LINK, Banjarbaru – Untuk mengubah paradigma masyarakat terkait pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru mengajak masyarakat melakukan ‘Pilah Sampah dari Rumah’ melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (16/7/2026).
Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Guntung Paikat, sosialisasi tersebut dipimpin langsung Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, didampingi Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firman.
Selain bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, sosialisasi ini juga menjadi tindak lanjut atas kebijakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang yang tidak lagi menerapkan sistem open dumping dan mulai 1 Agustus 2026 hanya menerima sampah residu.
“Pengelolaan sampah di TPA dengan sistem open dumping sudah tidak boleh. Artinya, hanya boleh menerapkan sistem controlled landfill atau sanitary landfill. Karena itu, sangat penting mengubah paradigma masyarakat agar melakukan pemilahan sampah dari sumbernya,” ujar Eka Septiani.
Sebagai langkah awal, DLH Banjarbaru menetapkan wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan sebagai lokasi penerapan program pilah sampah dari rumah.
“Untuk Kelurahan Guntung Paikat, Sungai Besar, Kemuning, dan Loktabat Selatan mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah dengan bekerja sama bersama petugas pengangkut sampah. Sampah organik akan diangkut setiap hari, sedangkan sampah anorganik akan dijadwalkan pengangkutannya,” katanya.
Eka Septiani menegaskan, apabila warga tidak melakukan pemilahan sampah dari rumah, petugas tidak akan mengangkut sampah tersebut ke Pusat Daur Ulang (PDU), mengingat TPA hanya menerima residu.
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan yang baik dari pihak kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat. Karena itu, kegiatan sosialisasi harus terus dilakukan secara intensif, terlebih masyarakat sudah mulai melakukan uji coba mengubah perilaku. Nanti akan kita evaluasi lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firman memastikan seluruh kelurahan di wilayahnya memberikan dukungan penuh terhadap program DLH dan terus mengintensifkan sosialisasi pilah sampah dari rumah kepada masyarakat.
Bahkan, di beberapa kawasan, seperti Komplek Cahaya Ratu Elok di Kelurahan Sungai Besar, Komplek Bina Karya dan Berlina Jaya di Kelurahan Loktabat Selatan, serta Jalan Listrik II di Kelurahan Guntung Paikat, program pilah sampah dari rumah telah mulai diterapkan.
“Beberapa RT juga sudah proaktif menerapkan pilah sampah dari rumah masing-masing. PR terbesar kita adalah mengubah budaya dan mindset masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat harus terus dilakukan agar program ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (znd/link)


