Beranda blog Halaman 61

Gelar Tak Menjamin: 15 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Tahun 2025

0
Foto: Ilustrasi Sarjana. (Pixabay)

Link, Banjarbaru – Di tengah lanskap pekerjaan yang tidak menentu, gelar tinggi tak selalu menjanjikan karier cemerlang. Sebuah laporan terbaru dari Federal Reserve Bank of New York mengungkap daftar jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran tertinggi 2025.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, temuan ini menganalisis tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi baru, terutama lulusan yang berada di rentang usia 22-27 tahun. Analisis ini menggunakan data dari Survei Komunitas Amerika 2023 yang dilakukan oleh Biro Sensus, yang mencakup 73 jurusan dan kelompok mata pelajaran.

Dua puluh delapan jurusan memiliki tingkat pengangguran di atas tingkat keseluruhan 3,6% untuk lulusan baru. Jenis jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi beragam, dengan beberapa terkait dengan seni, teknologi, atau sains. Lulusan antropologi baru memiliki tingkat pengangguran tertinggi sebesar 9,4%, diikuti oleh fisika dengan 7,8%.

Berikut tingkat pengangguran tertinggi untuk lulusan baru berdasarkan jurusan mengutip Business Insider:

1. Antropologi 9,4%
2. Fisika 7,8%
3. Teknik Komputer 7,5%
4. Seni Komersial dan Desain Grafis 7,2%
5. Seni Rupa 7,0%
6. Sosiologi 6,7%
7. Kimia 6,1%
8. Ilmu Komputer 6,1%
9. Sistem Informasi dan Manajemen 5,6%
10. Kebijakan Publik dan Hukum 5,5%
11. Seni Liberal 5,3%
12. Teknologi Lain-lain 5,0%
13. Bahasa Inggris 4,9%
14. Ekonomi 4,9%
15. Hubungan Internasional 4,9%

Lulusan teknik komputer dan ilmu komputer baru-baru ini juga memiliki tingkat pengangguran yang tinggi. Namun, lulusan yang bekerja di dua jurusan yang berhubungan dengan komputer lebih cenderung bekerja di pekerjaan yang biasanya memang membutuhkan gelar, terutama dibandingkan dengan antropologi.

Lulusan jurusan komputer juga memiliki median upah tertinggi untuk lulusan awal karier, bersama dengan teknik kimia, yaitu US$ 80.000, dan memiliki median upah enam digit untuk lulusan pertengahan karier.

Daniel Zhao, kepala ekonom di platform kerja Glassdoor, mengatakan kepada Business Insider bahwa ilmu komputer dan teknik masih menarik karena gaji tinggi yang bisa didapatkan.

“Jika kita melihat tingkat pengangguran yang tinggi tetapi tingkat setengah pengangguran yang rendah, lulusan baru di bidang komputasi kemungkinan besar akan bertahan, menunggu pekerjaan pertama di bidang tersebut, karena mereka tahu betapa menjanjikannya hal itu,” kata Zhao.

REDD+ Bentuk Komitmen Pemprov Kalsel Untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan 

0

Link, Banjarbaru – Upaya memperkuat komitmen terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan terus digencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Dinas Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik Rencana Pelaksanaan REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus), di Novotel Banjarmasin Airport Hotel, Banjarbaru, Kamis (6/11/2025) pagi.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa program REDD+ merupakan peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk memperoleh dukungan finansial dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Gubernur Kalsel pun menegaskan pentingnya kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik ini sebagai langkah membangun pemahaman bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat terhadap konsep dan manfaat pendanaan REDD+.

“Melalui sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan sumber daya hutan di Kalimantan Selatan dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Fathimatuzzahra membacakan sambutan Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin juga menekankan bahwa komitmen Kalimantan Selatan terhadap pelestarian hutan bukan sekadar memenuhi target nasional penurunan emisi, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang.

“Kalimantan Selatan memiliki kekayaan hutan yang luar biasa. Tugas kita bukan hanya memanfaatkannya, tetapi juga memastikan keberlanjutannya. Melalui REDD+, kita ingin membangun ekosistem kehutanan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berdaya tahan terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Gubernur Kalsel juga menambahkan, dukungan pendanaan dari mekanisme REDD+ diharapkan dapat menjadi stimulan bagi daerah dalam mengembangkan berbagai program konservasi, rehabilitasi hutan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

“Kami berharap seluruh pihak, baik instansi pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, dapat menjadi bagian dari gerakan besar ini. Bersama-sama, kita wujudkan Kalimantan Selatan sebagai provinsi percontohan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Gubernur dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Lembaga non-kementerian tersebut berperan penting dalam pengelolaan dana lingkungan, termasuk pendanaan mitigasi perubahan iklim dan konservasi hutan.

Melalui sesi talk show yang digelar secara langsung maupun daring, para narasumber memaparkan berbagai hal terkait kebijakan nasional REDD+, mekanisme pendanaan, hingga langkah-langkah implementasi di tingkat daerah.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan coaching clinic bagi Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalimantan Selatan. Dalam sesi ini, narasumber dari Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta lembaga perantara Penabulu Fundation memberikan pembekalan teknis tentang penyusunan dokumen perencanaan, mekanisme pelaporan, dan tata cara pengajuan dukungan pendanaan berbasis hasil.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengelola program REDD+ di tingkat tapak secara efektif, transparan, dan terukur.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, diantaranya Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) lingkup Dishut Kalsel, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, perwakilan UPT Kementerian LHK, serta para pemerhati lingkungan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kalimantan Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu provinsi terdepan dalam implementasi REDD+ di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap upaya pengendalian perubahan iklim dan pelestarian hutan untuk generasi mendatang. (tri)

GKR Hayu Tegaskan Perempuan Bisa Memimpin dengan Identitasnya Sendiri

0
GKR Hayu Tegaskan Perempuan Bisa Memimpin dengan Identitasnya Sendiri
GKR Hayu pada She-Connects 2025 Seri Yogyakarta yang digelar di Bantul, Kamis (6/11/2025). (Foto: Amiri Yandi/IGID/InfoPublik.id

Link, Bantul – Perempuan Pemberdaya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, menegaskan bahwa perempuan tidak perlu “menjadi laki-laki” untuk mencapai kinerja kepemimpinan yang setara.

Perempuan, kata dia, mampu memimpin dengan identitasnya sendiri, sekaligus mendorong inovasi, termasuk dalam transformasi digital kebudayaan.

Pernyataan itu disampaikan GKR Hayu pada She-Connects 2025 Seri Yogyakarta yang digelar di Bantul, Kamis (6/11/2025).

Ia mengurai dinamika birokrasi di lingkungan Keraton Yogyakarta yang kini memberi ruang lebih besar bagi perempuan untuk memegang jabatan strategis. “Ini pertama kalinya jajaran setingkat kepala dinas di lingkungan keraton diemban para perempuan. Tantangannya nyata, tetapi kami tidak harus berpura-pura menjadi laki-laki untuk memenuhi ekspektasi kinerja,” ujar GKR Hayu.

GKR Hayu mengakui perubahan ini tidak selalu mulus. Masih ditemui resistensi, terutama di lingkungan yang secara historis didominasi laki-laki. Namun, dukungan pimpinan puncak dan komitmen organisasi memastikan proses penyesuaian berjalan. “Jika ada yang menolak keputusan untuk memberi ruang kepemimpinan bagi perempuan, kami persilakan memilih jalan lain. Keputusan sudah diambil, dan kami bekerja sebaik-baiknya,” tegasnya.

Beranjak ke ranah digital, GKR Hayu menekankan bahwa teknologi bukan musuh budaya. Prinsipnya, teknologi harus menyesuaikan budaya, bukan sebaliknya.

Ia mencontohkan inisiatif pendokumentasian dan digitalisasi wayang wong di lingkungan keraton. Bukan sekadar memotret kostum atau ukuran benda, pendokumentasian dilakukan menyeluruh: rias, busana, gerak (pose/stance), hingga tata pentas—karena esensi wayang wong terletak pada gerak dan pakem. “Kalau hanya menilai dari ukuran atau kostum, esensi hilang. Wayang wong adalah kesatuan dandanan, perhiasan, dan gerak. Itulah yang kami dokumentasikan secara penuh agar tidak putus di generasi mendatang.”

Menurutnya, berbagi pengetahuan budaya ke ruang publik termasuk melalui kanal digital merupakan langkah strategis untuk menutup celah disinformasi. “Jika kekosongan informasi dibiarkan, ia akan diisi oleh informasi yang keliru,” ujarnya.

GKR Hayu menegaskan, modernisasi bukan westernisasi. Nilai-nilai luhur seperti sareh dan semele (ketenangan dan ketulusan) tetap menjadi akar. Istilah-istilah baru seperti “wellness” boleh populer, tetapi substansinya telah lama hidup dalam khazanah budaya Jawa.

GKR Hayu mengingatkan agar perempuan tidak terjebak pada ekspektasi “menyenangkan semua orang” (people pleaser). Kepemimpinan perempuan, kata dia, sah dan efektif ketika berpijak pada kompetensi, integritas, dan kejelasan nilai. “Kita tidak perlu berpura-pura menjadi laki-laki untuk mencapai kinerja yang sama. Tetaplah autentik, tegas pada nilai, dan fokus pada hasil.”

Ia juga menyampaikan bahwa penyesuaian tidak hanya dibutuhkan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh ekosistem sosial di sekitarnya termasuk pasangan dan keluarga agar siap menyambut kepemimpinan perempuan di ruang publik.

Melalui pesan tersebut, GKR Hayu mengajak perempuan untuk berani memimpin, merawat budaya, dan memanfaatkan teknologi. Tujuannya jelas: merawat identitas sekaligus melaju dalam inovasi.

Kesedihan Adalah Undangan Untuk Bersandar

0

Bismillahirrahmanirrahim
Jangan berpikir bahwa keberhasılan dunia adalah tujuan. Karena itu hanya bagian dari soal ujian, jangan tertipu oleh kenikmatan yang semu, karena itu hanya pengalih perhatian. Sadarlah, ujian itu sebagai panggilan untuk semakin dekat denganNya dan setiap kesedihan adalah undangan untuk bersandar.

Safariyansyah, Budayawan Spiritualis
Mencari yang HIlang Memelihara yang Terlupakan

Dipenghujung kajian tentang soal kehidupan yang tersaji di Ngaji Dialog Beranda Lestari kediaman DR Mada Teruna sang Birokrat Spiritualis, semua ujian mengarah pada satu tujuan TUHAN. Berikut nukilannya…

Pada penghujung perjalanan, setiap jawaban mengarahkan kita menuju satu hakikat (makna sejati), yang nilainya tidak diukur dengan pencapaian materi. Pada akhirnya, apa pun bentuk soal yang kita hadapi, apakah itu kesusahan (penderitaan) yang menyesatkan atau kemudahan yang menggoda, semua itu mengarah ke satu tujuan yaitu “Tuhan.

Sebagian orang sadar akan hal ini sejak  awal. Mereka melihat ujian sebagai panggilan untuk semakin dekat dengannya. Mereka tahu bahwa setiap kesedihan adalah undangan untuk bersandar.

Setiap kehilangan adalah peringatan agar tidak bergantung pada dunia dan setiap kebahagiaan adalah pengingat bahwa semua yang mereka miliki hanyalah titipan. Tetapi ada juga yang tersesat dalam ujian mereka. Ada yang tertelan oleh penderitaan dan mengira banwa Tuhan telah meninggalkan mereka. Ada yang tertidur dalam kenikmatan dan mengira bahwa mereka bisa melakukan segalanya dan tidak memerlukan Tuhan.

Mereka sibuk mencari jawaban di luar diri mereka, sibuk menyalahkan keadaan, sibuk bertanya kenapa aku?, Tanpa pernah bertanya, soal apa yang harus aku selesaikan kali ini. Padahal jika mereka berhenti sejenak, jika mereka benar-benar membaca soal dengan hati yang jernih, mereka akan melihat bahwa semua ini bukan tanpa makna.

Setiap luka adalah panggilan. Setiap air mata adalah petunjuk. setiap kesenangan adalah ujian tersembunyi. Dan semua itu mengarah pada satu jawaban yang sama yakni kesadaran bahwa:

“Hidup ini bukan tentang apa yang kau inginkan. Tapi tentang apa yang Tuhan rencanakan untuk mu”.

Maka, jangan terlalu sibuk mencari jawaban di tempat yang salah. Jangan berpikir bahwa keberhasılan dunia adalah tujuan. Karena itu hanya bagian dari soal ujian, jangan tertipu oleh kenikmatan yang semu, karena itu hanya pengalih perhatian.
Jika kau benar-benar ingin lulus dalam ujian ini, maka kau harus menemukan jawaban yang sesungguhnya.

AFWAN
WASSALAM

Longsor di Salah Satu Area Tambang, Ini Tanggapan Dinas ESDM Kalsel

0

Link, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi peristiwa longsor yang terjadi di salah satu area Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Banjar. Longsor tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, melalui Kepala Bidang Pertambangan, Gayatrie Agustina, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari Kepala Teknik Tambang (KTT) perusahaan. Sebelum longsor terjadi, pihak KTT telah melihat adanya tanda-tanda potensi pergerakan tanah, sehingga kegiatan operasional segera dihentikan.

“Mereka langsung mengevakuasi para pekerja serta memindahkan alat berat dari area tersebut. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerusakan alat. Kejadian ini murni disebabkan faktor cuaca,” kata Gayatrie, Banjarbaru, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa untuk proses pengawasan dan peninjauan lapangan menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) pada Kementerian ESDM. Namun, pihak DESDM Provinsi tetap melakukan koordinasi dan menerima pelaporan perkembangan dari perusahaan.

“Kami sudah meminta laporan dari IUP terkait. Untuk pengecekan lapangan, kami menunggu koordinasi lebih lanjut dari Inspektur Tambang. Jika dilibatkan, tentu kami akan turut hadir,” jelasnya.

Lokasi area terdampak longsor disebut tidak terlalu luas. Namun demikian, pihak DESDM Kalsel mengimbau agar seluruh perusahaan tambang di wilayah Kalsel meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas pertambangan dihentikan sementara. Kalau tetap beroperasi, pastikan aspek keselamatan dan lingkungan diperhatikan secara ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (tri)

Gubernur Pastikan Kesiapan Pelayanan Dapur Umum Jelang Haul Sekumpul

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan kesiapan pelayanan dapur umum, serta penyediaan air bersih untuk mendukung pelaksanaan Haul Guru Sekumpul mendatang. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan peninjauan kelengkapan sarana pendukung bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa sudah ada empat unit dapur umum yang siap digerakkan kapanpun dan di titik manapun sesuai kebutuhan. Dapur umum tersebut nantinya akan diuji coba pada pelaksanaan Haul di Sekumpul sebagai upaya memastikan kelancaran pelayanan konsumsi bagi jamaah.

“Sudah ada empat dapur untuk digerakkan dimanapun. Nanti kita uji coba dulu saat Haul Sekumpul, kita lihat berapa titik yang diperlukan. Ditambah dari provinsi juga ada berapa. Jadi ini untuk mempersiapkan area-area berisiko saat pelaksanaan haul,” kata H. Muhidin, Banjarbaru, Rabu (5/11/2025).

Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga meninjau tiga unit mobil pengolah air minum yang dapat mengolah air keruh menjadi air layak konsumsi. Unit tersebut nantinya ditempatkan di titik-titik strategis, terutama lokasi dengan potensi kebutuhan air tinggi.

“Ada tiga mobil air minum yang bisa mengolah air apapun menjadi layak minum. Ini akan kita sajikan di titik-titik rest area. Apabila nanti terjadi kekurangan, layanan ini bisa langsung digunakan,” jelasnya.

Gubernur H. Muhidin juga menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dan Kepolisian Daerah Kalsel (Polda Kalsel), sehingga tanggung jawab dalam pelayanan kepada jamaah dapat berjalan efektif dan terpadu.

“Pemerintah dan Polri sudah siap. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Semua kita siapkan dengan baik,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan sarana dapur umum dan penyediaan air bersih ini, diharapkan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah yang datang dari berbagai daerah. (tri)

Thunder Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan Jadi 8-0

0
Thunder Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan Jadi 8-0
Shai Gilgeous-Alexander (kiri) mencetak 30 poin saat tim tamu Oklahoma City Thunder meraih kemenangan 126-107 atas Los Angeles Clippers pada Selasa (4/11). (Foto: AP)

Link, Jakarta – Oklahoma City Thunder terus menunjukkan performa impresif dengan menumbangkan Los Angeles Clippers 126-107, Selasa (4/11) waktu setempat. Kemenangan ini membuat Thunder mempertahankan catatan sempurna 8-0 sekaligus mencetak rekor kemenangan beruntun terpanjang di awal musim dalam sejarah franchise.

Shai Gilgeous-Alexander tampil gemilang dengan 30 poin dan 12 rebound melawan mantan timnya, sementara Isaiah Joe menambah 22 poin. Aaron Wiggins dan Cason Wallace masing-masing menyumbang 12 poin, sedangkan Chet Holmgren mencatatkan 11 poin dan sebuah dunk spektakuler di kuarter keempat.

Thunder sempat tertinggal 13 poin di kuarter pertama setelah James Harden mencetak 12 poin pertama Clippers. Namun, kebangkitan di kuarter kedua mengubah momentum pertandingan. Setelah sempat imbang 48-48, Oklahoma City berbalik unggul di kuarter ketiga lewat dua tembakan tiga angka dari Joe dan Gilgeous-Alexander.

Memasuki kuarter keempat, Thunder mencetak laju 17-0, menjauh 105-86 dan tak terkejar hingga akhir laga. Mereka menembak dengan efisiensi 52,3%, jauh di atas Clippers yang hanya 41,2%.

Clippers yang tampil tanpa Kawhi Leonard (cedera pergelangan kaki) dan Bradley Beal (cedera lutut) mengandalkan Harden dengan 25 poin serta John Collins yang menambah 17 poin.

Selanjutnya, Oklahoma City Thunder (8-0, 4-0 tandang) akan bertamu ke Portland pada Rabu (5/11) malam, sementara Los Angeles Clippers (3-4, 0-2 tandang) melawat ke Phoenix pada Kamis (6/11) malam.

Menuju Swasembada Gula, Kementan Kembangkan 100 Ribu Hektare Kawasan Tebu Nasional

0
Menuju Swasembada Gula, Kementan Kembangkan 100 Ribu Hektare Kawasan Tebu Nasional
Direktorat Jenderal Perkebunan Terus Memperkuat Upaya Peningkatan Produktivitas Tebu Nasional.

Link, Jateng – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu nasional guna mewujudkan target swasembada gula. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu yang dilaksanakan di Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2025).

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa kegiatan bongkar ratoon menjadi langkah strategis dalam memperbaiki produktivitas tebu nasional. “Tahun 2025, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 100.453 hektare, terdiri atas bongkar ratoon dan perluasan lahan baru. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” ujar Roni.

Roni menambahkan, pengembangan ini akan berlanjut pada 2026 dengan total luas mencapai 99.547 hektare.

Sebagai informasi, untuk Provinsi Jawa Tengah, alokasi pengembangan kawasan tebu mencapai 12.076 hektare, meliputi 11.336 hektare bongkar ratoon dan 740 hektare perluasan di 19 kabupaten. Dari total tersebut, Kabupaten Sragen mendapat target 2.547 hektare bongkar ratoon dan 41 hektare perluasan.

Roni menekankan, percepatan pendataan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) serta konsolidasi di lapangan menjadi kunci keberhasilan program ini. Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan petani agar program ini berjalan optimal. Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan pendampingan di lapangan.

Kegiatan tanam perdana dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare dengan varietas Bulu Lawang (BL) yang memiliki potensi hasil hingga 94,3 ton per hektare dan rendemen gula 7,51 persen.

“Melalui kegiatan bongkar ratoon ini, kita berharap produktivitas tebu terus meningkat, kemitraan antara petani dan pabrik gula semakin kuat, serta berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Roni.

Lebih lanjut Roni mengatakan, program ini juga berperan penting dalam memperluas lapangan kerja, memperkuat ekonomi perdesaan, dan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, mengapresiasi langkah Kementan dalam memperkuat ekosistem industri gula nasional.

“Kami siap berkolaborasi penuh dengan pemerintah dan petani untuk memperkuat industri gula nasional. Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian. Berkat kerja keras beliau serta terbitnya Permenko Nomor 12 Tahun 2025, kini petani tebu dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp500 juta per tahun secara berkelanjutan. Ini menjadi sejarah baru dalam ekosistem tebu nasional,” ungkap Mahmudi.

Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pengembangan tebu.

“Tebu merupakan salah satu potensi utama sektor perkebunan di Sragen. Karena itu, kami siap bersinergi dengan seluruh pihak agar program ini berjalan sukses dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Pemerintah Kabupaten Sragen akan berkontribusi penuh demi kesejahteraan petani dan kemajuan daerah,” ujar Suroto.

Kegiatan Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Sragen ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat tercapainya swasembada gula nasional, memperkuat hilirisasi perkebunan, serta mendorong peningkatan pendapatan petani melalui kemitraan berkelanjutan antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat.

Turut hadir saat tanam perdana, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Sragen, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), serta perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan unsur Forkopimda Sragen.

Iuran BPJS Kesehatan November 2025 Tak Berubah, Tarif Baru Berlaku 2026

0
Iuran BPJS Kesehatan November 2025 Tak Berubah, Tarif Baru Berlaku 2026
Ilustrasi kartu BPJS (Foto: Pinterest)

Link, Banjarbaru – Iuran BPJS Kesehatan ditetapkan berdasarkan tiga kategori peserta, yaitu PBPU, PPU, dan PBI. Setiap kategori menentukan besaran iuran sesuai pekerjaan serta kemampuan ekonomi peserta.

‎Besaran iuran BPJS Kesehatan untuk November 2025 masih sama seperti bulan sebelumnya. Pemerintah belum menetapkan perubahan tarif dan tetap memakai ketentuan yang berlaku.

‎Iuran tetap mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Regulasi tersebut menjadi dasar penetapan pembayaran peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

‎Peserta masih membayar iuran dengan nominal yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Penyesuaian tarif baru direncanakan berlaku pada tahun 2026 mendatang.

‎Iuran BPJS Kesehatan untuk semua kategori peserta masih tetap sama pada November 2025. Berikut rincian besaran iuran berdasarkan klasifikasi peserta yang berlaku saat ini.

‎1. Peserta Mandiri / Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)

‎Peserta mandiri merupakan individu yang bekerja secara mandiri seperti wiraswasta dan pekerja lepas. Mereka dapat memilih kelas layanan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

‎-Kelas I: Rp150.000 per orang per bulan
‎-Kelas II: Rp100.000 per orang per bulan
‎-Kelas III: Rp42.000 per orang per bulan (dengan pembayaran peserta Rp35.000 dan subsidi pemerintah Rp7.000)

‎2. Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

‎Peserta kategori ini meliputi pegawai pemerintah, TNI, Polri, BUMN, dan pekerja swasta. Iuran ditetapkan sebesar lima persen dari gaji bulanan peserta.

‎Sebanyak empat persen ditanggung pemberi kerja, sedangkan satu persen dibayar oleh pekerja. Batas maksimal gaji yang dihitung adalah Rp12 juta setiap bulan.

‎Anggota keluarga tambahan dikenakan tambahan iuran sebesar satu persen per orang. Tambahan ini berlaku bagi anak keempat, orang tua, dan mertua peserta.

‎3. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)

‎Peserta kategori ini adalah masyarakat kurang mampu yang mendapat bantuan sosial. Iurannya sebesar Rp42.000 per orang dan sepenuhnya ditanggung pemerintah.

‎Peserta PBI mendapatkan pelayanan kesehatan setara peserta lainnya di seluruh fasilitas BPJS. Kelas perawatannya ditetapkan pada kelas III sesuai ketentuan pemerintah.

Inovasi dan Dedikasi, Lima Anak Muda Terpilih di SATU Indonesia Awards 2025

0
Inovasi dan Dedikasi, Lima Anak Muda Terpilih di SATU Indonesia Awards 2025
Lima pemuda penerima penghargaan SATU Indonesia Awards 2025 atas kontribusi mereka di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi (Foto: Dokumen PT Astra)

Link, Jakarta – Lima anak muda yang menginspirasi perubahan kembali mendapat penghargaan dari PT Astra International Tbk. Mereka, mendapatkan penghargaan melalui ajang 16th SATU Indonesia Awards 2025.

Dilansir dari rri.co.id, apresiasi diberikan kepada mereka yang dinilai berhasil menghadirkan solusi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. Anak muda itu berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara hingga Jawa Timur.

“Generasi muda merupakan pencipta masa depan dengan inovasi dan kreasi. Astra ingin menjadi jembatan agar semangat dan karya anak muda bertemu dengan kebutuhan masyarakat, menciptakan perubahan yang berarti,” kata Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Penghargaan ini diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Hal inj sejalan dengan semangat kolaborasi dan dedikasi anak muda untuk kemajuan bangsa.

Djony menambahkan, penghargaan ini merupakan bentuk nyata komitmen Astra untuk mendorong perubahan positif. Serta, berkelanjutan di tengah masyarakat yang selaras.

Kelima penerima apresiasi berasal dari berbagai daerah dengan kontribusi di lima bidang utama:

1. Kesehatan: Alvin Henri (Sumatra Utara), pendiri Medsense Your Study Buddy, platform edukasi medis digital bagi lebih dari 200 ribu tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
2. Pendidikan: Imelda Riris Damayanti (DKI Jakarta), pendiri Never Okay Project, inisiatif pencegahan kekerasan seksual di ruang kerja dan pendidikan.
3. Lingkungan: Hanzalah Rangkuti (Sumatera Utara), pendiri Sumatera Trash Bank, penggerak ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.
4. Kewirausahaan: Tatag Adi Sasono (Jawa Timur), pendiri Mitra Ternak Farm, pemberdaya desa melalui peternakan domba digital.
5. Teknologi: Oka Bayu Pratama (Jawa Timur), pengembang SeeShark, aplikasi AI untuk konservasi hiu di perairan Indonesia.

Masing-masing penerima penghargaan memperoleh dana bantuan Rp65 juta. Selain itu ada kesempatan kolaborasi dengan program sosial Astra seperti Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra.