Beranda blog Halaman 1336

Tahun 2022 Dipastikan Tahap II Jembatan Desa Handil Baru Terlaksana

0

Link, Martapura – Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, pastikan tahun ini kembali melanjutkan pengerjaan pembangunan jembatan pengganti di Desa Handil Baru, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten banjar yang dikerjakan pada 2021 lalu.

Terlebih, kondisi jembatan berbahan kayu ulin yang menghubungkan Desa Handil Baru dengan wilayah perbatasan Kota Banjarmasin tersebut, kini sebagian badan jembatan mulai ambruk. Sedangkan untuk pengerjaan jembatan penggantinya tak kunjung rampung.

Tak ingin proyek pembangunan jembatan di Desa Handil Baru dituding terlambat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly pun menjelaskan, bahwa pengerjaan jembatan tersebut sebenarnya dilakukan dengan dua tahap.

“Proyek pembangunan jembatan pengganti di Desa Handil Baru memang skemanya dilakukan secara dua tahap. Untuk tahap pertama, yakni melakukan pembangunan bagian bawah jembatan mulai dari tiang pancang dan lain sebagainya dengan anggaran sebesar Rp3,8 Miliar di 2021,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahap dua, papar pejabat definitif Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar ini menjelaskan, akan dilaksanakan di tahun ini dengan anggaran sebesar Rp4 Miliar.

“Insyaallah tahun ini untuk pengerjaan tahap duanya. Saat ini masih proses perencanaan teknis untuk pembangunan bagian atas jembatan yang dibangun dengan rangka baja pelengkung dengan bentang 40 M. Sedangkan di tahap awal pembangunan dua unit abutmen,” ucapnya.

Kendati demikian, Riza Dauly pun mengakui dalam pengerjaannya, proyek pembangunan jembatan sedikit terjadi keterlambatan karena berbagai faktor. Salah satunya karena terjadi perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK).

“Serta ada beberapa hal yang harus dilakukan pertimbangan, khususnya terkait aspek teknis struktur pembangunan jembatan di lapangan. Tapi, untuk pengerjaan tahap awal ini sebenarnya sudah selesai, jadi bukan terlambat,” katanya.

Karena itu, ia pun berharap saat pelaksanaan pengerjaan pembangunan jembatan di tahap dua ini tidak ada mendapati kendala, dan segera terealisasi.

“Terlebih saat ini kondisi alam tidak menentu, seperti yang terjadi di Kecamatan Aluhaluh dan sekitarnya. Sebab, setiap pukul 17.00 Wita hingga pukul 2 dini hari sering t erjadi kenaikan muka air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 10cm hingga 40 cm yang tentunya sangat mempengaruhi proses pengerjaan.(zai/link)

Jalan Panjang Kota Banjarbaru Menjadi Ibukota Provinsi (6)

0

Berharap Program Pembangunan Kota Banjarbaru Menjadi Prioritas Pemerintah Pusat

Kini status Kota Banjarbaru bukan lagi kota yang ada di Kalsel, tapi sudah menjadi ibukota yang berarti menjadi pusat dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel. Perubahan wajah Kota Banjarbaru sudah semestinya terjadi.

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Ditetapkan dalam UU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly pada 16 Maret 2022, bukan berarti status Kota Banjarbaru menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan mulus. Kota Banjarmasin complain terhadap kebijakan tersebut.

Pun demikian, Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, tak begitu risau. Bahkan dalam setiap pertemuan, putra dari mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin itu semakin giat mengobarkan semangat Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

Telah ditetapkan dalam UU, Kota Banjarbaru menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Penetapan Kotabanjarbaru sebagai ibu kota menggantikan Banjarmasin terhitung sejak 15 Februari 2022.

Menjadi ibu kota provinsi, Menurut Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (7/3/2022) di Aula Gawi Sabarataan, Balikota Banjarbaru, tentunya mesti disyukuri.

Karena dengan menjadi ibu kota provinsi, kata Aditya, berbagai program pembangunan yang diajukan ke pemerintah pusat menjadi prioritas dan segera direalisasikan.

Langkah awal yang dipersiapkan menjadi ibu kota provinsi, menurut Aditya adalah menyiapkan desain tata kota agar nantinya Banjarbaru benar-benar layak menjadi kota masa depan.

“Jangan sampai Banjarbaru ini kumuh dan sulit diatur. Maka dari itu banyak-banyak membuat perencanaan program serta proposalnya kita ajukan ke pusat,” ujarnya.(bersambung)

Warga Berharap Pembangunan Jembatan Handil Baru Aluh Aluh segera Dilanjutkan

0

Link, Martapura – Keberadaan Jembatan Desa Hadil Baru, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ternyata sangat signifikan bagi warga di sana. Karena jembatan tersebut merupakan akses transportasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada wartawan, Hamdani, Kepala Desa Handil Baru Aluh Aluh mengungkapkan jembatan tersebut dibangun tahun 2022 lalu.

“Jembatan itu terakhir dikerjakan Desember 2021 lalu. Katanya pekerjaan akan dilanjutkan pada tahapan selanjutnya di Tahun 2022. Tetapi sampai saat ini tidak ada beritanya,” ujarnya, Sabtu, 21 Mei 2022.

Diungkapkannya, dari informasi yang didapat dari Kepala Desa Handil Besar setelah berkunjung ke Dinas PUPR Kabupaten Banjar, disebutkan jika kelanjutan pelaksanaan proyek  Jembatan Hadil Baru sedang berproses.

“Informasinya proyek jembatan ini sedang dalam proses lelang. Tetapi sampai sekarang kami tunggu-tunggu belum ada khabarnya,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, jika keberadaan jembatan tersebut sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan warga.

“Memang ada akses jalan alternatif yang bisa digunakan untuk keluar desa. Namun jalurnya selain memutar jauh kondisi jalannya juga sangat tidak layak. Karena itulah warga masih memilih menggunakan jembatan kayu yang kondisinya juga sudah rusak,” ungkapnya.

Dipenghujung kalimat Riduan berharap lanjutan pekerjaan jembatan secepatnya bisa dilanjutkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatannya belum selesai, giliran jembatan yang ada kondisinya sudah sangat memprihatinkan alias rusak.

Begitulah realita yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan jembatan Desa Handil Baru, Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sementara dari sejumlah sumber didapat informasi, proyek tersebut menggunakan anggaran Tahun 2021dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,1 Miliar.

Menjadi masalah serius mengingat bagi warga di sana jembatan yang rusak dan pembangunan jembatan penggantinya mangkrak dan terbengkalai tersebut, merupakan akses penyeberangan utama masyarakat dan wilayah ini berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin.

“Kondisi jembatan rusak dan terancam ambruk, karena itu tidak bisa dilewati kendaraan roda 2. Sementara ini warga desa terpaksa menambal sendiri bagian jembatan kayu yang berlobang, agar tidak ada orang yang tercebur dan terporok,” ungkap Riduan, warga Desa Handil Baru kepada awak media, Sabtu (21/4/2022).(spy)

Seminggu Hilang, Seorang Pria Ditemukan Membusuk

0

Link, Banjarbaru – Setelah seminggu, Marjuni (71) yang dinyatakan hilang pada Sabtu (14/5/2022) lalu, akhirnya ditemukan dengan posisi tergantung di sebuah pohon dengan seutas akar.

Adalah tim rescue yang mendapati mayat tersebut di Jalan Abadi II Karang Rejo RT 006 RW 001 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Relawan Emergency GTM Rescue, Habibi mengatakan, Marjuni (71) ditemukan cukup mengenaskan dengan posisi tergantung dengan akar tali disebuah Pohon Alaban, sekitar pukul 17.37 Wita. Minggu (22/5/2022).

“Korban ditemukan tergantung dengan akar pohon Alaban tepat sekitar pukul 17.37 Wita,” tuturnya.

Habibi melanjutkan, korban ditemukan tepat di hutan seberang rumah korban berlawanan dengan informasi yang mereka terima seminggu yang lalu.

Dijelaskannya, saat ditemukan tubuh korban masih dalam keadaan utuh. Namun, kaki mengelupas, rambut sedikit rontok dan beberapa bagian tubuhnya dipenuhi dengan belatung.

“Tubuh korban masih utuh, namun kaki sebelah lepas, kulit mengelupas, rambut rontok terlihat tengkorak dan penuh dengan belatung,” jelasnya.

Masih kata Habibi, saat melakukan pencarian dirinya ketika melewati TKP sering tercium aroma tidak sedap. Namun, karena posisinya di pinggir jalan sehingga mereka tidak menaruh curiga mengira itu bangkai hewan.

“Awal ditemukan dari arah TKP tercium bau tidak sedap, ketika dicari disana korban dalam keadaan tergantung disebuah pohon,” pungkasnya.

Kemudian korban dilakukan evakuasi oleh rekanan emergency gabungan, setelah itu jenazah dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RS Idaman Kota Banjarbaru.

Sementara itu, Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajudin Noor membenarkan temuan korban.

“Kita masih nunggu informasi lapangan dari tim yangg ke TKP,” pungkasnya. (Ita/BBAM)

Pasangan Banjarbaru “JUARA” Lepas Lomba Lari 10 K dan 5 K

0
Pasangan Banjarbaru “JUARA” Lepas Lomba Lari 10 K dan 5 K
Pasangan Banjarbaru “JUARA” Lepas Lomba Lari 10 K dan 5 K

Link, Banjarbaru – Masih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-23, Panitia Hari Jadi Kota Banjarbaru menyelenggarakan lomba lari 10 k dan 5 k (10 Kilometer dan 5 Kilometer).

Peserta lomba dilepas langsung oleh Wali Kota Banjarbaru H. M. Aditya Mufti Ariffin, beserta Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, didampingi Kepala SKPD lainnya dan Camat Lurah se-Kota Banjarbaru. Start dan Finish lomba bertempat di depan Kantor Kecamatan Landasan Ulin, Jalan Kenanga RT.006 RW.009 Kelurahan Landasan Ulin Timur, pada Minggu (22/5/2022) Pukul 07.00 WITA.

Dalam sambutannya Aditya menyampaikan, lomba lari ini juga diikuti oleh peserta dari Kalimantan Tengah, dan diharapkan menjadi sarana silaturahmi yang baik.

“Penyelenggaraan lomba ini dapat menjadi sarana silaturahmi yang baik antara seluruh peserta yang berasal dari Kalsel dan Kalteng,” ujarnya.

Untuk diketahui, lomba lari ini diikuti sebanyak 200 orang yang terdiri dari 175 peserta putera dan 25 peserta puteri, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia lomba lari Subakhi.

“Peserta pada hari ini berjumlah sebanyak 200 peserta, yang terdiri dari 175 peserta putera, dan 25 peserta puteri,” kata Subakhi dalam sambutannya di Halaman Kantor Kecamatan Landasan Ulin (22/5/2022).

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti lomba tersebut saat Pak Aditya dan Pak Wartono mengibarkan bendera start. Setelah peserta lomba dilepas, Pak Aditya, Pak Wartono, serta para tamu undangan dan panitia melaksanakan senam sehat di Halaman Kantor Kecamatan Landasan Ulin.

Di tempat dan acara yang sama tersebut juga dilaksanakan Bazar UMKM, terlihat beberapa produk UMKM Kecamatan Landasan Ulin tersusun rapi untuk dipasarkan. Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan donor darah serta cek kesehatan gratis.(Wahyu/BBAM)

Jembatannya Belum Rampung, Jembatan yang Ada Sudah Rusak

0

Link, Martapura – Yang satu ini bisa dibilang kejadian langka dalam sebuah pekerjaan pembangunan jembatan. Betapa tidak! Pembangunan jembatannya belum selesai, giliran jembatan yang ada kondisinya sudah sangat memprihatinkan alias rusak.

Begitulah realita yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan jembatan Desa Handil Baru, Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sementara dari sejumlah sumber didapat informasi, proyek tersebut menggunakan anggaran Tahun 2021dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,1 Miliar.

Menjadi masalah serius mengingat bagi warga di sana jembatan yang rusak dan pembangunan jembatan penggantinya mangkrak dan terbengkalai tersebut, merupakan akses penyeberangan utama masyarakat dan wilayah ini berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin.

“Kondisi jembatan rusak dan terancam ambruk, karena itu tidak bisa dilewati kendaraan roda 2. Sementara ini warga desa terpaksa menambal sendiri bagian jembatan kayu yang berlobang, agar tidak ada orang yang tercebur dan terporok,” ungkap Riduan, warga Desa Handil Baru kepada awak media, Sabtu (21/4/2022).

Ditambahkannya, pada jembatan kayu yang rusak tersebut sebagian tiang jembatan terpaksa ditopang batang pohon pinang agar tidak ambruk,

Pembangunan jembatan baru untuk menggantikan jembatan yang rusak ini, ungkap Riduan, tidak kunjung rampung. Padahal setahunya dikerjakan di Tahun 2021 lalu.

“Itu yang dibangun hanya pondasi awal dan kami tidak tahu mengapa ini terbengkalai serta tidak dilanjutkan. Padahal warga awalnya sangat gembira melihat dimulai pengerjaan, tapi sekarang jadi tanda tanya dan mengecewakan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari dinas terkait atas dugaan mangkraknya proyek pembangunan jembatan di Desa Handil Baru, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar tersebut.(spy)

Jalan Panjang Kota Banjarbaru Menjadi Ibukota Provinsi (5)

0

20  Tahun Berlalu, Kini Banjarbaru pun Menjadi Ibukota Provinsi

Mengusung Banjarbaru is Banjarbaru, Rudy Resnawan benar-benar membawa Kota Banjarbaru menjadi dirinya sendiri. Tak ada lagi bahasan Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi Kalsel. Sebaliknya, Pemko Banjarbaru sibuk dengan berbagai kegiatan pembangunan wilayah.

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Dibawah kepemimpinan tiga walikota, Rudy Resnawan, Ruzaidin dan Nadjmi Adhani, Kota Banjarbaru menjelma sebagai sebuah wilayah yang benar-benar mandiri. Pertumbuhan  disegala bidang begitu pesat bertumbuh. Ditambah lagi kepindahan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, kian menjadikan Kota Banjarbaru sebagai kote mentereng di antara wilayah-wilayah di Kalimantan Selatan.

Kini Kota Banjarbaru dipimpin HM Aditya Mufty Ariffin yang notabene putra dari mantan Bupati Banjar dan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin. Di mana inilah akhirnya cita-cita yang telah dicanangkan sejak puluhan tahun silam terealisasi. Ya, setelah 20 tahun lebih, kini Kota Banjarbaru telah resmi menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

Status Banjarbaru sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan menggantikan Banjarmasin telah resmi disahkan dalam UU Provinsi Kalsel Nomor 8 Tahun 2022.

Dalam Pasal 4 bab II ditegaskan frasa ibukota Provinsi Kalsel berkedudukan di Banjarbaru yang dikuatkan dalam Lembaran Negara Tahun 2022 Nomor 68, usai diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Maret 2022 di Jakarta.

UU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly pada 16 Maret 2022. Salinan UU Provinsi Kalsel Nomor 8 Tahun 2022 oleh Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Negara Kementerian Sekretariat Negara RI, Silvanna Djaman.

“Tentu DPRD Kota Banjarbaru menyambut hangat dan mengapresiasi karena Banjarbaru resmi menjabat ibukota Provinsi Kalsel,” kata Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah kepada awak media, usai memimpin rapat paripurna dewan di Banjarbaru, Selasa (22/3/2022).

Legislator Gerindra ini memastikan dengan pengesahan UU Provinsi Kalsel, maka Pemprov Kalsel bisa membantu program-program yang telah direncanakan agar Banjarbaru bisa lebih berkembang lagi.

“Kami siap mendukung Pemkot Banjarbaru dan Pemprov Kalsel terkait kordinasi dan hal-hal yang perlu dikerjasamakan terkait peresmian ibukota ini,” ucap Fadli, sapaan akrabnya.

Dengan status ibukota Kalsel, peraih gelar magister hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar ini pun meminta agar Pemkot Banjarbaru segera membenahi pembangunan yang ada di Kota Idaman. Khususnya, terkait tata ruang wilayah. “Pemkot Banjarbaru juga harus bisa mempermudah izin pembangunan pabrik dan perusahaan untuk dikelola,” katanya.

Menurut Fadli, dalam penguatan belied itu tentu harus sejalan dengan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), karena Banjarbaru akan menghadapi perkembangan dan pertumbuhan penduduk sebagai ibukota Kalsel.

“Pemkot Banjarbaru harus membua ruang seperti kawasan tidak dimanfaatkan dapat dijadikan sebagai pusat bisnis dan industri,” papar Fadli.

Bagi Fadli, persoalan banjir dan bencana alam yang dihadapi Banjarbaru juga patut mendapat atensi. Terutama, pembenahan saluran drainase dan sistem pengairan. Kemudian, meninjau ulang izin aktivitas pertambangan di Banjarbaru.

“Sebab, statusnya bukan lagi kota yang ada di Kalsel, tapi juga menjadi ibukota yang menjadi pusat dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel. Makanya, kami dukung pembangunan kawasan industry, bukan menjadi daerah pertambangan,” pungkas Fadli.(bersambung)

PTM Diberlakukan, Penjualan Seragam Sekolah di Banjarbaru Meningkat

0

Link, Banjarbaru – Penjualan atribut dan seragam sekolah di Kota Banjarbaru, mengalami peningkatan sejak pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan.

Peningkatan penjualan tersebut dirasakan pada penjual pakaian di pasar Bauntung di Jl. RO Ulin, Loktabat Selatan, Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Salah satu penjual pakaian di Pasar Bauntung Banjarbaru Dewi mengatakan, penjualan sudah kembali normal bahkan ada peningkatan permintaan.

“Mungkin karena aktivitas masyarakat sudah kembali normal seperti aktivitas di sekolah-sekolah,” tuturnya kepada linkalimantan.com Sabtu (21/5/2022).

Menurutnya, peningkatan ini terjadi juga karena sekolah-sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kurang lebih dua tahun belajar secara online.

“Yang sangat laku seperti baju seragam putih SD, SMP, SMA,” ucapnya.

Masih kata Dewi, stok barang seperti seragam sekolah sudah di restok banyak mengingat saat ini mendekati kenaikan kelas.

“Omset meningkat sekitar 30 persen. Bahkan barang dagangan seperti baju sekolah sudah saya stok banyak,” lanjutnya.

Berbeda dengan Dewi, seorang penjual seragam sekolah Lisnawati, justru mengaku penjualannya akhir ini biasa-biasa saja.

“Penjualan akhir-akhir ini biasa aja sih mbak. Seharinya ada aja yang beli tapi nggak banyak,” jelasnya.

Lisnawati menambahkan, semenjak adanya Covid-19 tahun lalu sangat berpengaruh ke jualannya, pasalnya sekolah libur sehingga seragam sekolah dan perlengkapan yang ia jual tidak laku.

“Tahun lalu kami hampir gulung tikar karena benar-benar nggak ada yang beli, jadi pemasukan nggak ada. Alhamdulillah sekarang melandai pelan-pelan kami mulai bangkit,” pungkasnya. (Ita/BBAM)

Jalan Panjang Kota Banjarbaru Menjadi Ibukota Provinsi (4)

0

Banjarbaru Is Banjarbaru, Sebuah Konsep Baru Walikota Rudy Resnawan,

Pelantikan Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Wali kota Kota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid di Jakarta, 27 April 1999, menandakan resminya alih status Banjarbaru dari Kota Administratif menjadi Kotamadya (kota)

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Berhasilnya Banjarbaru memperoleh status kota setelah menyandang status kota administratif terlama di Indonesia, 23 tahun, sungguh merupakan momen Banjarbaru memasuki era baru.

Ketika Banjarmasin berkembang begitu pesat, yang kepadatan dan berbagai dampaknya dirasakan kurang menyamankan, urgensi Banjarbaru sebagai ibu kota Kalimantan Selatan memang perlu diseriusi.

Ahkmad Fakhrulli yang berhasil “menggoalkan” Banjarbaru menjadi kotamadia, ternyata menjadi wali kota Banjarbaru hanya sekitar setahun. Sebab, DPRD Banjarbaru yang dibentuk semasa jabatan Fakhrulli melalui pemilihan demokratis pertama, memilih Rudy Resnawan menjadi wali kota pertama Banjarbaru, 12 April 2000. Dan era baru Banjarbaru baru dimulai.

Sekalipun gerak pembangunan “sesungguhnya” dimulai ketika Rudy menjabat walikota, gagasannya sudah dicanangkan seiring dengan umur Banjarbaru. Artinya, setiap walikota, aparat, dan masyarakat telah “berperan” sesuai visi dan kiprahnya masing-masing. Bahwa, Banjarbaru tampak ke permukaan begitu-begitu saja dalam umurnya hampir setengah abad, itu soal lain. Tapi, sejak statusnya berubah menjadi kota, pengenjotannya terlihat lebih serius dan kencang.

Bahkan, dalam rekaman sejarah, pengembangan dan “perjuangan” status Banjarbaru sebenarnya bukanlah sekedar menjadikannya sebagai kotamadia. Bukan pula “hanya” sebagai ibukota Kalimantan Selatan, tetapi ibukota Kalimantan sesuai dengan kondisi obyektif tahun 1950-an ketika Kalimantan belum terbagi menjadi empat provinsi.
Tepatnya, baik perjuangan status maupun pengembangan kota berjalan bersamaan. Suatu “modal” bagi pembangunan Banjarbaru ke depan. Setidaknya, bercermin rekaman historis, kalau kita mampu memaknai, dengan titik berangkat awal millenium III dengan memompakan pride (kebanggaan) bagi seluruh warga adalah titik berangkat sebuah harap masa depan Banjarbaru.

Tapi, kenyataan berbicara lain. Banjarbaru akan membangun dirinya, Banjarbaru is Banjarbaru. Konsep itulah yang kini tengah digulirkan.

Artinya, masyarakat dibawa ke ranah proporsional, membangun Banjarbaru tanpa dikaitkan dengan kepindahan ibukota Kalimantan Selatan. Sejarah telah memampang, kalau “dongeng” itu tetap ditayangkan, pembangunan Banjarbaru akan jalan di tempat. Soal kepindahan ibukota, bukanlah hal terlalu penting. Kalau perlu tolak. Sekarang bangun dulu Banjarbaru.(bersambung)

Kades dan Masyarakat Desa Pekauman Dalam Gotong Royong Bersihkan Sungai

0

Link, Martapura – Musim tanam padi sebentar lagi dimulai. Selain mempersiapkan bibit dalam lahan pertanian, para petani juga tak lupa mempersiapkan kelancaran saluran yang ada. Sebagaimana yang dilakukan para petani Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Cuaca baru saja reda dari guyuran hujan yang turun sejak waktu subuh. Beberapa pria muda dan tua tampak berkumpul di pinggiran sungai kecil yang membelah perkampungan Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur. Berpakaian layaknya sedang beraktivitas di sawah para pria itu tampak dilengkapi dengan arit dan golok.

Sendau gurau sesekali terdengar dari obrolan mereka. Hingga tak lama kemudian datanglah seorang pria yang ternyata bernama Khairi dan disambut dengan ramah. Wajar karena Khairi merupakan lurah di desa yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani.

“Kalau sudah ngumpul semua mari kita mulai bergotong royong,” ujar Khairi yang diamini puluhan warga tersebut.

Tak berselang lama mereka pun langsung menceburkan diri ke aliran sungai yang tak lagi lebar dan dalam.

“Hari ini kami bergotong royong membersihkan aliran sungai. Tujuannya agar sungai berfungsi dengan baik. Kalau kondisinya dibiarkan seperti ini dikhawatirkan keluar masuk air melalui sungai ini tak lancar,” jelas Khairi.

Khairi benar. Karena kondisi sungai saat ini dipenuhi rumput dan sampah. Jika tidak dibersihkan dipastikan aliran air terganggu.

Menurut dia, gotong royong membersihkan sungai dilakukan setiap tahun. Terutama menjelang musim tanam padi.

“Kegiatannya dilakukan secara swadaya. Tidak pernah meminta bantuan kepada pemerintah. Ke depan jika memungkinkan kami akan membuat proposal bantuan agar normalisasi bisa dilakukan dan sungai bisa berfungsi secara maksimal,” katanya. (spy)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

TPA Cahaya Kencana

Sanksi TPA Cahaya Kencana Dicabut, Pemkab Banjar Perkuat Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

0
Link, Martapura - Pada 12 Februari 2026, Sanksi Administrasi Paksa Pemerintah (SA.PP) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI terhadap Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat...
pelantikan ASN pemprov kalsel

Pelantikan 129 ASN, Gubernur: Menjadi ASN Adalah Amanah

0
Link, Banjarbaru – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Idham Chalid Banjarbaru saat 129 aparatur resmi mengikrarkan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah...
Mendagri

Mendagri: Biaya Politik Tinggi Picu Kerentanan Korupsi Kepala Daerah

0
Link, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menilai maraknya fenomena kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh lembaga penegak hukum...