Beranda blog Halaman 590

Warga KKB Sulawesi Tengah Sambut Meriah Kedatangan Paman Birin

0

Link, Palu- Kedatangan Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’dunia, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin disambut meriah oleh warga Banjar yang tinggal di Palu saat menghadiri acara Silaturahmi dan Pelantikan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW-KBB) Sulawesi Tengah Periode 2023-2027 di Sriti Convention Hall, Palu pada Sabtu (22/6/2024) pagi.

Tiba ditempat acara, ketiga perempuan menyambut kehadiran Paman Birin bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura dengan Tari Peule Cinde, tarian tradisional khas Sulawesi Tengah.

Terlihat Paman Birin menggunakan Ikat Kepala Iga, sebuah laung khas Sulawesi Tengah itu menggambarkan simbol kebesaran masyarakat Suku Kaili asal Palu. Sementara, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menggunakan laung khas Banjar.

Dalam silaturahmi dan pelantikan itu tampak hadir Supian HK, Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Zain A. Halud (Ketua KBB Sulteng), Abdul Basid Arsyad (Ketua Dewan Penasehat KBB) dan AKBP (Purn) Akhmad Zamzami (Ketua Dewan Pembina KBB).

Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’dunia Paman Birin menyampaikan rasa hormat kepada Gubernur Sulawesi Tengah atau disapa Om Cudy yang dianggapnya sebagai dangsanak (saudara) layaknya urang Banjar sendiri.

“Om Cudy, dangsanak Paman Birin. Persis beliau itu kayak urang Banjar asli. Luar biasa dari cerita yang didengar tadi” ungkap Paman Birin di panggung.

Sebagai dangsanak, Paman Birin berharap kepemimpinan Om Cudy yang sangat dicintai rakyatnya dapat meningkatkan pembangunan daerah ke depan. Seperti julukan dari Sulteng sebagai Negeri Seribu Megalit, menurutnya hampir sama dengan julukan di Kalsel yaitu Kota Seribu Sungai.

Dalam kesempatan itu, Paman Birin juga mengenalkan wadai khas Banjar yaitu bingka asal Gambut, kue lam asal Barabai dan iwak karing talang. Masing-masing dari 10 orang Acil dan Bapak-Bapak maju ke panggung, mereka diberikan kain sasirangan khas Banjar, wadai dan yang tunai senilai 500 Ribu.

“Di Sulawesi Tengah, urang Banjar merantau dikenal sebagai penjahit, harat main bola wan pintar bersosial dan ahli di bidang agama. Ternyata, urang Banjar ini kada pengoler,” ungkap Paman Birin, tersenyum.

Paman Birin menilai bahwa urang Banjar itu baik pahatian, selalu menolong antar sesama. Baginya, urang Kalsel itu dengan Sulteng bagaikan jarum dan benang, saling mengikat sesama dalam perantauan.

“Senasib sepenanggungan, urang Banjar itu barat di perantauan,” ucap Paman Birin, tegas.

Adapun Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mendengar urang Banjar di daerahnya dikenal sebagai penjahit pakaian, tokoh agama dan ada juga pejabat publik yang telah berjasa terhadap daerah ini.

“Kami hormati Gubernur Kalimantan Selatan, Paman Birin yaitu sahabat saya. Dan keluarga besar bubuhan kerukunan Banjar, kita erat dalam persaudaraan karena para ulama di Sulteng mengenal sosok Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,” sampai Om Cudy, sapaan akrab Gubernur Rusdy.

Gubernur Rusdy juga merasa urang Banjar sangat erat memegang teguh nilai keagamaan, sehingga terhubung juga dengan tokoh agama islam di Sulteng. Kemudian, pihaknya juga tengah melakukan riset soal urang Banjar.

“Kapan urang Banjar itu masuk ke Sulteng, kita coba mengetahui dari peneliti. Karena, urang Banjar sudah lama berbaur dan menyatu dengan warga Palu di Sulteng ini,” cerita Gubernur Rusdy.

Bahkan, Gubernur Rusdy mengaku sejak kecil sudah mengenal urang Banjar di Sulteng. Karena di Indonesia, menurutnya hanya beberapa suku saja yang hadir di Negeri Seribu Megalit.

Gubernur Rusdy memandang, urang Banjar itu memiliki karakter yang kuat dan selalu mempertahankan identitasnya walau di perantauan, sehingga kontribusinya terhadap Sulteng juga tak diragukan lagi.

“Urang Banjar di Sulteng itu hidup menunjukan dirinya sebagaimana warga sini, mereka telah bersatu dengan warga Palu,” pungkasnya. (tri)

Haul Ke-4 KH Muhammad Amin Dahlan Berlangsung Khusyu

0
Haul KH Muhammad Amin Dahlan
Bupati Banjar H Saidi Mansur saat menghadiri Haul Ke-4 KH Muhammad Amin Dahlan.

Link, Martapura – Suasana khusyu sangat terasa tatkala ratusan jemaah memperingati haul ke 4 KH Muhammad Amin Dahlan. Ritual haul dilaksanakan di kediaman keluarga almarhum Jalan Sempurna, Perumahan Tarem, Tanjung Rema, Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (22/6/2024) malam.

Dipimpin Guru Thohar, ritual haul salah seorang guru Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini yang juga dihadiri dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, para ulama, guru agama, tokoh masyarakat serta ratusan jemaah yang memadati lokasi kegiatan berlangsung khusu.

Peringatan haul cukup singkat diawali dengan pembacaan surah yasin dipimpin Guru Thohar,  kemudian pembacaan Salawat Dalail Khairat, Tahlil dan ditutup dengan doa.

Diawali membaca Surat Yassin, ratusan Jemaah tampak khitmad mengiringi Guru Thohar. Hingga saat membaca Salawat Dalail Khairat begitu mengalir dan terdengar begitu merdu. Selesai Dalail, itual dilanjutkan dengan Tahlil.

Setelah selesai ritual diatas, sebagai penutup Ketua Majelis Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar Guru Muhammad membaca doa.

Untuk diketahui, KH Muhammad Amin Dahlan lahir di Martapura 14 September 1939. Dalam pengabdiaannya Almarhum KH M Amin Dahlan merupakan salah satu  pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang dikenal penuh semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.

KH M Amin Dahlan wafat pada hari Kamis 6 Agustus 2020 atau 16 Zulhijah 1441 H dan dimakamkan di Alkah Langgar Datu Panjang, Jalan Berlian Pasayangan Martapura, Kabupaten Banjar. (wahyu)

Paman Birin Kukuhkan PW KKB Sulawesi Tengah Periode 2023-2027

0

Link, Palu- Sebanyak 27 orang Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW-KBB) Sulawesi Tengah Periode 2023-2027 dikukuhkan Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, H.Sahbirin Noor atau Paman Birin, di Sriti Convention Hall, Palu pada Sabtu (22/6/2024).

Sejumlah urang Banjar asal Sulteng tampak bersusun di depan panggung. Mereka menggunakan baju kain sasirangan khas Banjar, serta ikat kepala memakai laung Banjar berwarna kuning.

Siang itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KBB Sa’Dunia, Taufik Arbain membacakan surat keputusan Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia tentang kesempurnaan susunan pengurus KBB Provinsi Sulawesi Tengah.

“Menetapkan susunan pengurus pertama dalam masa bakti 2023-2027. Sebagaimana sistem organisasi harus menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) ditetapkan di Banjarmasin, 14 April 2024,” terang Taufik Arbain, Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar itu.

Dalam surat tertanda bahwa Presiden KBB Sa’Dunia H Sahbirin Noor dan Sekjen KBB Sa’Dunia Taufik Arbain menandatangani surat keputusan tentang kepengurusan pertama yang diresmikan untuk KBB Provinsi Sulteng.

“Sebelum bubuhan pian dikukuhkan dan dilantik. Ulun ingin bertanya bubuhan pian berataan, apakah bersedia dilantik sebagai pengurus KBB Provinsi Sulteng Periode 2023-2027, serta mematuhi AD-ART. Dan bersediakah bubuhan pian untuk menyumbang tenaga secara materil maupun moril, demi kemajuan KBB Provinsi Sulteng,” ucap Paman Birin, tegas.

Pengurus KBB Sulteng serempak menyebut bersedia dihadapan forum. Paman Birin meyakini bahwa pengurus baru PW KBB Sulteng dapat meningkatkan organisasinya ke depan.

“Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, maka pada tanggal 22 Juni 2024. Ulun sebagai Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Presiden KBB Sa’Dunia, resmi melantik bubuhan pian sabarataan bahwasanya percaya akan menjalankan amanah dan tugasnya masing-masing,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, dalam pengukuhan itu juga menghadirkan Da’i/penceramah Fikri Haikal Hasan, putra sulung KH Zainuddin MZ.

Ustaz Fikri Haikal Hasan MZ memberikan ceramah singkat selepas pengukuhan PW KBB Sulteng. Dalam tausiyahnya, ia mengutip kalimat Paman Birin bahwasanya urang Banjar itu perantauan.

“Dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung. Itulah urang Banjar di perantauan, termasuk yang ada di Palu, Sulawesi Tengah ini. Artinya, dia akan berusaha dan berkontribusi dengan segala cara di tempat ia tinggal sekarang,” jelasnya.

Fikri MZ menyebut, urang-urang Banjar itu dikenal kuat sebagai warga yang agamis. Bahkan, dirinya mengaku didikan dari perguruan ayahnya Zainuddin MZ dari Kalsel yakni KH Idham Khalid.

“Saya itu mengingat Banjar terkait ulamanya, guru ayah saya diasuh langsung oleh Allah Yarham Alm. KH Idham Khalid. Bahkan kita berada di mana pun kalo ketemu urang Banjar, seperti dianggap rumahnya sendiri. Karena ada kedekatan secara emosional,” ujarnya.

Fikri MZ merasa dengan urang Banjar itu sudah tidak asing, secara budaya dan kulturnya kental dengan agama. Negeri akhirat adalah negeri utama, menurutnya perintah Allah dalam al-quran sangat dijalankan oleh urang Banjar.

“Prinsipnya urang Banjar itu menjunjung tinggi agamanya, begana di mana pun bahkan di pelosok daerah. Mereka sangat taat agama, serta dianggap ulet, bekerja keras dan memiliki kepribadian jujur,” tutupnya. (tri)

Tiba di Asrama Embarkasi Jemaah Haji Lansia Dalam Kondisi Sehat

0

Link, Banjarbaru – Jemaah haji kloter 1 Kabupaten Banjar tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, disambut juga oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel yang juga Wakil Ketua Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPHI) Embarkasi Banjarmasin Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah, Minggu (23/06) siang.

Acil Odah yang juga mendampingi Gubernur Paman Birin tersebut, terlebih dahulu mengantar para jemaah haji lansia untuk beristirahat terlebih dahulu di Asrama penginapan Musdzlifah.

Acil Odah menyambut jemaah haji perempuan lansia saat turun dari mobil dengan memeluknya seraya bersalaman dan mendoakan.

“Selamat datang ibu, mudahan-mudahan pian menjadi hajah yang mabrur dan diberikan kesehatan,” ucapnya.

Usai menyalami, Acil Odah yang juga didampingi istri Kemenag Kalsel itu kemudian mendorong kursi roda itu ke tempat istirahat.

“Alhamdulillah, ibu-ibu yang kita antar tadi sehat, Insya Allah beliau diberikan kesehatan untuk sesegera mungkin bertemu dengan keluarganya. Dan mudah-mudahan haji beliau diterima oleh Allah menjadi hajah yang mabrur,” doanya.

Sementara itu, salah satu jemaah haji asal Sungai Tabuk H. Taufiq terlihat langsung sujud syukur usai turun dari bus dan menginjakkan kakinya di samping Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

“Setelah 43 hari menjalankan ibadah haji, Alhamdulillah ulun (saya-red) diberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga sampai lagi di Banjar,” ucapnya seraya matanya berkaca-kaca.

Dirinya juga bersyukur dapat melaksanakan semua rangkaian haji selama berada di Tanah Suci Mekkah.

“Momen paling berkesan sepanjang hidup ulun, apalagi pelayanan jemaah hajinya yang sangat bagus. Alhamdulillah,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, kloter 1 Embarkasi Banjarmasin dari Kabupaten Banjar tersebut menggunakan maskapai Garuda Indonesia 8201 dari Madinah ke Banjarmasin dengan menempuh waktu sekitar 10 jam.

Selain itu, terdapat juga berita duku jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang wafat di Arab Saudi.

Menurut data yang dikeluarkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, terdapat 5 jemaah yang meninggal dunia.

  1. Sirun Mucheri Sarkawi (79 thn) Kloter 7 Barito Selatan – Kalteng, Wafat pada Sabtu 8 Juni 2024 di RS Mekah, Pukul 13:14 WAS, Penyebab, (Infeksi Paru dan Gangguan Jantung).
  2. Hidayatussibyan (50 thn) Kloter 18 Tabalong – Kalsel, Wafat Pada Jumat 14 Juni 2024, di RS Arafah, Pukul 18:15 WAS, Penyebab (Syok Kardiogenic, Heart Failure, Hipertensi, DM Non Insuli)
  3. H. Supian Suri Syarkawi (57 thn) Kloter 14 Hulu Sungai Selatan – Kalsel, Wafat Pada Minggu 16 Juni 2024 di Mina, Pukul 06.00 WAS, Penyebab (Cardiac Arrest).
  4. Restina Ahmadsyah Aun (57th) kloter 15 Tapin – Kalsel. Wafat pada Senin,17 Juni 2024 di Mina, pukul 11.30 WAS, Penyebab shock cardiogenic.
  5. Sumiyati Muhayyan Ihsan (72 th) Kloter 11 Tanah Laut – Kalsel, Wafat pada Sabtu, 22 Juni 2024 di RS. King Abdullah Mekah, pukul 17:12 WAS, Penyebab shock cardiogenic.

Kepala Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin usai menyambut kedatangan jemaah kepada wartawan menyampaikan duka dan belasungkawa atas wafatnya lima jemaah haji tersebut dan jasadnya tidak bisa dibawa ke Tanah Air.

“Insya Allah, jemaah haji yang telah wafat tersebut menjadi Syuhada Haji, sebab seseorang yang meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci akan mendapatkan keutamaan dan kemuliaan, salah satunya mati dalam keadaan syahid atau seperti orang yang wafat di jalan Allah SWT,” doanya. (tri)

JHI Kloter BDJ 01 Asal Kabupaten Banjar Tiba di Banua

0
Kloter BDJ 01 tiba
Gubernur Kalsel H Sahbirin Nor saat menyambut kedatangan jemaah haji Kloter BDJ 01 asa Kabupaten Banjar.

Link, Banjarbaru – Kedatangan Jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 01 Debarkasi Banjarmasin yang berasal dari Kabupaten Banjar, menjadi kolter perdana yang  tiba di Tanah Air, Minggu  (23/06/24) siang.

Ka.Kanwil Kemenag Kalsel selaku ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin Dr. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd dilaporannya menyampaikan jamaah haji dan petugas haji yang berangkat dari Embarkasi Banjarmasin berjumlah 19 kloter dengan jumlah total jamaah 5.893 orang.

“Jamaah haji kloter 1 seluruhnya berasal dari Kabupaten Banjar dan Alhamdulillah semuanya mendapatkan karunia kesehatan dan keberkahan sehingga sampai di Debarkasi Banjarmasin,” ujarnya.

Selaku Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin Tahun 1445 H/ 2024 M., Tambrin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalsel dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel yang juga Kepala Dinas Kesehatan Hj. Raudhatul Jannah yang telah memberikan dukungan, evaluasi dan pendampingan terhadap Kesehatan jamaah embarkasi/ Debarkasi Banjarmasin. “Semoga dukungan  Bapak Gubernur dan Ketua  Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel sekaligus Kepala Dinas Kesehatan menjadikan aml yang penuh berkah dari Allah SWT,” tukas Tambrin.

Setelah proses penyambutan, Jemaah haji debarkasi Banjarmasin dijamu dengan makan khas Banjar yaitu Soto Banjar didampingi dengan Sate Ayam yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar dan setelah beristirahat sejenak untuk mempersiapkan diri, para jamaah haji dipulangkan ke Kabupaten Banjar,

Sementara, Gubernur Kalsel H Sahbirin Nor disambutannya bersyukur karena bisa memberangkatkan dan menerima kedatangan jemaah haji kloter BDJ 01 Debarkasi Banjarmasin,

“Semoga semua jemaah haji mendapat predikat haji mabrur,” harapnya.

Gubernur yang hadir beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, berterima kasih kepada semua panitia yang telah bekerja keras melaksanakan tugas untuk keberangkatan jamaah haji hingga kepulangan ke tanah air. “Terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras sehingga jamaah haji kita sudah kembali ke banua kita,” tukasnya.

Setelah proses penyambutan, Jemaah haji BDJ 01 debarkasi Banjarmasin dijamu dengan makan khas Banjar yaitu Soto Banjar didampingi dengan Sate Ayam yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar dan setelah beristirahat sejenak untuk mempersiapkan diri, para jamaah haji dipulangkan ke Kabupaten Banjar. (spy)

Kloter SUB 01 Pulang Perdana ke Tanah Air

0
Kloter SUB-01 Embarkasi Surabaya
JHI Kloter SUB-01 mengawali pemulangan gelombang pertama jemaah Indonesia ke tanah air.

Link, Jeddah  – Jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Surabaya (SUB 01) mengawali pemulangan gelombang pertama jemaah Indonesia ke tanah air, Jumat (21/6/2024) dini hari Waktu Arab Saudi (WAS). Ada 371 jemaah, terdiri atas 366 jemaah dan 5 petugas haji.

Dilansir laman Kementerian Agama, para jemaah mengaku bersyukur dan senang bisa menjalani ibadah haji dengan nyaman dan aman. Mereka menyampaikan terima kasih kepada petugas haji, termasuk kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Jemaah Kloter SUB 01 asal Bojonegoro, Karto Diprayitno, misalnya, dia tak bisa menyembunyikan rasa senang selama menjalankan ibadah di Makkah maupun Madinah. Bahkan, di usia 73 tahun dirinya bisa menunaikan semua rukun haji meski didampingi keponakan.

“Paling berkesan itu ya hotelnya bagus. Prasmanannya (makanan) bagus. Semuanya bagus, Alhamdulillah. Pelayanan bagus semua. Kemarin ada teman kesasar satu hari gak ketemu. Akhirnya ditemukan teman dari Palembang, Probolinggo, dan kepolisian di Mina,” ujarnya.

Termasuk suasana di maktab Mina, dirinya merasa cukup nyaman meski kondisi tenda memang tidak seluas seperti di Arafah. Namun, baginya ibadah haji adalah melatih fisik sekaligus kesabaran.

“Memang di Mina sempit, tapi ya wajarlah orangnya banyak. Gadak masalah, karena niatnya kita ibadah kan. Terus kesabaran itu yang penting. Kalau kamar mandi itu ya biasalah. Orang- orang ngantri. Saya usia 73 tahun bisa berangkat ke sini, Alhamdulillah,” ucap Karto.

Dirinya pun mendoakan menteri agama dan jajaran serta para petugas haji tahun ini dapat menuntaskan kerja dengan sehat dan lancar. “Semoga pak menteri pak Yaqut sehat semua, terus besok bisa bagus lagi kepemimpinannya. Oke, mantap Pak Yaqut,” ujarnya sambil tersenyum.

Rasa syukur dan gembira juga disampaikan jemaah asal Batam, Muhammad Thesar yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Batam (BTH) 01. Jemaah berusia 18 tahun ini sangat berkesan terutama saat menjalani ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Berkesannya itu saat di Arafah, nah itu terasa sekali bagaimana beratnya. Kemudian saat di Muzdalifah dan Mina. Tapi, mudah-mudahan itu setimpal dengan pahala yang didapat,” ujar Thesar.

Dirinya bercerita dari rangkaian ibadah di Armuzna yang paling menguras fisik saat menuju lokasi jamarat dari Maktab Mina. Selain cuaca panas, jarak yang cukup jauh juga memberikan pengalaman baru. Namun, untuk kondisi tenda di Mina yang dikeluhkan sejumlah jemaah, dirinya mengaku sudah cukup layak meski harus sedikit berdesak-desakan.

“Tenda di Mina, Alhamdulillah ada sedikit bisa dibilang lumayan nyaman dan tidak terlalu berdempet-dempet sekali. Kondisinya selagi bisa kami tempati dan kondisinya nyaman, itu sudah layaklah sebenarnya. Termasuk di Muzdalifah karena kita hanya sebentar, cuma dikasih karpet, saya rasa sudah cukup daripada duduk di bebatuan,” katanya.

Kemudian jemaah SUB 01 asal Bojonegoro lainnya, Siti Cholifah mengatakan petugas haji sudah melayani dengan sangat baik. Termasuk petugas kesehatan yang selalu sigap melayani jemaah lansia baik dalam kondisi sakit maupun perlu pendampingan khusus.

“Tendanya gak apa-apa menurut saya. Entah kalau yang lain. Kalau pelayanan haji ya saya ndak ada kendala apa – apa. Bagus ya,” ucap jemaah berusia 51 tahun itu.

Jemaah kloter SUB 01 asal Bojonegoro tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada pukul 21.15 WAS. Sebelum turun dari bus, masing-masing ketua rombongan membagikan paspor jemaah. Ketika paspor diterima, jemaah turun satu persatu dari bus milik Masyariq dan diarahkan menuju paviliun B bandara untuk istirahat sejenak sembari menunggu proses check in.

Mereka take off dari Bandara Jeddah menuju Indonesia pukul 03.15 WAS, dan dijadwalkan tiba di Bandara Djuanda Surabaya, pukul 21.05 WIB. Mereka terbang dengan maskapai pesawat udara Saudi, nomor penerbangan SV – 5632. Pemulangan kloter SUB 01 kemudian diikuti tiga kloter lain yakni BTH 01, SUB 02, dan SUB 03. (spy)

Paman Birin Lantik Ketua Pengurus Lemkari Provinsi se-Indonesia

0
pengurus Lemkari
Ketua Umum PB Lemkari, Paman Birin melantik sejumlah Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari).

Link, Jakarta – Kiprah dan totalitas Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin di dunia olahraga, khusus Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) patut diacungi jempol. Terlebih dengan suksesnya gelaran Rapat Kerjas Nasional (Rakernas) Lemkari Tahun 2024 di Gedung Perwakilan Kalsel yang menghasilkan struktur pengurus Lemkari Povinsi se-Indonesia.

Ketua Umum PB Lemkari, Paman Birin melantik sejumlah Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari), Ketua Pengurus Lemkari se-Infonesia serta Ketua Dewan Guru dalam acara Rapat Kerjas Nasional (Rakernas) Lemkari Tahun 2024 di Gedung Perwakilan Kalsel, Ruang Berlian, Jumat (21/6/2024) siang.

Mereka yang dilatik sebanyak  32 orang, terdiri dari 17 anggota Pengurus Besar (PB) dan 15 anggota Ketua Pengurus Provinsi (KPP). Memegang bendera Lemkari, Paman Birin menyerahkan kepada Ketua Dewan Guru (KDG) yakni Achmad Erwin Rofiek.

“Dengan mengucap syukur dan ridho, kehadirat Tuhan yang Maha Esa dengan ini Jum’at pada tanggal 21 Juni 2024 bertempat di Aula Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Kalimantan, Jakarta. Saya Ketua PB Lemkari dengan resmi melantik saudara-saudara sebagai Ketua Pengurus Provinsi Lemkari seluruh Indonesia,” ucap Paman Birin di depan jajaran PB Lemkari.

Setelah sumpah dibacakan, Paman Birin menyerahkan bendera Lemkari berwarna oranye. Tepuk tangan meriah oleh para hadirin yang ada di forum tersebut.

Di forum itu, Paman Birin menilai sosok dari seorang karateka mampu membentuk  kepribadian yang baik. Karena, menurutnya

“Kenapa saya katakan demikian. Dalam sumpah karateka mengandung banyak makna yang membentuk kepribadian dalam karakternya, sanggup agar patuh dalam kejujuran hingga sanggup mencapai prestasi,” tutur Paman Birin.

Paman Birin menilai, seorang karateka itu mampu menjaga kepribadian yang lebih baik dalam halnya kejujuran, sopan santun dan memiliki tanggung jawab yang kuat.

“Ini penentu, apakah sanggup atau tidak. Mengendalikan diri sebagai karateka yang dilahirkan dari organisasi Lemkari. Setiap kita latihan, mengingat sumpah itu. Mudah-mudahan kita bersatu dalam perbedaan, serta semangat yang hadir dari penjuru republik ini,” ungkap Paman Birin, tegas.

Terakhir, penyerahan secara simbolis dilakukan kepada Gubernur Kalsel atau Paman Birin yang merupakan Ketua PB Lemkari tersebut. Dan sesi foto bersama dalam mengabadikan pertemuan karateka se-Indonesia. (tri)

Diremake ke Versi Indonesia Berikut Sinopsis My Annoying Brother

0
My Annoying Brother
Sinopsis My Annoying Brother

Film Korea My Annoying Brother bakal di-remake dalam versi Indonesia. Vino G Bastian, Angga Yunanda, Caitlin Halderman, dan Kristo Immanuel adalah deretan pemeran utamanya.

Film My Annoying Brother versi Indonesia akan diproduksi oleh Base Entertainment bersama Lifelike Pictures. Dalam versi Korea, My Annoying Brother dibintangi oleh Jo Jung Suk, Do Kyung Soo atau D.O EXO, dan Park Shin Hye.

Berikut sinopsis film Korea My Annoying Brother.

My Annoying Brother berkisah tentang Doo Young dan kakaknya, Doo Shik. Keduanya adalah anak yatim piatu. Doo Young merupakan mantan atlet judo nasional yang kehilangan penglihatannya akibat cedera dalam pertandingan.

Dengan kondisinya yang malang, Doo Young juga dimanfaatkan oleh Doo Shik. Doo Shik yang merupakan narapidana memanfaat kondisi sang adik untuk bebas dari penjara.

Ia mengajukan permohonan bebas bersyarat dengan alasan untuk merawat sang adik yang buta. Setelah permintaannya dikabulkan oleh kepolisian, Doo Shik justru tidak memperlakukan adiknya dengan baik.

Di sisi lain, pelatih judo yang bernama Soo Hyun memberikan dukungan dan semangat kepada Doo Young. Meski Doo Young dan Doo Shik sering bertikai, mereka sebenarnya saling menyayangi. Secara perlahan, keduanya mulai menunjukkan perhatian satu sama lain.

Saat hubungan keduanya mulai harmonis, Doo Shik mendapatkan kabar buruk soal kesehatannya. Ia didiagnosis kanker stadium akhir dan usianya tidak lama lagi.

Doo Shik lantas bertekad menghabiskan sisa umurnya untuk mendukung Doo Young dalam kompetisi paralimpiade. (net)

Jemaah SOC-02 Rombongan Pertama Fase Pemulangan JHI

0
jemaah SOC-02
Jemaah SOC-02 bahagia jelang pulang ke Tanah Air. (foto: MCH2024)

Link, Makkah – Pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang dua Embarkasi Solo (SOC-02) dari hotel di Makkah menuju Madinah menandai dimulainya fase kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Indonesia dimulai hari ini.

Keberangkatan SOC-02 dilepas oleh Direktur Bina Haji pada Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Arsad Hidayat. Total ada 360 jemaah haji asal Temanggung dan Magelang, serta lima petugas yang tergabung dalam kloter ini.

“Selamat kembali ke Tanah Air. Semoga jemaah haji Indonesia meraih predikat haji mabrur. Aamin,” terang Arsad Hidayat di Makkah, Jumat (21/6/2024)

Selain Jemaah SOC-02, ada lima kloter lainnya yang hari ini diberangkatkan menuju Madinah untuk kemudian terbang ke Tanah Air. Kelima kloter tersebut adalah Jemaah SOC-01, SOC-03, BDJ-01, UPG-01, dan SOC-05. Koper bagasi enam kloter ini sudah ditimbang sejak sebelum puncak haji.

Kepada para jemaah, Arsad Hidayat kembali mengingatkan untuk tidak membawa barang bawaan yang dilarang dalam penerbangan. Mengacu pada GAC Airport Authority KSA, air Zamzam ukuran apapun dan kemasan apapun, dilarang untuk dimasukkan ke dalam barang bawaan penumpang, baik tas jinjing atau koper bagasi.

“Akan ada pemeriksaan koper bagasi dan tas kabin. Pastikan jemaah tidak ada air Zamzam masuk ke dalam tas kabin maupun koper bagasi. Setiap jemaah haji akan mendapatkan 1 botol air zamzam (5 liter) yang dibagikan setibanya di asrama haji Indonesia,” ucap Arsad.

“Jika terbukti membawa Zamzam, koper akan dibongkar dan ditahan, dikirim tidak bersamaan dengan kloter,” imbuh Arsad.

“Barang terlarang seperti pisau, gunting atau lainnya yang masuk kategori barang terlarang tolong dicek betul. Jangan sampai nanti pas mau masuk dibuka kemudian terkendala untuk masuk,” ucapnya lagi.

Arsad juga berpesan agar setiap jemaah SOC-02 memastikan seluruh dokumen yang harus dibawa, tidak ada yang tertinggal. Misalnya, paspor dan boarding pass. “Kalau sampai tercecer, segera komunikasikan dengan perangkat kloter. Biar perangkat kloter atau pembimbing ibadah menyampaikan ke petugas yang ada di Madinah atau di bandara,” pesan Arsad.

Jika ada jemaah yang paspornya hilang, maka Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan memproses penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Termasuk kalau ada boarding pass jemaah yang hilang, agar bisa segera dilaporkan untuk bisa diganti dengan dokumen yang baru.

“Jadi kita prinsipnya sih memberikan kemudahan buat para jemaah haji. Sebab, kita juga tahu mereka sudah sangat patuh terhadap aturan dan regulasi yang ada. Mereka juga disiplin dalam pelaksanaan ibadah hajinya,” sebut Arsad. (spy)

Sholawatan dan Tausiyah di Kiram Menjadi Agenda Rutin

0
Sholawatan dan Tausiyah
Sholawatan dan Tausiyah yang digelar di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar kini menjadi agenda rutin setiap Jumat malam.

Link, Martapura – Sholawatan dan Tausiyah yang digelar di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar, kini telah menjadi acara rutin. Ulama, habaib, tokoh masyarakat, masyarakat sekitar dan kalangan ASN Pemprov Kalsel menjadi jemaah tetap majelis yang digagas Gubernur Kalsel H Sahbirin Nor tersebut.

Jumat malam (malam Sabtu) menjadi waktu yang dipilih untuk acara Sholawatan dan Tausiyah yang digelar di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Seperti halnya Jumat (21/6) malam tadi.

Pada gelaran sholawatan dan tausiyah kali ini, hadir sebagai penceramah yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khairiyah Banjarbaru, TGH. Muhammad Zarkasyi.

Usai shalat Isya, jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, dengan bibir yang tak henti-hentinya melantunkan sholawat, semakin khidmat ketika lantunan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh KH. Abduh Amri.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menekankan pentingnya acara ini bukan hanya sebagai seremonial semata.

“Kegiatan Sholawatan dan Tausiyah ini merupakan manifestasi dari rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW dan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Paman Birin.

Sementara itu dalam tausiahnya, TGH. Muhammad Zarkasyi mengupas sebuah hadist yang mengajak umat Islam untuk menjalani hidup di dunia dengan sikap seperti orang asing.

TGH. Muhammad Zarkasyi mengutip sebuah pesan dari Rasulullah SAW yang disampaikan kepada salah seorang sahabat, yaitu Ibnu Umar RA. Pesan tersebut tercantum dalam kitab Riyadhus Shalihin yang berbunyi, ‘Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang asing atau orang yang singgah dalam perjalanan.’

Dalam penjelasannya, TGH. Muhammad Zarkasyi menekankan pentingnya menjalani hidup dengan kesadaran bahwa dunia ini hanyalah sementara.

“Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu ingat bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal. Kita harus bersikap seperti orang asing yang tidak menetap, yang selalu siap melanjutkan perjalanan,” terang Guru Zarkasyi.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa sikap seperti ini akan membuat seseorang lebih fokus pada tujuan akhir hidup, yaitu kehidupan di akhirat.

“Dengan menyadari bahwa kita hanya singgah, kita akan lebih mudah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan lebih giat melakukan kebaikan serta ibadah,” tambah Guru Zarkasyi.

Selain itu, Guru Zarkasyi juga menegaskan bahwa usia adalah takdir dari Allah SWT yang tidak seorang pun tahu kapan akan berakhirnya. Oleh karena itu, menjaga iman Islam adalah kunci agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

“Usia memang takdir dari Allah SWT yang tidak seorangpun tahu kapan berakhirnya. Dengan menjaga iman Islam, semoga Allah senantiasa melindungi dan menjadikan kita sebagai umat yang kembali dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya.

Acara sholawatan dan tausiyah kemudian ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa yang dibacakan oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus. (tri)