurahan Sungai Besar dengan IR 34.97 persen.

“Kasus DBD di Banjarbaru ini mengalami peningkatan dari tahun 2021 yakni hanya 16 kasus. Dengan IR tertinggi di Kelurahan Guntung Payung yakni 45,17 persen,” ucapnya.

Baca Juga  Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Bermunculan

Adapun, kasus DBD yang terdata dari Dinkes Banjarbaru merupakan kejadian pada masyarakat secara menyeluruh tidak berpatok pada rentang usia apapun.

Budi berpesan, sebagai upaya yang paling penting adalah jangan lupa untuk program 3M yaitu Menguras, Menutup, serta Mendaur Ulang.

“Kemudian memperhatikan kebersihan, jadi kita tekankan pola hidup bersih dan sehat. Jangan menaruh pakaian yang digantung terlalu lama, kemudian menghindari pola gigitan nyamuk dari pukul 9.00 hingga 11.00 Wita, seperti jangan menempatkan posisi yang mudah digigit nyamuk, dan lainnya,” tuturnya.

Budi menambahkan, sarang nyamuknya juga harus ditangani segera dengan peran serta masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk terutama wadah atau tempat berkembang biaknya nyamuk DBD tersebut.

“Untuk membasmi DBD bukan hanya Fogging atau penyemprotan saja. Yang paling penting kombinasi dari semuanya. Disemprot untuk nyamuk dewasa, dan perlu juga memberantas hingga ke larvanya,” pungkasnya. (juwita/BBAM)