Beranda blog Halaman 245

Kawal Layanan Jemaah, Kemenag Kirim Tim Monev Haji 2025

0
Tim Monev Haji 2025 tiba di Arab Saudi
Ketua Tim Monev Haji 2025 Saiful Mujab didampingi Kepala Daker Bandara Abdul Basir, Kamis (23/5/2025). (ft: kemenag)

Link, Jeddah –  Untuk mengawal secara langsung pelaksanaan layanan jemaah haji Indonesia di berbagai titik krusial penyelenggaraan ibadah haji, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Haji 2025 Kementerian Agama telah tiba di Arab Saudi pada Rabu sore waktu setempat.

Mengutif laman Kemenag RI, Ketua Tim Monev Haji 2025, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa tim terdiri dari unsur pimpinan Kantor Wilayah Kemenag, para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan elemen lainnya di lingkungan Kementerian Agama.

“Jumlah tim hari ini sekitar 21 orang, terdiri dari kurang lebih 12 orang dari Kanwil, enam rektor, dan sisanya dari unsur lain,” jelas Saiful Mujab di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis (22/5/2025).

Tim Monev Haji 2025 ini akan disebar ke tiga Daerah Kerja (Daker) yang menjadi pusat operasional penyelenggaraan haji, yaitu Daker Makkah, Daker Madinah, dan Daker Bandara. Mereka akan fokus pada pengawasan dan pendampingan di sembilan titik layanan yang telah disusun dalam bentuk Standard Operating Procedure (SOP).

“Tim ini akan mengawal langsung proses pelayanan dari titik satu ke titik lain, baik itu layanan transportasi, katering, maupun akomodasi. Kami akan all out membantu jemaah, bekerja sama dengan PPIH di sektor, kloter, dan semua lini pelayanan,” tegasnya.

Adapun sembilan titik layanan yang menjadi fokus Tim Monev Haji 2025 antara lain mencakup sektor, daker, kloter, serta titik-titik penting pergerakan jemaah seperti di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna), dan layanan perpindahan jemaah dari Makkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, hingga Mina. Layanan murur dan tanazul juga menjadi bagian dari pengawasan tim Monev.

Tim Monev dijadwalkan berada di Arab Saudi selama 25 hingga 30 hari. Selain memberikan masukan dan pendampingan teknis, mereka juga akan menyusun laporan dan rekomendasi terkait peningkatan kualitas layanan haji.

“Kami hadir atas penugasan langsung dari Bapak Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, dan Direktur Jenderal. Kami akan bekerja sepenuh hati demi memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik,” pungkas Saiful Mujab. (spy)

Twente vs NEC Dramatis, Skor Akhir 3-2

0
Twente vs NEC Dramatis, Skor Akhir 3-2
Pemain Twente merayakan gol pada laga Liga Europa 2024/2025 (c) AP Photo/Peter Dejong

Link, Jakarta – FC Twente berhasil mengalahkan NEC Nijmegen 3-2 dalam pertandingan playoffs Eropa Liga Belanda di Stadion De Grolsch Veste, Enschede, Kamis (22/5) malam waktu setempat.

Laga semifinal untuk memperebutkan bermain di UEFA Conference League ini berlangsung menari.

Twente memulai pertandingan dengan percaya diri dan langsung unggul di menit ke-16 melalui sepakan Michal Sadilak.

Namun keunggulan tersebut mulai goyah ketika bek mereka, Alec van Hoorenbeeck, menerima kartu merah langsung di menit ke-41 akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 pemain, Twente pun harus menghadapi tekanan berat dari NEC.

NEC yang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Kei Sano di awal babak kedua (47’). Bahkan, tim tamu sempat membalikkan keadaan lewat gol Vito van Crooij di menit ke-58.

Meski tertinggal, Twente menunjukkan karakter kuat. Hanya empat menit berselang dari gol NEC, Sem Steijn menghidupkan asa tuan rumah dengan gol penyeimbang. Skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Di babak tambahan, Twente tak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Younes Taha mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-94 dan membawa Twente memimpin 3-2. NEC berusaha mengejar, namun solidnya pertahanan Twente membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini, Twente melaju ke partai final play-off dan akan menghadapi AZ Alkmaar demi satu tempat di kompetisi Eropa musim depan.

Menuju Pencerahan Jiwa Bukanlah Perjalanan Biasa

0

Bismillahirrahmanirrahim
Tujuan hidup sejati bukanlah kemenangan duniawi melainkan pencerahan jiwa, sebuah perjalanan menuju kebenaran yang melampaui batas- batas keinginan fisik.

Safariyansayh, Budayawan Spiritualis
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Melanjutkan nukilan bahasan kajian Ngaji Dialog di Beranda Lestari kediaman DR Mada Teruna tokoh yang dikenal sebagai sosok birokrat spiritual, tulisan dibawah ini merupakan lanjutan dari dua tulisan terdahulu yang mengingatkan kita bahwa prestasi duniawi hanyalah ilusi dan harus ditinggalkan pada saatnya.

Seberapa banyak pun kekayaan yang digunakan untuk memanjakan tubuh yang fana tidak akan pernah mampu mengisi kehampaan di dalam jiwa yang kekal. Jiwa itu dengan semua kerinduannya mencari sesuatu yang jauh lebih agung dari pada apa yang bisa ditawarkan dunia. Oleh karenanya manusia yang sejati akan mendengarkan panggilan halus dari dalam, meninggalkan permainan düniawi dengan segala tipuannya dan mengarahkan langkahnya menuju kedamaian yang hanya bisa ditemukan dalam pencerahan sejati.

Mengambil jalan menuju pencerahan bukanlah perjalanan biasa. Ini adalah panggilan untuk mencari makna di balik sesuatu yang tampak. Jalan Ini menuntut kita untuk mencari jawaban, untuk tidak menerima segala sesuatu begitu saja, tetapi untuk menggali lebih dalam dan memahami.

Dalam pencarian kebenaran ini kita harus memanfaatkan setiap perangkat lunak (esensi diri) yang telah disediakan dalam diri kita yaknı; akal, nalar dan hati untuk kita bertanya, kita meragukan, kita menelaah setiap termuan hingga kita mencapai Inti dari kebenaran

Hanya melalui penyelidikan yang sungguh-sungguh, kita dapat memahami apo hakikat dari kehidupan dan menemukan apa yang benar. Pencarian ini memerlukan lebih dan sekedar beringinan dangkal, kita memerlukan tuntunan seorang guru. Seorang penunjuk Jalan yang tepat, seorang yang telah melewati, lorong-lorong kebijaksanaan dan memegang lentera kebenaran sejati.

Tanpa tuntunan, kita akan tersesat dalam labırın kebingungan sebagaimana orang yang baru pertama kali memasuki hutan yang gelap, kita tidak bisa hanya mengandalkan peta untuk menjelajahinya. Dibutuhkan pemandu, yakni seseorang yang telah menguasai medan, dan memiliki pengetahuan luas tentang hutan tersebut.

Nah, jika tidak ada pemandu tentunya kita akan berakhir di dasar jurang, lalu diterkam oleh binatang buas atau memakan tanaman beracun. Karena seorang quru akan membimbing dan mengajarkan tentang cara memisahkan diri dari Ilusi dan membawa kepada kehendak untuk sampai pada Sang Illahi. Namun keinginan untuk sampai pada sang Ilahi ini menuntut keberanian untuk menempuh jalan yang jarang dilalui, jalan yang terkadang sunyi dan menuntut pengorbanan.

Dalam perjalanan menuju pencerahan, jalan seringkali tak seindah yang dibayangkan. Ego dan ilusi batın bisa membutakan mata hati. Merasa sudah dekat dengan cahaya padahal ia masih terperangkap dalam bayang bayang dirinya sendiri.

Para tokoh spiritual seperti, Jalaluddin Rumi, Ibnu Arabi, Abu Yazıd Al Bustami, Hasan Al-bashri, Syaikh Abdul Qadir al Jailanı, Imam Al-Juraidi Albaghdadi, Abdul Wahab As-sya’ranı, Hasan Asy-Syadzali dan Abu Hamid Al-Ghazali sepakat bahwa seorang pejalan spiritual memerlukan seorang guru (pemandu).

Seorang Guru bukan hanya untuk menunjukkan jalan, tetapi juga menerangi batinnya agar mampu membedakan antara cahaya hakiki dan fatamorgana. Ibnu Atha’illah As-Sakandarı bahkan mengingatkan (dalam Alhikam): Jangan berjalan sendirian di jalan ruhani, karena hawa nafsu mu lebih berbahaya daripada musuh yang terlihat.

“Seorang pemandu lebih penting daripada jalan itu sendiri, karena meski pun jalan itu lurus, gelapnya hawa nafsu bisa membutakan pandangan. Seorang musafir (pejalan spiritual) tak akan mampu melihat arah kecuali dengan cahaya penuntunnya”.

Jalan di sini melambangkan perjalanan spiritual atau proses transformasi batın. Kegelapan hawa nafsu melambangkan ilusi ego, atau kebodohan batin yang menutupi kebenaran. Pemandu adalah sosok puru, Mursyid atau bahkan kebijaksanaan llahı yang membantu seseorang melihat realitas sejati. (Meskipun seseorang merasa sudah berada di jalan yang benar, tanpa bimbingan atau kesadaran, dia tetap bisa tersesat dalam jebakan llusi batın).

Jalan pencerahan adalah jalur yang menantang. Tetapi di sanalah kebebasan (keluasan batın) sejati dapat ditemukan.

Kita dihadapkan pada ujian, dipaksa melepaskan (mengikis ketergantungan batın) pada dunia, dan hanya mereka yang memiliki keinginan murni untuk sampai pada ke-llahian yang dapat mencapai akhir dari perjalanan suci ini.

Dalam pencerahan kita bukan hanya terbebas dan kesusahan di dunia ini, tetapi juga darı belenggu penderitaan dalam kehidupan berikutnya. Jalan Ini membawa kita lebih dekat pada kebahagiaan abadi yang mengalir dari keterhubungan sejati dengan Tuhan (llahi).

Melalu disiplin dan kerendahan hati, kita akan dibimbing menuju cahaya. Dan dalam cahaya Itulah kita menemukan keselamatan sejati yang mengangkat kita dari kegelapan dan penderitaan ke dalam Cahaya Cinta Ilahi Yang Abadi.

AFWAN
WASALAM

Gubernur Dorong Percepatan Pelaksanaan Program Kerja SKPD Pemprov Kalsel 

0

Link, Banjarbaru — Gubernur H. Muhidin, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pelaksanaan program serta perbaikan tata kelola di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalsel.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Kalsel dalam Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalsel tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Syahrir YP Lantai 2 Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Kamis (22/5/2025) siang.

Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin menginstruksikan sejumlah langkah strategis yang harus segera dijalankan oleh SKPD guna mempercepat pelaksanaan kegiatan dan meningkatkan kinerja pembangunan daerah; diantaranya Percepatan Administrasi dan Penunjukan Pejabat Teknis, Penguatan Pendampingan Teknis dan Adaptasi Sistem, Evaluasi Kebijakan BLUD dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Peningkatan Disiplin Pelaporan dan Dokumentasi Kegiatan

“Percepatan pelaksanaan dan disiplin dalam pengelolaan sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Gubernur H. Muhidin dalam arahannya.

Melalui langkah-langkah tersebut, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharapkan dapat bekerja lebih sigap, responsif, dan terarah dalam melaksanakan program prioritas pembangunan. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal, efisien, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, H. Ariadi Noor, memaparkan bahwa hingga April 2025, pagu anggaran provinsi tercatat sebesar Rp11,77 triliun, dengan realisasi keuangan mencapai Rp2,07 triliun atau 17,61%. Capaian ini menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu April 2024, yang mencatat realisasi keuangan sebesar Rp1,95 triliun atau 14,64% dari total pagu Rp13,31 triliun. Realisasi fisik juga mengalami peningkatan dari 25,36% pada April 2024 menjadi 26,06% di April 2025.

“Terjadi kenaikan realisasi keuangan sebesar 2,97% dan peningkatan realisasi fisik sebesar 0,70% dibanding tahun sebelumnya,” jelas Ariadi Noor dalam laporan resminya.

Namun demikian, capaian realisasi di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih menunjukkan tantangan. Dari 49 SKPD, hanya 43 yang mencatat realisasi anggaran di atas 10%, sedangkan enam lainnya masih di bawah angka tersebut. Sementara untuk realisasi fisik, 46 SKPD berada di atas 10%, dan tiga lainnya belum mencapai target minimum tersebut.

Sejumlah kendala disebut menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan program, antara lain gangguan akses akun LPSE, proses administrasi perubahan pejabat KPA dan PPTK, serta transisi dari sistem E-Catalog versi 5 ke versi 6 yang menyulitkan proses belanja.

Selain itu, SKPD yang menggunakan mekanisme BLUD menghadapi hambatan realisasi anggaran akibat tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan adanya kebijakan penggratisan layanan yang berdampak pada pendapatan.

Dalam rapat tersebut, sejumlah Kepala SKPD menyampaikan progres pelaksanaan kegiatan serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, Tenaga Ahli Gubernur, Staf Ahli Gubernur dan Asisten serta seluruh Kepala SKPD lingkup Kalsel. (tri)

Cetak Sejarah, Tottenham Juara Liga Europa 2024/2025

0
Cetak Sejarah, Tottenham Juara Liga Europa 2024/2025
Laga Tottenham vs Manchester United di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Link, Jakarta – Cetak sejarah, Tottenham meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025 usai menundukkan Manchester United 1-0 di final yang berlangsung di San Mames, Bilbao, Kamis (22/5) dini hari WIB.

Gol tunggal Brennan Johnson di penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan Spurs dalam laga sengit bertajuk All-English Final tersebut. Meski MU mencoba bangkit di babak kedua, ketangguhan lini belakang Tottenham tak tergoyahkan.

Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Spurs, yang akhirnya mengakhiri puasa gelar sejak 2008 dan meraih trofi Eropa pertama mereka dalam empat dekade terakhir.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi antiklimaks pahit bagi Setan Merah, yang sebelumnya tampil impresif tanpa kekalahan sejak fase grup hingga semifinal. Mimpi membawa pulang trofi justru pupus di langkah terakhir.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan antara Tottenham dan Manchester United dimulai dengan tempo yang cukup lambat. Kedua tim tampak berhati-hati dan kesulitan menembus lini pertahanan lawan, membuat jalannya laga di babak pertama minim peluang berbahaya.

Namun jelang turun minum, Spurs berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan silang Pape Matar Sarr dari sisi kiri, bola yang coba dibuang oleh Luke Shaw malah mengenai Johnson, yang dengan sigap memanfaatkannya menjadi gol.

Blunder kecil dari lini belakang MU itu membuat Andre Onana tak berkutik, dan Tottenham menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0.

Usai turun minum, Manchester United tampil lebih menekan demi membalikkan keadaan. Peluang demi peluang tercipta, di antaranya lewat sepakan Rasmus Hojlund dan Bruno Fernandes, namun penyelesaian akhir masih belum berpihak.

Manajer MU mencoba mengubah alur permainan dengan memasukkan tenaga segar seperti Alejandro Garnacho dan Joshua Zirkzee. Hasilnya, tekanan ke pertahanan Tottenham meningkat, tapi tetap belum cukup untuk membobol gawang lawan.

Hingga peluit panjang berbunyi, upaya MU menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil. Spurs berhasil mempertahankan keunggulan tipis 1-0 dan membawa pulang tiga poin penting dari laga ini.

Susunan Pemain

Tottenham: Guglielmo Vicario; Pedro Porro, Cristian Romero, Micky van de Ven, Destiny Udogie (Djed Spence 90′); Pape Matar Sarr (Archie Gray 90′), Yves Bissouma, Rodrigo Bentancur; Brennan Johnson (Kevin Danso 78′), Dominic Solanke, Richarlison (Son Heung-min 67′).

Pelatih: Ange Postecoglou.

Manchester United: Andre Onana; Leny Yoro, Harry Maguire, Luke Shaw; Noussair Mazraoui (Diogo Dalot 85′), Casemiro, Bruno Fernandes, Patrick Dorgu (Kobbie Mainoo 90′); Amad Diallo, Mason Mount (Alejandro Garnacho 71′), Rasmus Hojlund (Joshua Zirkzee 71′).

Pelatih: Ruben Amorim.

Kabupaten Banjar Tuan Rumah, MTQ Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Diluncurkan 

0
Kabupaten Banjar Tuan Rumah, MTQ Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Diluncurkan 

Link, Martapura – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi meluncurkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 36 tingkat provinsi sekaligus pembukaan Rapat Kerja Daerah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalsel Tahun 2025 di Bukit Bintang, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifudin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, mengapresiasi seluruh jajaran LPTQ yang telah berkomitmen dalam pengembangan Tilawatil Quran di Banua.

“Penyelenggaraan MTQ ini adalah milik kita bersama, bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai tuan rumah, tetapi juga tanggung jawab seluruh pihak di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan regenerasi peserta MTQ agar Kalsel mampu mencetak prestasi lebih baik di tingkat nasional, sekaligus menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi generasi muda saat ini yang lebih banyak teralihkan oleh teknologi, khususnya penggunaan smartphone.

“Mari kita bina generasi muda agar lebih mencintai dan mengamalkan Al-Quran, dengan cinta Al-Quran, hidup akan lebih damai dan penuh keberkahan,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Banjar sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi kembali setelah 17 tahun.

“Kami terakhir menjadi tuan rumah pada 2008, kini, Alhamdulillah, kami siap menyambut kembali para kafilah dari seluruh Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia melaporkan bahwa sebanyak 1.335 peserta yang terdiri dari peserta, pelatih, dan official akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Arena utama akan dipusatkan di Alun-Alun Ratu Zalecha, dengan sepuluh arena tambahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Martapura. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 19 hingga 27 Juni 2025, dengan pembukaan resmi pada malam tanggal 21 Juni.

“Mari kita jadikan MTQ sebagai wahana syiar Islam untuk membangun generasi yang berkarakter, visioner, serta mempererat tali silaturahmi antarkafilah,” tutupnya. (tri)

Hadiri Wisuda ke 124 ULM, Gubernur Bangga Atas Kembalinya Akreditasi Unggul

0
Hadiri Wisuda ke 124 ULM, Gubernur Bangga Atas Kembalinya Akreditasi Unggul

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalsel H. Muhidin menghadiri Wisuda Lulusan Program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis dan Doktor ke-124 Tahun 2025 di Gedung Auditorium ULM, Banjarbaru pada Kamis (22/5/2025).

Pada wisuda itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Ahmad Alim Bachri mengukuhkan 890 wisudawan/wisudawati

Sebanyak 890 wisuda ULM yang terdiri yaitu D3 (3 orang), S1 (471 orang), Profesi (358 orang), Magister (49), Spesialis (5 orang) dan Doktor (4). Dalam layar memperlihatkan ucapan: Selamat dan Sukses Atas Pencapaian Akreditasi Unggul, Akreditasi Institut Perguruan Tinggi (AIPT) Universitas Lambung Mangkurat yang berdasarkan NO SK: 2171/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2025.

“Alhamdulillah hari ini Ulun (saya) bisa bertemu adek-adek di sini. Dan orangtua juga bangga kepada seluruh mahasiswa ULM yang sudah mendapat predikat Akreditasi Unggul. Luar biasa, berkat jajaran senat dan Pak Rektor memperjuangkan ini semua,” sampai Gubernur Kalsel, H. Muhidin dalam sambutannya di atas podium.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin berpesan agar selalu berhati-hati dan menjaga predikat akreditasi unggul ini ke depan, bahkan harus ditingkatkan terus demi mengharumkan nama Banua.

Lalu, Gubernur H. Muhidin ingin membangun daerah lewat dunia pendidikan maka perlunya dukungan seluruh pihak untuk kemajuan Kalimantan Selatan. Dengan bekerja bersama, pihaknya ingin merangkul semua elemen masyarakat untuk daerah tercinta.

“Seperti yang juga disampaikan Pak Rektor tadi bahwa bekerja bersama, merangkul semua merupakan tagline dari pemerintah kita. Itu benar, kita bekerja untuk membantu semua orang,” tegas Gubernur H. Muhidin.

Sehingga, Gubernur H. Muhidin menekankan bahwa aspek pendidikan dan kesehatan sangatlah penting bagi pemerintah daerah. Baginya ini perlu sekali menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan ke depan, demi mendorong kemajuan pendidikan.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Ahmad Alim Bachri mengungkapkan terimakasih kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Forkopimda Kalsel, khususnya Gubernur H. Muhidin yang telah mendukung dalam kembalinya akreditasi unggul tersebut.

“ULM pernah terpuruk, kemudian bangkit kembali untuk meraih akreditasi unggul. Salah satu kebahagiaan oleh para wisudawan/wisudawati sebagai balasan dalam menunggu sampai penilaian ini diraih, sehingga ini sebuah sejarah baru yang diemban para mahasiswa,” ungkap Rektor Prof. Achmad.

Saat itu, Prof. Gusti Muhammad Hatta bersama jajaran senat ULM juga melakukan pengajuan akreditasi unggul ke BAN-PT, hingga akhirnya berhasil mendapatkan surat Nomor SK:2171/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2025. Rektor ULM, Prof. Ahmad Bachri juga mengucapkan terima kasih yang selama ini banyak dari berbagai elemen telah mendukung proses pengajuan akreditasi unggul tersebut.

“Capaian semua itu tidak terlepas dari bantuan Bapak Gubernur, Kapolda, Kabinda, Danrem dan Ketua DPRD, serta seluruh jajaran Forkopimda Kalsel. Berkat motivasi para beliau, sehingga tidak pernah menyerah seperti semboyan Waja Sampai Kaputing, Haram Manyarah,” pungkasnya.

Diakhir, Rektor ULM menyerahkan sebuah lukisan burung enggang khas Kalimantan Selatan karya Ahmad Renaldy, Alumni Mahasiswa FEB. Sebuah simbol logo Universitas Lambung Mangkurat yang melambangkan semangat dalam menggapai mimpi, terbang melintasi berbagai tantangan dalam mengabdi untuk negeri. (tri)

Kemenag Pantau Hilal Awal Zulhijah 1446 H di 114 Lokasi

0
penentuan awal Zulhijah 1446 H
Kemanag gelar Rapat persiapan sidang isbat awal Zulhijjah 1446 H.

Link, Jakarta – Untuk menentukan awal Zulhijah 1446 H pada Selasa, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) pada 27 Mei 2025 bertepatan 29 Zulkaidah. Kegiatan ini akan dihelat di 114 titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Pemantauan hilal awal Zulhijah akan dilakukan di 114 titik di seluruh Indonesia pada 27 Mei mendatang,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Sidang Isbat di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Arsad menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit). Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).

“Kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya.

Sidang isbat akan digelar di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.

Setelah Salat Magrib, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup. Pada saat yang sama, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh titik pemantauan. Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para peserta sidang sebelum menetapkan keputusan resmi awal Zulhijah 1446 H. Keputusan tersebut kemudian diumumkan kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung oleh media.

“Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha 2025,” jelas Arsad.

Acara ini akan dihadiri sejumlah pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, serta para pakar ilmu falak dari organisasi keagamaan Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pimpinan ormas Islam, dan pondok pesantren. (spy)

Tak Diperpanjang, DPRKPLH Banjar Optimis Revitalisasi TPA Tepat Waktu

0
DPRKPLH Banjar
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq saat sidak ke TPA Cahaya Kencana.

Link, Martapura – Meskipun capaian revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan baru mencapai 50 persen, namun Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar optimis rampung tepat waktu.

Tanggal 31 Mei 2025 adalah deadline kegiatan revitalisasi TPA Cahaya Kencana. Namun DPRKPLH Banjar melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah dan Limbah mengklaim sudah melakukan pembenahan pada 35 item di TPA Cahaya Kencana hingga mencapai 50 persen.

Bahkan, beberapa item pengerjaan yang sebelumnya dinyatakan tidak mungkin dapat diselesaikan hingga 31 Mei 2025, seperti proses pemindahan sampah sanitary landfill, dan penutupan lima zona menjadi controlled landfill juga diklaim hanya menyisakan satu zona, yakni proses penutupan open dumping pada zona 4.

“Kita optimis, karena bagian tersusahnya sudah terlewati. Artinya tinggal pembenahan,” ujar Kepala UPT Sampah dan Limbah TPA Cahaya Kencana, Adi Winoto pada Rabu (21/5/2025).

Sedangkan proses penutupan pada zona 4, lanjut Adi Winoto, tersisa kurang lebih sekitar 1,5 hektare yang belum tertangani faktor cuaca. Ditambah harus mendatangkan tanah dari luar kawasan TPA untuk proses penutupan.

“Kita masih belum bisa menghitung berapa kubik urugan tanah yang dibutuhkan dalam proses penutupan. Tapi untuk pembelian tanah kita lakukan di wilayah terdekat seperti di Desa Awang Bangkal,” katanya.

Meski dalam gelaran Inspeksi Mendadak (Sidak) Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq tidak menyebutkan TPA bakal dilakukan penutupan jika upaya revitalisasi tak dapat dirampungkan sesuai batas waktu yang ditentukan, yakni pada 31 Mei 2025. Namun, ia memastikan tidak mencabut sanksi yang telah diberikan akibat menerapkan metode open dumping, yakni pembuangan sampah secara terbuka di atas lahan seluas 16,5 Hektare tanpa perlakuan khusus.

Dilain sisi, dalam proses revitalisasi TPA Cahaya Kencana, DPRKPLH Banjar masih belum melakukan pembangunan pada item jalan dan drainase. Sementara dukungan perpanjang waktu tidak diberikan Kementerian LH.

“Untuk pengerjaan jalan rigid include dengan drainase saat ini tengah berproses di ULP (Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa),” tuturnya. (zainuddin/BBAM)

Mulai Tayang Hari Ini, Berikut Sinopsis Film Angkara Murka

0

Film horor terbaru berjudul Angkara Murka dijadwalkan tayang di bioskop mulai hari ini (22 Mei 2025). Angkara Murka merupakan film bergenre thriller yang dibintangi oleh Raihaanun, Aksara Dena, dan Simhala Avadana.

Diproduksi oleh Forka Films, Angkara Murka merupakan debut film panjang dari sutradara Eden Junjung. Bertempat di lokasi sebuah tambang pasir, film ini menceritakan perjalanan hidup Ambar, seorang wanita yang menjadi pusat kisah yang penuh teka-teki.

Forka Films, yang sebelumnya dikenal dengan sejumlah karya sukses seperti Siti (2014), Turah (2016), Sekala Niskala (2017), Kucumbu Tubuh Indahku(2018), Yuni (2021), Before, Now & Then (2022), dan Gadis Kretek(2023), kembali mempersembahkan sebuah karya baru yang menjanjikan.

Dengan judul internasional Mad of Madness, Angkara Murka sudah terlebih dahulu diputar di Far East Film Festival (FEFF) pada 30 April 2025 sebelum akhirnya hadir di bioskop Indonesia. Berikut ini adalah daftar pemain utama film Angkara Murka:

Raihaanun sebagai Ambar
Aksara Dena sebagai Jarot
Simhala Avadana sebagai Lukman
Whani Darmawan sebagai Raden Broto
Rukman Rosadi sebagai Komar
Nabil Althaf sebagai Bondan

Sinopsis Film Angkara Murka

Angkara Murka mengangkat latar sebuah pertambangan pasir yang misterius, dengan fokus pada perjalanan seorang wanita bernama Ambar (Raihaanun), seorang ibu rumah tangga yang menjadi pelindung bagi anaknya, Bondan (Nabil Althaf).

Ia bertekad mencari suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak di lokasi tambang tempatnya bekerja. Ambar yang tidak tahu harus kemana, bersama anaknya, memutuskan untuk pergi ke tambang tersebut demi mendapatkan penjelasan tentang hilangnya Jarot.

Di sana, Ambar bertemu dengan Raden Broto (Whani Darmawan), pimpinan tambang yang dikenal sebagai sosok yang brutal dan penuh korupsi. Raden, yang seharusnya bertanggung jawab atas para pekerja, justru mengeksploitasi mereka dengan upah yang sangat tidak layak, dan lebih memilih untuk mengabaikan kecemasan Ambar. Bahkan, ia dengan dinginnya mengatakan bahwa suami Ambar hilang karena “diambil iblis.”

Di balik itu semua, tambang tersebut diyakini oleh warga desa dijaga oleh kekuatan gaib yang mengharuskan adanya tumbal manusia demi menjaga kelancaran operasinya. Ambar, yang awalnya mengira hilangnya suaminya adalah akibat kecelakaan kerja, mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih gelap dan berbahaya di balik kejadian tersebut.

Dengan bantuan Lukman (Simhala Avadana), seorang pekerja yang menentang keras kekuasaan Raden, Ambar berusaha menggali lebih dalam tentang praktik mistis yang dilakukan oleh pimpinan tambang untuk melindungi usaha ilegalnya. Ketegangan semakin memuncak ketika Ambar menemukan bahwa anaknya turut berada dalam bahaya besar.

Ambar kini terjebak dalam dilema besar, antara melindungi anaknya atau terus melawan kebusukan yang telah merusak desa dan mengancam nyawa banyak orang. (net)