Link, Martapura – Menanggulangi krisis air bersih akibat kemarau panjang, Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) membantu mendistribusikan air bersih untuk masyarakat di Desa Kaliukan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Penyaluran air bersih yang dilaksanakan Ketua Umum Aspebindo Kalsel, Aji Mashudi, dengan menggandeng relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Ajipura dan BPK Relawan Kaliukan (REKAL) tersebut disambut antusias masyarakat, Sabtu (3/10/2026).
Di tengah mengawal pelaksanaan pendistribusian air bersih kepada warganya, Kepala Desa (Kades/Pambakal) Kaliukan, Mukhraini, memberikan apresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Aspebindo Kalsel yang telah membantu meringankan beban warganya yang terdampak kekeringan.
“Hampir empat bulan warga di empat RT di Desa Kaliukan terdampak kekeringan. Mudah-mudahan para pengusaha yang telah membantu warga kami terus diberikan kesuksesan dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sebab, papar Mukhraini, di tengah musim kemarau panjang, masyarakat di Desa Kaliukan sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari, khususnya untuk keperluan air minum.

“Terlebih saat terjadi pemadaman air leding, masyarakat kami tentunya merasa sangat resah karena air sumur milik warga mulai surut. Beberapa titik sumur bor yang tersedia juga masih belum dapat memenuhi kebutuhan warga,” katanya.
Selain dari Aspebindo, Mukhraini memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga melakukan pendistribusian air bersih sejak warga Desa Kaliukan terdampak kekeringan.
“Desa kita dibantu BPBD berupa pinjam pakai tandon yang dikelola BPK REKAL. BPBD juga melakukan pendistribusian air bersih kepada warga melalui tandon yang telah disediakan,” ucapnya.
Bahkan, salah satu warga Desa Kaliukan, Isnawati, menjelaskan musim kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, tetapi juga berimbas terhadap sektor pertanian hingga memicu terjadinya kebakaran lahan yang mengancam keselamatan permukiman.
“Mengantisipasi hal tersebut, warga di Desa Kaliukan melakukan ronda malam karena khawatir terjadi kebakaran lahan hingga merambat ke permukiman sekitar. Terlebih di tengah kekeringan air,” jelasnya.
Tak hanya itu, Isnawati berharap pendistribusian air bersih untuk warga di Desa Kaliukan dapat terus dilakukan hingga kondisi cuaca kembali normal.
“Adanya bantuan air bersih gratis ini tentunya sangat membantu warga yang terdampak kekeringan. Karena selama ini warga harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. (znd/link)







