Vaksin Booster Kedua Terkendala Aplikasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
aplikasi menjadi kendala belum dilaksanakannya booster kedua

Link, Banjarbaru – Pelaksanaan Vaksin Booster kedua di wilayah Kota Banjarbaru, belum bisa dilaksanakan karena terkendala aplikasi.

Ahli Madya Epidemiologi Kesehatan Dinkes Kota Banjarbaru, Edi Sampana didampingi Kabid P2P Budi Simanungkalit, menyebutkan belum semua Nakes di suntikan vaksin karena masih terkendala aplikasi PCare yang belum dapat menginput data.

Vaksin Booster kedua di wilayah Kota Banjarbaru  ada 1.954 tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi sasaran vaksin covid-19 dosis keempat atau Booster kedua.

“Aplikasinya hanya bisa untuk moderna, sedangkan stok vaksin modern saat ini kami tidak ada. Sehingga menggunakan vaksin pfizer untuk Booster kedua ini, dan kendalanya adalah aplikasi belum bisa menginput untuk vaksin pfizer,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/8/2022).

Baca Juga  Perkara KONI, Penyidik Kembali Panggil Saksi

Menurut Edi, terkait kendala aplikasi bisa saja nakes divaksin Booster kedua dengan pfizer dan dicatat secara manual.

“Nanti apabila aplikasinya sudah bisa dibuka, datanya dientry supaya sertifikat vaksinnya bisa dicetak,” ucap Edi.

Edi menambahkan, terkait vaksin Booster kedua untuk masyarakat umum akan diberikan jika di Banjarbaru jumlah vaksin dosis ketiga sudah mencapai 50 persen.

“Saat ini vaksin Booster dosis ketiga di Banjarbaru 43,61 persen. Dari Kemenkes kalau dosis ketiga sudah mencapai 50 persen maka dosis keempat akan diberikan kepada non tenaga kesehatan,” pungkasnya. (juwita/BBAM)