Beranda blog Halaman 1345

Toko Ritel Jaringan Alfamart Gambut Ambruk

0

Link, Martapura – Bangunan rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai toko ritel modern jaringan Alfamart di wilayah Gambut ambruk, Senin (18/4/2022) sekitar pukul lima sore.

Ambruknya bangunan tiga tingkat berada di tepi Jalan A Yani KM 13, Kecamatan Gambut mengejutkan warga sekitar, juga para pengguna jalan. Video sesaat setelah bangunan runtuh, juga proses evakuasi korban tertimbun puing cepat menyebar di media media sosial.

Terlibat proses evakuasi dilakukan regu penyelamat mengeluarkan dua karyawan Alfamart selamat dari puing reruntuhan, seorang perempuan dan satu karyawan laki-laki. Ada juga proses evakuasi seorang yang tetimpa di bagian kepala.
Ambruknya bangunan ruko membuat membuat warga sekitar, pengunjung, juga pengguna jalan terkejut. Kemacetan di ruas Jalan A Yani pun terjadi.

Ahmad, seorang saksi mata saat detik-detik robohnya bangunan berada di sekitar lokasi mengaku sangat terkejut. Dia bahkan mengira dirinya akan ikut tertimpa reruntuhan. “Nah mati am kita cu ai,” ujarnya yang menyaksikan dengan mata kepala ambruknya bangunan.

Untungnya, arah ambruknya bangunan berlawanan dari posisi Ahmad berada. Saat itu di sedang berada di atas sepeda motor sesaat setelah keluar dari Alfamart. “Kesebalah sana,” kata Ahmad menceritakan kejadian yang dilihatnya kepada sejumlah warga yang lain.

Sebelum bangunan ambruk, Ahmad mengaku sempat mendengar suara ketukan di bagian atas bangunan. Dia menyimpulkan sedang ada tukang yang bekerja. “Takup, takup. Takupan tu pang. Tukang begawi ni di atas. Kada lawas ya ambruk,” ujarnya.

Sementara itu, proses evakuasi hingga saat ini masih terus dilakukan. Relawan-relawan kemanusiaan terus berkerja memindahkan puing-puing bangunan untuk mencari kemungkinan ditemukannya korban.

Sejauh ini belum dipastikan berapa jumlah korban. Namun salah satu status WhatsApp relawan disebutkan sudah ada 8 korban yang diselematkan. Dua telah dinyatakan meninggal dunia.

8 orang yang sudah berhasil ditemukan, yaitu Syifa, Irfan, Yulia Ratu, Fahrureza, Hefiannor, Agus Santoso dan Zulkifli, serta Rizal. (spy)

Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar “Belum” Berketua

0

Link, Martapura – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar tentang Alat Kelengkapan Dewan (AKD), 7 April 2022 lalu, ternyata bukan hanya menyisakan misteri amplop coklat saja namun hingga saat ini Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar “belum” memiliki ketua.

Hal itu karena pada voting pemilihan ketua di komisi yang antara lain membawahi bidang kesehatan dan pendidikan tersebut, tidak menghasilkan keputusan mutlak. Dua kandidat ketua komisi Gt Abdurahman dari Fraksi Golkar dan Derwana Fermei Golles JN dari Fraksi Nasdem mendapatkan suara yang sama alias berimbang. Yakni sama-sama 6 dari 12 suara total.

Sekretaris Dewan, Aslam saat dikonfirmasi mengatakan dalam pekan ini Badan Musyarawarah DPRD Kabupaten Banjar akan menggelar rapat khusus membahas jadwalnya.

“Mudah-mudahan tanggal 27 April ini persoalan tersebut sudah terselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, jika di Komisi IV tersebut Derwana tidak terpilih sebagai ketua komisi maka Fraksi Nasdem bersama-sama Fraksi Gerindra  tidak memiliki perwakilan sebagai ketua komisi di AKD DPRD Banjar.

Para masa sebelumnya, Fraksi Nasdem memiliki perwakilan sebagai Ketua Komisi IV. Sedangkan Fraksi Gerindra ada di Ketua Komisi III,

Sebelumnya, pada rapat paripurna lalu telah memutuskan, Abdul Rajak dari Fraksi Golkar menjadi Ketua Komisi I, M Zaini dari Fraksi PKB menduduki posisi Ketua Komsi II. Kemudian Komisi III diketua Mulkan dari Fraksi PPP.(spy).

Menikmati Eksotic Pendulangan Hingga Kuliner di Cempaka (3)

0

Warung Kuliner Tradisional Begitu Menggoda Selera

Cempaka yang kini menjadi wilayah kecamatan di Kota Banjarbaru memang terkenal sebagai wilayah yang masyarakatnya berpegang teguh dengan nilai-nilai ajaran Islam dan budaya Banjar.
Selain dikenal sebagai daerah penghasil intan yang didapat melalui pertambangan tradisional, di wilayah memiliki keragaman suku ini juga menyimpan banyak potensi lain. Salah satunya kue tradisional khas Suku Banjar yang biasa disebut dengan wadai.

Wadai, begitulah masyarakat Banjar dengan bahasa ibu untuk menyebut kue. Selain nasi, wadai menjadi menu wajib bekal bagi masyarakat di sana saat ingin beraktivitas usaha. Baik mereka yang bekerja di pendulangan intan belum maupun aktivitas pekerjaan lainnya.
Bukan hanya itu saja, wadai biasa menjadi menu suguhan dalam berbagai ritual keagamaan. Jumlahnya ada 41 macam kue tradisional. Yang kemudian menjelma menjadi nama sebuah warung kuliner yang begitu melegenda di sana, yakni Warung 41 dengan menu andalan 41 macam wadai tradional.

Nongkrong dan mencicipi hidangan disini lebih nikmat bersama keluarga atau orang-orang terdekat, karena lidah bergoyang sembari ngobrol hangat dapat menambah keakraban, luar biasa
Pengunjung warung 41 ini dari berbagai kalangan, baik yang sengaja datang bersama keluarga, teman, ataupun traveller yang tanpa sengaja lewat dan kebetulan singgah.

Dalam perjalanan waktu, Warung 41 mulai meredup seiring bermunculan warung-warung sejenis di sana. Begitu juga menu yang disajikan bukan hanya sekadar wadai, tetapi juga jenis kuliner masakan Banjar lainnya. Lontong, ketupat betunis, soto mie sampai bakar-bakaran ikan segar ada tersaji.

Warung Bawah Asam dengan ragam wadai dan masakan tradional, Cambai dengan menu andalan ayam kampong goeng, H Yuli dengan bakar-bakarannya dan Warung Atun dengan menu ketupat betumis, adalah sekian dari banyaknya warung-warung tradisional yang selalu dipadati para penikmat kuliner.

Sekadar diketahui, Cempaka adalah bagian wilayah dari Kota Banjarbaru. wilayahnya dibelah oleh Jl H Mister Cokrokusumo yang terbentang dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru hingga Simpang Bintok, Tanah Laut. Jalan H Mister Cokrokusumo sendiri merupakan jalan alternative bagi masyarakat yang ingin bepergian dari Banjarbaru ke Tanah Laut, Tanah Bumbu, Pulau Laut hingga ke Grogot Kalimantan Timur.

Tentu saja dengan keragaman jenis kuliner dan harga relatif terjangkau, Cempaka menjadi tujuan bagi mereka yang suka berpetualang lidah. Batas dari kenikmatan rasa puluhan kuliner khas Banjar ini adalah isi dompet anda sendiri, coba dan buktikan.(bersambung)

Menikmati Eksotic Pendulangan Hingga Kuliner di Cempaka (2)

0

Cempaka Dijadikan Pintu Gerbang Geopark Meratus 

Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin melakukan audiensi dengan Tim Geopark Meratus, Jumat (10/12/2021). Bertempat di Ruang Tamu Utama Wali Kota di Balaikota, terlihat hadir sejumlah kepada Organisasi Pernagkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan.

Dikatakan Wali Kota Aditya, berdasarkan perencanaan, Kecamatan Cempaka akan dijadikan pintu gerbang Geopark Meratur. Ini sebagai salah satu upaya melestarikan pendulangan tradisional pendulangan intan tradisional yang ad asana.

Tak sekadar itu, menjadikan Cempaka gerbang masuk Geopark Meratus juga upaya mitigasi banjir di Kota Banjarbaru.

“Perencanaannya di lahan eks tambang PT Galuh Cempaka. Dan kebetulan posisinya tidak jauh dari perencanaan Geopark. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kota Banjarbaru kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Geopark Meratus Ali Mustopa menyampaikan, Banjarbaru merupakan bagian dari kawasan Geopark Meratus yang berada di kawasan Pumpung, Kecamatan Cempaka. “Karena di Pumpung intan dicari masih dengan cara tradisional dan sebenarnya kawasan ini sudah terkenal dengan gaya menambangnya yang masih dengan cara tradisional. Nah itu yang tidak ada lagi bahkan didunia,” ujarnya.

Geotsite Cempaka, ujarnya akan  menghadirkan kembali memori pendulangan intan yang mendunia  di masanya, dilengkapi dengan buatan dan taman hortikultura yang menarik bagi siapa saja yang akan berkunjung baik itu tua, muda, lokal bahkan mancanegara.

“Konsep Cempaka Diamond Garden menjungjung tinggi  nilai-nilai  dalam  pengembangan  dan perancangannya.   Nilai-nilai   yang   terbentuk melengkapi  satu  sama  lain  membentuk  sebuah kawasan  wisata  berbasis  edukasi,  sosial-budaya, sejarah,  babad  atau  riwayat,  lingkungan,  dan ekonomi,” kata Ali. (bersambung)

Ratusan Warga Antri BLT Minyak Goreng

0

Link, Banjarbaru – Ratusan masyarakat Kota Ba1njarbaru menyambut antusias atas pencairan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng di kantor pos yang bertempat di Jalan H. Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/4/2022).

Dari pantauan Linkalimantan.com, ratusan warga rela mengantre hingga panas-panasan demi bisa mendapatkan BLT dan BPNT dari program pemerintah yang totalnya Rp500 ribu.

Salah satunya Rizky Rahayu, warga Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ia mengatakan sudah menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Tadi antre dari jam 9, sampai sekarang belum dapat pukul 11.00 wita,” tuturnya.

Meski menunggu cukup lama, Rizky merasa bantuan tersebut cukup membantu untuk menambah kebutuhan usaha yang ia miliki.

“Alhamdulillah ya lumayan bisa buat tambah-tambah kebutuhan jualan, karena saya jualan Bakso dan beberapa minuman kemasan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan Yusuf, ia mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan tersebut dari pemerintah. Uang itu pun akan dipakainya untuk memenuhi kebutuhan keperluan rumah tangga.

“Tadi mengambil Rp500 ribu, uang ini akan dipakai buat beli keperluan rumah tangga termasuk minyak goreng. Adanya bantuan ini saya merasa senang bisa terbantu, ada yang membantu begitu dan harapanya bisa dapat bantuan lagi kedepanya,” harapnya.

Sementara itu, salah satu petugas Kantor Pos Laila mengatakan, syarat yang harus dibawa oleh para penerima bantuan berupa undangan BST (Bantuan Sosial Tunai) dari pihak PT Pos disertai KTP asli. Kalau diwakilkan membawa fotocopy KK, dan KTP kedua belah pihak.

“Bantuan ini terdiri dari BPNT untuk satu bulan Rp200 ribu dan BLT Minyak goreng Rp300 ribu untuk tiga bulan sekaligus, April, Mei, dan Juni,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Pos Cempaka. (Ita/BBAM)

Menikmati Eksotic Pendulangan Hingga Kuliner di Cempaka (1)

0
mendulang

Mayoritas Suku Banjar, Mendulang Intan Jadi Andalan

Cempaka, adalah salah satu wilayah yang termasuk dalam teritorial Kota Banjarbaru. berbeda dengan kecamatan lain yang multikultur, Kecamatan Cempaka mayoritas dihuni masyarakat bersuku Banjar. Begitu juga budayanya, disini budaya Banjar yang berpegang teguh dengan ajaran Islam sangat kental.

Kecamatan Cempaka memang eksotic. Mungkin di daerah inilah masih ada perkampungan di Kota Banjarbaru yang mempertahankan budaya masyarakat Banjar tempo dulu. Rumah-rumah Banjar yang khas dengan konstruksi tinggi masih banyak di sana. Walau sebagian catnya sudah kusam.

Namun jangan salah, pola kehidupan modern juga tumbuh dengan baik disana. Tetapi tentu saja tidak meninggalkan adat dan kebiasaan budaya yang telah terpatri hingga puluhan tahun silam.

“Mudahnya, kehidupan masyarakat di kampong-kampung wilayah Cempaka tak ubahnya kehidupan masyarakat Banjar yang ada di Kota Martapura. Semuanya berpegang teguh dengan sendi-sendi ajaran Islam,” ujar Sekcam Cempaka, M Firmansyah.

Firman sebelum menjadi Sekcam Cempaka, karir pegawainya lebih banyak di RSUD Idaman Banjarbaru ini menyebutkan, menjadi pegawai yang ditugaskan di Cempaka menjadi pengalaman tersendiri baginya.

“Dalam kurun waktu puluhan tahun, di sini merupakan sentral kegiatan pendulangan emas yang ada di Kalimantan Selatan. Hebatnya lagi, dari waktu ke waktu lokasi yang ditambang itu-itu saja. Tetapi tetap saja ada butiran emas dan intan yang didapat,” ujarnya.

Pendulangan intan Cempaka memang eksotic. Seakan tak lekang digerus jaman. Begitu juga para penggiatnya, mereka tetap gigih menggali lubang-lubang bekas pendulangan dulu.

“Mendulang intan itu pekerjaan sangat istimewa. Semangat untuk mendapatkan rizki saat berangkat luar biasa besar. Walau tak jarang saat pulang tak sepeser rupiah dihasilnya. Begitu seterusnya hingga betapa bahagianya ketika shalawat berkumandang dari lubang-lubang pendulangan sebagai penanda si galuh telah ditemukan,” ungkap Wahid, yang mengaku telah lama meninggalkan aktivitas mendulang intan.

Disisi lain, tidak sedikit wisatawan yang datang ke Bumi Antasari dengan tujuan utama mengunjungi aktivitas tambang intan tradisonal.

“Sebelum Covid-19 banyak wisatawan asing yang datang ke sini. Kebanyakan mereka datang ke pendulangan Pumpung dimana Intan Trisakti ditemukan. Kini wisatawan kembali sepi karena wabah Covid-19,” ujar Usuf yang mengaku kerap manjadi gaide para wisatan asing saat mengunjungi pendulangan.(bersambung)

Peserta Festival Salikur Tahun Ini Lebih Sedikit

0

Link, Banjarbaru- Memasuki masa pertengahan Ramadhan, lingkungan RT se Kota Banjarbaru yang telah memastikan keikutsertaan dalam  Festival Selikur 2022 barulah 37 RT. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding event yang sama di tahun sebelumnya yang pesertanya lebih dari 50 RT.

A Yani Makkie, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Banjarbaru, Kamis (14/4/2022), kepada Linkalimantan.com mengungkapkan, Festival Salikur Banjarbaru 2022 diikuti 37 lingkungan RT yang tersebar di 20 kelurahan di Banjarbaru.

“Nantinya, akan ada 4 juri dengan latar belakang seniman dan budayawan yakni, Muslim Anang Abdullah, Rusli , Endro Budi Raharjo serta Abdul Marwan,” ungkapnya.

Adapun Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru juga kita libatkan ungkapnya lebih jauh. Mereka kata Yani, akan diwakili Nanang Yoga, Nanang Handy, Nanang Romeo, dan Galuh Ayu. Penilaian mereka berempat akan diakumulasikan menjadi satu suara. Sehingga, total suara juri nantinya sebanyak 5 juri.

Dalam penilaian, masing-masing ornamen memiliki kriteria tersendiri. Untuk Gapura, juri akan menilai dari sisi kreativitas, artistik, dan finishing. Adapun lampion, item yang dinilai ialah kreativitas, artistik, tata letak, dan pencahayaan. Sementara tanglong, penilaian terdiri dari kreativitas, artistik, kontruksi, cahaya, dan finishing.

“Untuk hadiahnya puluhan juta rupian” tutupnya.

Sekadar diketahui, tahun ini festival lampion dan tanglong bertemakan “Malam Seribu Bintang” yang mana bulan Ramadhan adalah bulan yang sakral. Diharapkan dengan adanya festival ini dapat membangkitkan, gotong royong antar masyarakat. Dan tentunnya bisa menggairahkan, dan memeriahkan suasana di lingkungan mereka.(wahyu/BBAM)

Diaudin Kadinskes, Solhan Karokesra Provinsi Kalsel

0

Link, Banjarmasin – Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau pejabat eselon II yang semula bertugas di Kabupaten Banjar, tadi dilantik Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menjadi pejabat eselon II Pemprov Kalsel. Kedua pejabat tersebut adalah, dr Diauddin dilantik sebagai Kadinkes Kalsel dan Ahmad Solhan sebagai Karo Kesra Setdaprov Kalsel.

Diauddin dan Solhan dilantik bersama 14 pejabat Esselon II lainnya oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis 14 April 2022.

Sekadar mengingatkan, sejak resmi menjabat Gubernur Kalsel kedua kalinya bersama Wagub H Muhidin pada 2021 lalu, Sahbirin Noor telah melaksanakan pelantikan tiga kali.

Adapun 16 pejabat pimpinan tinggi Pratama yang dilantik kali ini adalah dalam rangka mengisi jabatan yang kosong karena pejabat terdahulu sudah purna tugas atau pindah jabatan.

“Pelantikan kali ini juga bentuk penyegaran di dalam birokrasi sekaligus membuka peluang pejabat yang berkompetensi untuk mengisi pos baru. Hal ini mengingat tantangan dan tuntutan pemerintahan ke depan yang semakin kompleks,” ungkap Paman Birin, saat usai pelantikan

Ia juga meminta pejabat baru dilantik memahami tugas fungsi masing – masing dan kaji program seteliti mungkin sekaligus mengingatkan korelasi dengan visi misi Pemprov Kalsel yakni Kalsel Maju. “Saya ingatkan pada periode kedua kepemimpinan, adalah Kalsel Maju, pada periode pertama lalu adalah Kalsel Mapan,” kata Paman Birin.

Karena itu Paman Birin minta pejabat dilantik menunjukkan dedikasi loyalitas amanah dalam rangka mendukung program pemerintahan yang ia pimpin yaitu mewujudkan Kalsel Maju.

“Jalankan program pembangunan yang telah digariskan secara terukur dan rapi, serta jauhi korupsi, semoga kita dapat wujudkan Banua Maju,” harap Paman Birin

Hadir dalam serimoni tersebut antara lain, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar dan unsur pimpinan SKPD Pemprov Kalsel. Acara pelantikan juga diisi tausiyah Dr Hafiz Anshary. (spy)

Noura Buktikan Roti Rumahan Tak Kalah Bersaing

0

Link, Banjarbaru-Roti merupakan penganan yang familiar dan digemari masyarakat Indonesia, baik sebagai snack maupun sebagai pengganjal sebelum makan besar. Ini juga yang membuat roti menjadi komoditas dan memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Namun, di tengah persaingan bisnis dan banyaknya brand bakery besar yang muncul, ternyata roti rumahan dan lokal masih mendapat tempat di kalangan masyarakat Indonesia. Hal itu dibuktikan Noura Santi (36) yang menjual roti tawar dan berbagai macam jajanan lainnya, sejak tahun 2015 di Banjarbaru.

Noura menceritakan jika banyak tantangan dalam membangun usahanya itu. Bahkan di awal-awal produksi, penjualannya masih terbilang sedikit. Saat ini diketahui ibu dua anak ini telah mampu menjual hingga ribuan pack roti.

“Dulu sempat gulung tikar, lalu bangkit lagi dan akhirnya berhasil saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Noura menjelaskan, awalnya membuat roti ini hanya untuk ibunya saja. Namun seiring waktu, roti olahannya juga disukai lebih banyak orang. Saat ini, selain roti tawar, Noura menjual berbagai varian roti dan kue lainnya.

“Karena mama suka roti jadi saya kepingin bikin roti sendiri. Pas mama nyoba ternyata rasanya nggak kalah enak sama yang dijual di mall. Jadilah sekarang jualan, banyak yang bilang suka juga. Sambutannya oke, karena kita roti rumahan, keunggulannya nggak pakai pengawet,” tutur Noura.

Noura mengatakan, roti yang dibuatnya bisa tahan hanya tiga hari karena tidak memakai bahan pengawet. Makanya roti Noura hanya menerima pembelian roti untuk pengiriman same day dan next day saja, atau pelanggan bisa langsung datang ke toko di Jl. Guntung Manggis, Kec. Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dalam per bulannya Noura bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Untuk saat ini, ia memiliki 4 karyawan dari sebelumnya 7 karyawan, mengalami pengurangan lantaran pandemi covid-19 dan naiknya harga bahan.

“Karena harga bahan baku naik ya jadi kita kurangi karyawan. Kalau naikin harga kan nggak mungkin,” ucapnya.

Ia juga membagikan tips sukses menjalankan bisnis roti miliknya tersebut. Pertama, jujur dengan produk yang dibuat. Lalu kedua, tidak main di harga, tetapi bersaing dalam kualitas produk. Menurutnya, jangan mengambil margin yang terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil.

“Banyak yang jual roti dengan brand yang sudah terkenal. Saya datang sebagai pemain baru, tapi datang bukan sebagai kompetitor, jadi saya masuk sebagai pembuat roti rumahan, tapi akhirnya punya saya diterima, orang tetap mau beli ke saya,” ujarnya.

Saat ini rata-rata harga varian roti Noura berkisar mulai dari Rp1.500 hingga Rp40.000 dan dikatakan Noura, yang paling banyak diminati adalah roti cocol dengan harga Rp 12.000. (Ita/BBAM)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Perkuat Sinergi Pembangunan Ekonomi, KADIN Lakukan Audiensi dengan Bupati Banjar

0
Link, Martapura - Perkuat sinergi pembangunan ekonomi, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bertempat di...
Bupati Tulungagung

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

0
Link, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030 berinisial GSW sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan...
Mohammad Abrori

Dilantik Sebagai Ketua, Mohammad Abrori Jadikan Kader Partai Gelora ‘Bagus’

0
Link, Martapura - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kalimantan Selatan (Kalsel), Wahyudi melantik Mohammad Abrori Tajib sebagai Ketua DPD...