Minggu, Juni 23, 2024
BerandaHeadlineBanjir Meluas, Proyek Gapura Kampung Melayu Terdampak

Banjir Meluas, Proyek Gapura Kampung Melayu Terdampak

Link, Martapura – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Banjar kian meluas. Bukan hanya ruas jalan, hunian hingga lahan pertanian saja yang terdampak, sejumlah pekerjaan pembangunan pun terdampak. Salah satu satunya pekerjaan proyek gapura penanda kawasan religi di Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur turut terdampak banjir.

Pelaksanaan Proyek  Gapura di ruas Jalan KH Anang Sya’rani Arif sebagai  sebagai penanda pintu masuk ke kawasan Kubah Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar, terancam kendala air banjir.

Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya (Kabid CK) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar Iwan Junaidi berharap Proyek Gapura Kubah Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp100 Juta yang dikerjakan CV Karya Anugerah Bersama selama 60 hari kalender tetap on schedule.

“Memang dalam dua pekan ini curah hujan cukup tinggi dan menyebabkan banjir. Karena itu kami masih melakukan identifikasi di lapangan terkait pengerjaan Gapura Kubah Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar apakah kondisinya masih memungkinkan atau tidak,” ujarnya pada Senin (10/6/2024).

Baca juga  Antusias Ribuan Jamaah Ikuti Manaqib Syekh Samman Al-Madani

Karena itu, Iwan Junaidi berharap proses pembangunan pondasi Gapura Kubah Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar yang dilaksanakan penyedia jasa sejak di penghujung Mei 2024 sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan nilai kontrak sebesar Rp99.417.000 dapat terkejar.

“Mudah-mudahan di lapangan dapat mengejar pembangunan pondasi agar tidak terjadi perlambatan. Jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan dan ketinggian air terus bertambah, mungkin waktu pelaksanaan akan kita hitung ulang atau addendum waktu, tapi data dukung akibat faktor alam harus kita lengkapi terlebih dahulu,” ucapnya.

Terlebih, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar curah hujan akan berlangsung hingga pertengahan Juli, dan menjadi wilayah Kabupaten Banjar berada pada musim kemarau basah. (zainuddin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

TERPOPULER