Beberapa anak di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar asyik berenang di depan pelataran rumah yang telah terendam banjir. Berada di bantaran Sungai Riam Kanan, Desa Pingaran Ulu menjadi salah satu desa langganan banjir. Data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, hingga Rabu (15/12/2012) banjir telah merendam 982 rumah warga di delapan kecamatan. 982 Kepala Keluarga (KK) terdampak. (foto: rudiyanto)
Kejar Target e-KTP Satpol-PP Gencar Razia

Link, Martapura – Hari kedua razia KTP elektronik, Satpol-PP Dukcapil dibantu TNI POLRI dan Dishub Kabupaten Banjar, masih ditemukan pengendara roda dua dan roda tiga yang tidak memiliki KTP Elektronik.
“Total sampai jam 10.00 Wita hari ini sudah 13 pengguna jalan yang terjaring razia dan tidak memiliki dokumen identitas diri,” ujar Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpolpp, Agus Siswanto, disela-sela giat yustisi di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu 15 Desember 2021.
Diungkapkannya, kegiatan yang dilakukan secara humanis tersebut dilakukan untuk meneggakan Perda No 2 Tahun 2012 tentang Adminduk yang sudah berubah menjadi Perda No 12 Tahun 2017.
“Didalamnya antara lain mengatur soal kewajiban warga Kabupaten Banjar memiliki KTP Elektronik. Yang tidak punya ada sanksi pidana tipiring dengan denda maksimal Rp 50.000,” jelasnya.
Selain itu jelasnya, kegiatan razia tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan persentasi target masyarakat yang sudah memiliki KTP Elektronik.
“Target nasional kan 98 persen penduduk setiap daerah harus memiliki KTP. Kabupaten Banjar sendiri sudah ada di angka 96 persen. Harapannya, dengan seringnya giat seperti ini akan mempercepat pencapaian target 98 persen itu,” ujarnya.
Sementara itu, selain Satpol-PP, Disdukcapil Banjar juga terlihat sangat sibuk. Kehadiran instansi dikegiatan bertujuan menjelaskan kepada mereka yang belum memiliki KTP untuk segera membuatnya.
Syarat, alur serta apa saja yang harus dipersiapkan dalam pembuatan kartu identitas diri menjadi materi sosialisasi. lakukan.(spy/link)
Embung Citra Gunung Kupang Dipenuhi Rumput
Link, Banjarbaru – Keberadaan embung akan maksimal jika kondisi embung itu sendiri terawat dengan baik. Sebaliknya, jika kondisi embung tidak terawat dengan baik, apalagi dipenuhi dengan lumpur dan rumput liar dipastikan fasilitas itu tak berfungsi maksimal.
Embung Citra Gunung Kupang di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru salah satu fasilitas yang terlihat memprihatinkan.
“Waktu hujan lebat turun, air meluap hingga meluber keluar embung,” ujar Supian warga setempat kepada Linkalimantan.com, Senin, 13 Desember 2021.
Kondisi tersebut kata Supian, sudah disampaikan ke Wali Kota Banjarbaru.
“Kami tahu Pak Wali Kota sangat perhatian dengan hal hal seperti ini. Makanya apa yang kami lihat dan rasakan langsung kami sampaikan kepada beliau,” ujar warga yang mengaku seringkali menjadi korban banjir bandang.
Menurut dia, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menyambut baik informasi yang disampaikan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membenarkan jika ada laporan warga terkait kondisi embung yang ada di Komplek Citra Gunung Kupang.
“Saya senang warga aktif dalam mengawasi pembangunan di kampung masing-masing. Laporan itu menjadi dasar saya untuk meminta kepada instansi terkait melakukan pekerjaan yang semestinya,” ujarnya melalui aplikasi whatsapp.
Untuk embung itu sendiri, Aditya menegaskan akan sesegera mungkin menindaklanjuti laporan warganya.
“InsyaAllah dalam waktu dekat ini Dinas PUPR bisa bekerja membersih embung itu agar bisa berfungsi maksimal,” katanya. (why).
Jalan Sungai Surian Mulai Rusak

Link, Banjarbaru – Tingginya curah hujan ditambah maraknya lintasan armada angkutan galian C, sepertinya berakibat rusaknya disejumlah titik Jalan Surian, Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Adi Maulana, saat dikonfirmasi menjelaskan, status jalan tersebut sejak tahun 2018 sudah milik Provinsi Kalsel.
“Sudah ada keluhan masyarakat dan kami pun sudah melakukan pengecakan di sana. Tetapi untuk melakukan pemeliharaan sudah bukan kewenangan kami lagi,” ujarnya, Senin 13 Desember 2021.
Menurut dia saat pengecekan sepertinya sudah ada rencana dari pihak terkait untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan.
“Titik titik rusak jalan sudah dikerat kerat menandakan akan ada perbaikan,” ujarnya.
Dibagian lain, Adi Maulana mengungkapkan saat masih menjadi asset Pemko Banjarbara tipe ruas jalan tersebut merupakan jalan kelas 3.
“Untuk jalan kelas 3 sendiri beban yang diperbolehkan melintas maksimal bertonase 8 ton,” jelas dia.
Pun demikian, dia lantas menganjurkan untuk konfirmasi ke PUPR Kalsel berkaitan kelas jalan.
“Jangan jangan saat ini tipe jalan sudah dinaikkan,” katanya. (spy).
PUPR Akan Ambil Alih Underpass Banjarsari
Link, Batulicin-Pengelolaan underpass Banjarsari Kecamatan Angsana, dalam waktu segera akan diambilalih Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu. Karena underpass yang dimaksud merupakan asset Pemkab Tanah Bumbu sejak Tahun 2019.
“Underpass Banjarsari itu memang aset Pemkab Tanah Bumbu sejak Tahun 2019 lalu. Underpass itu sendiri diberikan PT Borneo Indo Bara ke Pemkab Tanah Bumbu sebagai bentuk CSR perusahaan itu. Bahkan di badan underpass ada lambang Pemkab Tanah Bumbu,” ujar HM Zairullah Azhar, Bupati Tanah Bumbu, Sabtu 11 Desember 2021.
Ditegaskannya, sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai pemilik, pihaknya akan sesegera turun tangan untuk mengelola underpass tersebut.
“Posisinya kan diatas jalan umum yang setiap hari digunakan masyarakat. Konstruksi underpassnya sangat rawan. Saya juga sudah instruksikan ke Dinas PUPR untuk mengelolanya,” katanya.
Senada dengan itu, PLT Kadis PUPR Tanah Bumbu, Subhansyah menegaskan pihaknya sudah menyusun seluruh kebutuhan untuk keperluan tersebut.
“Terpenting adalah melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan underpass yang sejak 6 September 2019 lalu menjadi milik Pemkab Tanah Bumbu. Itu setelah PT BIB menyerahkan underpass itu ke Dinas PUPR Tanah Bumbu,” ujarnya.
Karena jelas-jelas aset Pemkab Tanah Bumbu paparnya, segala sesuatu yang menyangkut fasilitas itu menjadi tanggung jawab pihaknya. Memang fasilitas jembatan itu sampai hari ini masih dimanfaatkan sebagai lintasan angkutan batubara dari sejumlah perusahaan tambang.
“Sampai saat ini tidak ada kontruksi yang masuk ke kas daerah. Bahkan, salah satu perusahaan tambang yang beraktivitas disana sudah mengklaim kepemilikan underpass,” ungkapnya.
Nah, saat pengelolaan dan pengawasan sudah sepenuhnya dilakukan pemerintah daerah, penggunanya akan dikenakan biaya.(why/link)
Pumpung Dijadikan Pintu Masuk Geopark Meratus

Link, Banjarbaru – Lokasi pendulangan intan tradisonal Pumpung Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru sebentar lagi akan menyandang status baru. Yakni sebagai pintu gerbang Geopark Meratus.
Hal itu terungkap setelah Tim Geopark Meratus, Jumat ,10 Desember 2021 audensi dengan Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin di ruang kerja Wali Kota Banjarbaru.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin didampingi Kepala BAPPEDA Kota Banjarbaru , Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banjarbaru. Sedangkan Tim Geopark Meratus sendiri diwakili Dinas PUPR Prov Kalsel, BAPPEDA Prov Kalsel, dan ESDM Prov Kalsel.
Usai audensi, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin kepada Linkalimantan.com mengaku sangat senang dengan rencana tersebut.
“Ini menjadi moment kita untuk melestarikan pendulangan tradisional pendulangan intan di sana. Mudah-mudahan bisa membawa kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian warga sekitar terutama warga Cempaka,” jelasnya.
Ketua DPW PPP Kalsel ini menambahkan perencaan sebagai salah satu upaya mitigasi banjir yang ada di Kota Banjarbaru, yang akan menggunakan lokasi eks tambang PT Galuh Cempaka. Karena posisinya tidak jauh dari perencanaan Geopark sehingga bisa inline, dan juga sudah disampaikan kepada tim Geopark Meratus terkait desain mitigasi banjir dari Pemko Banjarbaru.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kota Banjarbaru kedepannya,” harap Aditya.
Senada itu, salah satu anggota Tim Geopark Meratus, Ali Mustopa menyampaikan, Banjarbaru merupakan bagian dari kawasan Geopark Meratus yang deliniasi, salah satunya berada di kawasan Pumpung Kecamatan Cempaka. Daerah Pumpung sendiri memiliki sejarah tua karena proses pendulangan intan yang masih menggunakan cara tradisional yang bahkan teknik ini tidak ada lagi bahkan didunia.
“Karena itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Banjarbaru melalui pengembangan Geopark, yang merupakan salah satu geotsite andalan yang kita dan tahun depan akan kita ajukan ke UNESCO menjadi anggota UNESCO global geopark untuk meratus.” papar Ali.
Geosite Cempaka ini tambahnya lebih jauh, akan menghadirkan kembali memori pendulangan intan yang mendunia dimasanya.
“Di sana nanti akan dilengkapi dengan buatan dan taman hortikultur yang menarik bagi siapa saja yang akan berkunjung baik itu tua, muda, lokal bahkan mancanegara.
Konsep Cempaka Diamond Garden ini menjungjung tinggi nilai-nilai dalam pengembangan dan perancangannya. Nilai-nilai yang terbentuk melengkapi satu sama lain membentuk sebuah kawasan wisata berbasis edukasi, sosial-budaya, sejarah, babad atau riwayat, lingkungan, dan ekonomi.
“Diamond Garden adalah sebuah tempat dengan taman yang tidak ternilai atau yang memiliki nilai yang tidak terhingga terhadap nilai-nilai yang dijunjung bagi masyarakat Pumpung Cempaka,” paparnya. (dib/Link)








