Beranda blog Halaman 614

Jangan Takut Allah Bersama Kita

0

Bismillahirrahmannirrahim
“Tenangkan hatimu, kuatkan jiwamu dan janganlah pernah kalian takut, karena Allah selalu bersamamu dimana pun kalian berada”.

Safariyansyah, Budayawan Spiritual
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Didalam QS Al Hadid 4 difirmankan:  “Wa huwa ma’akum aina ma kuntum”
“Dan Dia (Allah) bersama kalian dimanapun kalian berada”.

Penggalan ayat-ayat pendek semacam ini dalam Alquran merupakan kaidah Quraniyyah (ketentuan Alqur’an) yang dapat kita jadikan sebagai pegangan hidup.

Ketika mendengar kalimat ayat tersebut bisa saja mmemilikii banyak arti mamun yang terpenting adalah ada hal prinsip yang harus kita pahami.

Pertama, (Allah Selalu bersamamu)-

Saat kita meyakini bahwa Allah selalu bersama kita pastinya kita akan takut hendak melanggarnya. Bagaimana aku akan melanggar ketentuan Allah, menerjang larangannya sedangkan Dia (Allah) bersama ku, Dia melihat ku, Dia Hadir melihat ku?

Dia (Allah) mengetahui apa pun yang kalian lakukan. Setidaknya ayat ini akan membawa kita mencegah untuk melakukan hal-hal yang melanggar Allah.

Kedua, ayat ini juga memberi support dan keberanian kita apapun dan bagaimanapun keadaan mu, kamu sedang bersama Allah, kenapa harus takut?  Allah tidak mensia-siakan mu dan tidak juga meninggalkanmu karena Dia adalah maha pengasih dan penyayang .

Keyakinan yang semacam ini akan memberikan kekuatan dan kekokohan kita dalam hidup dan menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan dst…
Yakınlan bahwa Allah Selalu bersamamu.  Sikap dan keyakinan semacam inilah yang dimiliki para Nabi sebagai pegangan hidup.

Akisah dalam Surat Thoha 46. ketika Nabi Musa As dan Nabi Harun As diperintahkan oleh Allah menuju Fir’aun untuk mengajak kembali kejalan Allah, mengesakan Allah, Keduanya  (Nabi Musa dan Nabi Harun) merasa ragu bimbang, cemas dan semacamnya maka saat itu Juga Allah berfirman:
“Janganlah kartiu berdua khawatir, Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”.
Ketika Nabi Musa mendengar ayat tersebut “Aku bersama mu maka selesailah sudah, karena tidak ada sesuatu pun yang ditakutkan (Fir’aun dan kekuatan nya).

Begitu juga kisah dalam QS. Attaubah 40
ketika dia (Muhammad) berkata kepada Sahabatriya. Janganlah engkau bersedih, sesungguhriya Allah bersanta kita.
Merasa bahwa Allah selalu bersama kita akan membawa spirit, kekuatan, tidak pesimis dan tidak takut Allah bersama kita bermakna bahwa Allah menyelamatkan kita.

Wassalam,
Afwan

Germas Cinta Banua Sasar SMAN 1 Gambut 

0

Link, Martapura – Gerakan Remaja Sehat, Ceria, Inovatif, Tangguh dan Aktif Bangun Negeri Bersama (Germas Cinta Banua) Tahun 2024, menyasar SMAN 1 Gambut yang diresmikan oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Ketua TP PKK Kalsel Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah, Kamis (30/05) pagi.

Setiba di SMAN 1 Gambut Pukul 11.00 WITA, Paman Birin dan Acil Odah langsung menuju lokasi pemeriksaan kesehatan di salah satu ruangan sekolah, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, mengukur tinggi badan dan lainnya.

Di lokasi pemeriksaan kesehatan, tampak Paman Birin berbincang-bincang dengan anak-anak yang sudah mengantre untuk diperiksa. Sementara Acil Odah dikerumuni siswi-siswi yang ingin bersalaman atau pun sekadar mengajaknya untuk berfoto bersama.

Setelah meninjau lokasi pemeriksaan kesehatan, Paman Birin dan Acil Odah disambut kesenian hadrah khas Banjar hingga menuju lokasi acara utama, selanjutnya ada juga penampilan tarian penyambutan dari Sanggar Tari SMAN 1 Gambut.

Germas Cinta Banua itu sendiri, merupakan program edukasi pentingnya menjaga kesehatan di kalangan siswa yang digagas Acil Odah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Dibawah nahkodanya, pilot project program Germas Cinta Banua berlokasi di tiga sekolah di tiga kabupaten/kota, salah satunya di SMAN 1 Gambut Kabupaten Banjar.

Menurut Acil Odah, untuk tahun 2024, Germas Cinta Banua hanya dilaksanakan di tiga lokasi, dan kedepannya, akan terus ditambah ke seluruh tingkatan sekolah-sekolah yang ada di Banua Kalimantan Selatan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah mendorong sekolah untuk membudayakan hidup sehat mulai dari lingkungan sekolah. Anak-anak sekolah menjadi harapan masa depan kemajuan Banua untuk menjemput Indonesia emas di masa yang akan datang,” ujarnya.

Acil Odah berharap gerakan ini nantinya tidak hanya menyasar sekolah SMA sederajat, tetapi menjadi gerakan yang cakupannya akan diperluas, mulai dari satuan pendidikan PAUD, SD hingga SMP yang ada di seluruh Kalimantan Selatan diharapkan dapat melaksanakan gerakan hidup sehat melalui program Germas Cinta Banua tersebut.

Menurut Istri Gubernur tersebut, output dari gerakan ini diharapkan dapat terbangun komitmen bersama antara sekolah maupun siswa untuk membudayakan hidup sehat, ceria, inovatif, tangguh dan aktif menyongsong masa depan Kalsel sebagai Gerbang Ibu Kota Nusantara nantinya.

“Lewat gerakan hidup sehat dari sekolah ini lah, maka pelajar akan siap menghadapi tantangan di masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya mengatakan, SMAN 1 Gambut sebagai lokasi terakhir dari Program Germas Cinta Banua begitu istimewa dengan siswa-siswinya yang luar biasa semangat.

Paman juga memotivasi para siswa dengan menceritakan perjuangannya sewaktu dirinya masih sekolah. Mulai dari SMP, Paman Birin sudah menjadi ketua OSIS, begitu pun sewaktu SMA hingga perguruan tingginya dirinya selalu senang berorganisasi.

“Artinya, jangan pangoler. Menjadi pemuda harus memiliki cita-cita tinggi dan harapan yang tinggi. Akan tetapi jangan sampai cita-cita maupun harapan itu tidak diiringi dengan doa. Mintalah doa kuitan, insya Allah segala hajat kita di kabulkan. Dan Alhamdulillah, dengan proses yang panjang itu saya bisa menjadi Gubernur seperti sekarang,” ucap Paman Birin diiringi tepuk tangan yang meriah.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk komitmennya untuk meningkatkan fasilitas di sekolah, Paman Birin juga memberikan hadiah kepada sekolah yakni dengan janji akan mempaving halaman SMAN 1 Gambut.

Lalu Paman Birin memanggil 10 dengan pertanyaan nama-nama ikan dan cara membuat gangan waluh, kesepuluhnya mendapat hadiah uang total 4,5 juta. Selanjutnya Paman Birin juga membagikan uang kepada puluhan siswa yang maju sebanyak Rp100 ribu per orang.

Seusai memberikan sambutan, Paman Birin dan Acil Odah mengundi kupon yang akan mendapatkan hadiah doorprize sepeda motor dan kulkas. Maulida mendapatkan kulkas, dan Muhammad Zakir mendapat motor.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Gambut Indriyono menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Paman Birin dan Acil Odah, menurutnya beliau merupakan Gubernur pertama yang mendatangi sekolah tersebut.

“Terima kasih atas kunjungan yang luar biasa ini, terima kasih juga telah menjadikan sekolah kami dalam pelaksanaan program Germas Cinta Banua,” ucapnya. (tri)

Gunakan Visa Non Haji, Ini Keputusan Syuriah PBNU

0
fatwan Syuriah PBNU tentang visa non haji
Syuriah PBNU memutuskan haji dengan visa non haji atau tidak prosedural itu sah, tetapi cacat dan pelakunya berdosa.

Link, Jakarta – Masih maraknya masyarakat menggunakan visa non haji untuk menuanaikan ibadah haji, kini menjadi perhatian khusus Syuriyah Pengurus Besar Harian  Nahdlatul Ulama ( Syuriah PBNU).

Akhirnya Syuriah  PBNU memutuskan haji dengan visa non haji atau tidak prosedural itu sah, tetapi cacat dan pelakunya berdosa. Keputusan ini menjadi salah satu hasil musyawarah Pengurus Besar Harian Syuriyah NU yang digelar pada 28 Mei 2024 di Jakarta.

Musyawarah dipimpin oleh Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar dan Katib Aam KH Ahmad Said Asrori. Musyawarah berlangsung secara hybrid, daring dan luring, diikuti KH. Afifuddin Muhajir, KH. Musthofa Aqiel Siraj, KH. Masdar F Masudi, KH. Sadid Jauhari, KH. Abd Wahid Zamas, KH. Kafabihi Mahrus, KH. M Cholil Nafis, KH. Muhibbul Aman Aly, KH. Nurul Yaqin, KH. Faiz Syukron Makmun, KH. Sarmidi Husna, KH. Aunullah A’la Habib, KH. Muhyiddin Thohir, KH. Moqsith Ghozalie, KH. Reza A Zahid, KH. Tajul Mafakhir, Habib Luthfi Al-Athas, dan KH. Abd Lathif Malik. Sementara hadir dalam musyawarah perwakilan dari Kementerian Agama RI, Staf Khusus Menteri Agama RI Ishfah Abidal Aziz dan Direktur Bina Haji Arsad Hidayat

“Musyawarah Pengurus Besar Harian Syuriyah memutuskan bahwa haji dengan visa non haji (tidak prosedural) adalah sah akan tetapi cacat dan yang bersangkutan berdosa,” demikian dikutip dari Lampiran Keputusan Pengurus Besar Harian Syuriyah NU, Kamis (30/5/2024).

Putusan Syuriah PBNU ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Pertama, syarat utama dari ibadah haji adalah istitha’ah (memiliki kemampuan) dalam berbagai aspeknya, mulai mampu secara materi untuk biaya haji dan biaya keluarga yang ditinggalkan, mampu fisik dengan kesehatan yang baik untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji hingga mampu untuk menghadirkan rasa aman selama berada di Tanah Suci. Secara umum, kemampuan fisik (badan), bekal dan transportasi menjadi hal yang paling utama dalam istitha’ah seseorang dalam ibadah haji maupun umrah. Ketiga syarat istitha’ah ini telah diatur dengan baik oleh otoritas lembaga pelaksana ibadah haji, baik pemerintah atau negara yang memberangkatkan jemaah haji (termasuk Indonesia) maupun pemerintah yang menjadi penguasa wilayah sebagai lokus pelaksanaan ibadah haji (Kerajaan Arab Saudi). Pengaturan tersebut, salah satunya adalah pembatasan kuota haji.

Kedua, di Indonesia, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, terdapat dua jenis visa haji indonesia yang legal, yaitu visa haji kuota Indonesia (kuota haji reguler dan haji khusus) dan visa haji mujamalah (undangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi). Haji dengan visa mujamalah ini populer dengan sebutan haji furoda, yakni haji yang menggunakan visa undangan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Jemaah yang menggunakan visa ini wajib berangkat melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Ketiga, banyak oknum yang memanfaatkan situasi antrean panjang beribadah haji dengan melakukan penawaran haji menggunakan visa non haji (bukan visa haji). Banyak penawaran berhaji tanpa antre dengan visa ziarah multiple (kunjungan berulang), visa ummal (pekerja), visa turis, visa umrah, dan jenis visa lainnya. Praktik haji seperti ini adalah praktik haji non prosedural, karena haji non kuota.

Keempat, banyak masyarakat yang tergiur haji menggunakan berbagai jenis visa tersebut. Haji non prosedural dianggap menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak sabar menunggu antrean haji yang cukup lama. Namun, banyak masyarakat yang tidak mempertimbangkan berbagai faktor sebagai akibat dari haji non prosedural. Mereka tidak memahami regulasi, tidak mengetahui hak-haknya, dan tidak mengutamakan sisi pelindungan sebagai WNI di luar negeri. Berbagai faktor tersebut yang sering tidak terinformasikan dan tidak dipertimbangkan masyarakat secara matang sebelum memilih haji non prosedural.

Kelima, keberadaan para jemaah haji non prosedural menjadi persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya. Karena mereka haji tanpa visa haji, maka kehadiran mereka di Tanah Suci menjadi ilegal. Mereka tidak tercatat secara resmi sebagai jamaah, baik menurut negara asal maupun bagi negara tujuan. Saat mereka hadir di Padang Arafah untuk wukuf, mereka tidak memiliki kuota lokasi tempat atau maktab sehingga mereka kadang mencaplok tenda maktab bagi jamaah haji resmi. Pencaplokan tenda merupakan bentuk kezaliman kepada pihak lain dan tidak layak dilakukan hanya untuk egoisme pribadi dalam menunaikan ibadah. Selain itu, jika mereka bermasalah hukum, dampaknya bukan mereka sendiri yang dijatuhi hukuman oleh pemerintah Arab Saudi, akan tetapi juga tentu mereka merepotkan pemerintah Indonesia, karena mereka adalah Warga Negara Indonesia.

Menurut keputusan musyawarah Pengurus Besar Harian Syuriyah NU, haji visa non haji (tidak prosedural) sah, karena visa haji bukan bagian dari syarat-syarat haji dan rukun-rukun haji dan larangan agama yang berwujud dalam larangan pemerintah Arab Saudi bersifat eksternal (راجع إلى أمر خارج).

Sedangkan hajinya dianggap cacat dan yang bersangkutan berdosa karena beberapa hal berikut:

  1. karena melanggar aturan syari’at yang mewjibkan menaati perintah ulil amri dan mematuhi perjanjian (يا أيها الذين آمنوا أوفوا بالعقود)
  2. Praktik haji dengan visa non haji bertentangan dengan syariat. Orang yang haji dengan menggunakan visa non haji (tidak sesuai prosedur/ilegal) bertentangan dengan substansi syariat Islam karena praktik haji tidak prosedural ini berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan juga jamaah haji lainnya.

Praktik haji ilegal selain telah mencaplok (ghashab) tempat yang menjadi hak tempat yang disediakan untuk jamaah haji resmi, mereka juga memperparah kepadatan jamaah di Armuzna maupun di Makkah, yang borpotensi mempersempit ruang gerak jamaah haji resmi sehingga dapat menimbulkan madharat bagi diri sendiri dan juga jamaah lain.

Syuriah PBNU merekomendasikan agar pemerintah melakukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan haji non prosedural. Hal ini perlu sosialisasi regulasi tentang larangan haji non prosedural secara optimal. Dan sosialisasi tersebut dapat dipandang sebagai bentuk amar ma’ruf yang dianjurkan oleh Islam. (spy)

Sebagian Besar Anggaran Stunting Untuk Biaya JKN

0
terungkap anggaran stunting untuk biaya jkn
RDP Komisi 2 dan 3 DPRD Banjar ungkap jika anggaran stunting yang bersumber dari APBN sebagian besar untuk biaya JKN.

Link, Martapura – Dari total 118 Miliar anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagian besar anggaran tepatnya Rp97 Miliar dipergunakan untuk biaya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Fakta bahwa anggaran stunting Kabupaten Banjar sebesar Rp118 Miliyar sebagian besar justru dipergunakan untuk biaya JKN diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, Yasna Khairina.

“Jadi bukan hanya untuk stunting to. Dari total 118 Miliar anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), untuk biaya JKN saja sudah Rp97 Miliar, hal ini bertujuan agar masyarakat di Kabupaten Banjar jadi peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya kepada pewarta usai mengikuti gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Banjar terkait anggaran stunting (29/5/2024).

Lebih jauh Yasna yang tak sempat menghadiri RDP akibat Kadinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dian Marliana walk out tersebut, mengjelaskan sisa anggaran lainnya, disalurkan diberbagai program penanganan stunting. Seperti melalui program kampanye pemberian tablet tambah darah dan kegiatannya lainnya yang tersebar di 25 Puskemas yang ada di Kabupaten Banjar.

“Tapi untuk total besarannya saya tidak hapal banyak, yang jelas programnya sudah disebar di 25 Puskemas,” jelasnya, sembari berlalu meninggalkan sejumlah pewarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Berdasarkan data pada Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), angka balita berpotensi stunting di Kabupaten Banjar terus terjadi peningkatan. Berada di angka 26,4 persen pada 2022, di 2023 kasus potensi stunting terjadi peningkatan sebesar 30,1 persen. Tepatnya, prevalensi stunting bertambah sebesar 3,7 persen.

Mendapati kenyataan tersebut, DPRD Kabupaten Banjar pun mengagendakan Rapat Dengan Pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan Komisi IV dengan menghadirkan Dinkes, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), serta Bappedalitbang Kabupaten Banjar pada Rabu (29/5/2024). (zainuddin)

Bupati Banjar Enggan Sikapi Walk Out Kadinsos P3AP2KB

0
Kadinsos P3AP2KB walk out
Saidi: “Orang tidak bersalah ngapain ditindak tegas,”

Link, Martapura – Keinginan kalangan DPRD Banjar agar Kadinsos P3AP2KB Banjar Dian Marliana mendapatkan sanksi tak ditanggapi Bupati Banjar H Saidi Masyur.

Bupati Banjar, H Saidi Mansyur terkesan tak ambil pusing dengan ketersinggungan DPRD Kabupaten Banjar terhadap aksi walk out yang dilakukan Kadinsos P3AP2KB Banjar Dian Marliana saat rapat gabungan antara Komisi II dan Komisi IV DPRD Banjar terkait penanggulangan stunting.

“Orang tidak bersalah ngapain ditindak tegas,” singkat Bupati Banjar H Saidi Mansyur, saat ditanya pewarta usai peresmian pasar hewan di Padang Panjang, Karang Intan, , Kamis (30/5/2024).

Seperti diketahui, merasa tertekan atas cecaran anggota DPRD Banjar pada Rapat Dengan Pendapat (RDP) terkait angka stunting, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana walk out.

Sikap tersebut ditunjukkan Kadinsos P3AP2KB Dian Marliana usai lelah memberikan berbagai klarifikasi dan penjelasan, terkait upaya dalam melakukan kegiatan penanganan dan penggunaan anggaran stunting 2023 – 2024 sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat digelaran

Ketua Komisi 2 DPRD Banjar Irwan Bora menyarankan agar Dian Marliana mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas jika tidak sanggup menjadi Abdi Negara.

“Dia langsung tersinggung dan meninggalkan ruang rapat gabungan. Atas sikapnya tersebut jelas kami sebagai wakil rakyat merasa tersinggung karena rapat masih belum selesai, ini suatu pelecehan,” tegasnya.

Atas sikap Kepala Dinsos tersebut, Irwan Bora memastikan akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke Pimpinan DPRD Kabupaten Banjar, serta mengajak 45 anggota dewan agar menggunakan hak politisnya.

“Perilaku Kepala Dinsos ini tidak pantas, dan suatu pelecehan. Kalau memang tidak mau jadi PNS, bosan jadi Abdi Negara, ya…minta pensiun dini saja, kan beres. Jangan berprilaku tidak sopan, itu sikap yang tidak punya etikan dan pendidikan. Jelas kami tersinggung,” katanya. (zainuddin)

Blusukan Ke Sumsel, Jokowi Telpon Dirut PT PLN

0
blusukan ke sumsel
Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Sumsel untuk melakukan kunjungan kerja melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 30 Mei 2024. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Link, Sulsel – Perhatian Presiden Jokowi terhadap program pembangunan di wilayah Nusantara tak perlu diragukan lagi. Blusukan ke daerah-daerah kerap kali dilakukannya, utamanya kala melakukan kunjungan kerja seperti di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis, 30 Mei 2024.

Setibanya di Bandara Silampari, Kota Lubuklinggau, Jokowi langsung melanjutkan menuju Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumsel  untuk meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Jokowi bercerita saat kunjungannya, ia menelpon Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Jokowi melihat masalah pada rumah sakit ini yakni kekurangan listrik.

“Sehingga tadi saya langsung telepon Dirut PLN Untuk menyelesaikan secepat-cepatnya. Bukan hanya di rumah sakit saja, tapi di seluruh kabupaten Musi Rawas Utara,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers.

Jokowi mengatakan, hal ini kemudian disanggupi oleh Darmawan.

Kemudian terkait dengan pelayanan rumah sakit, eks Gubernur DKI Jakarta mengatakan rumah sakit ini sudah mendapatkan bantuan fasilitas peralatan operasi hingga alat CT Scan.

Ia juga melihat Sumber Daya Manusia (SDM) pada rumah sakit ini sudah cukup memadai, karena sudah memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap.

“Saya senang SDM-nya cukup yang biasanya saya lihat di rumah sakit lain selalu menjadi masalah adalah dokter spesialisnya,” kata Jokowi.

Setelah itu, Kepala Negara akan menuju Pasar Lawang Agung untuk meninjau harga komoditas sekaligus menyerahkan bantuan bagi pedagang.

Pada siang harinya, Presiden akan menuju Kabupaten Musi Rawas untuk meninjau fasilitas dan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Sobirin. Selepas itu, Kepala Negara akan menuju Kota Lubuklinggau untuk meninjau Gudang Bulog Lubuklinggau, Sumsel sekaligus menyerahkan bantuan pangan bagi para penerima manfaat. (spy)

Syekh H Abdullah Khotib Pengarang kitab Riyadul Jannah

0

Link, Martapura – Walau diguyur hujan, peringatan haul ke 104 Syekh H Abdullah Khotib di kubah almarhum di Desa Tungkaran Kecamatan Martapura, antusias jamaah tetap tinggi Rabu (29/5/2024) malam.

Guru Muhammad yang membacakan manaqif Syekh H Abdullah Khotib mengatakan, almarhum merupakan sosok ulama yang mashur, lahir di Desa Dalam Pagar pada hari Jumat tahun 1273 H atau 1857 M, anak dari Dari Muhammad Soleh dan Semara.

Dikatakan, beliau sangat tekun dalam mempelajari ilmu agama dan berguru dengan para ulama besar yang masyhur kewaliannya. Setelah lama belajar beliau melanjutkan belajar ilmu agama ke Mekkah dengan berguru beberapa ulama disana. Selama di Mekkah sempat mengarang kitab Riyadul Jannah yang dipersembahkan untuk anak beliau Miftahul Jannah yang saat itu datang untuk melaksanakan ibadah haji.

Beliau juga salah seorang tokoh masyarakat yang menjadi rujukan. Rumah beliau tidak pernah sepi dari tamu yang datang untuk bermusyawarah baik kalangan ulama maupun masyarakat.

Tidak hanya menuntut ilmu agama, beliau juga tidak lupa untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan berdagang dan bercocok tanam. Memiliki 3 istri yang masing-masing mendapat keturunan 4 dari istri pertama, 5 dari istri kedua dan 7 dari istri ketiga. Beliau wafat pada tahun 1920 M atau 1339 H.

Sementara KH Hasanuddin dalam tausiahnya menyoroti tentang adanya perempuan yang ikut serta ke pemakaman ketika hendak mengubur orang yang meninggal dunia. Padahal hal tersebut dilarang oleh ajaran agama.

“Meskipun suaminya yang meninggal tidak boleh, haram hukumnya perempuan ke kubur umpat (red: ikut) mengubur,” ujar Guru Hasanuddin yang juga mengajak jemaah untuk mengamalkan ilmu yang didapat dengan sebaik baiknya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wabup Banjar Habib Idrus Al Habsyi. (wahyu/BBAM)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Kanwil Kemenkumham Kalsel

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar meletakan batu pertama pembangunan gedung Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Selatan bersama jajaran stakeholder di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel yang berlokasi di Jalan Bina Praja Timur, Cempaka, Kota Banjarbaru pada Rabu (29/5) pagi.

Kegiatan itu turut disaksikan oleh Staf Ahli Menkumham RI, Kemenkeu RI, Kanwil ATR/BPN Kalsel, Kajati Kalsel, Ka. BNNP Kalsel, DPRD Kalsel, Polda Kalsel dan sebagainya. Di acara, terdapat miniatur denah lokasi pembangunan Gedung Kanwil Kemenkumham Kalsel yang baru.

Pembangunan ini bekerjasama dengan PT. Ardi Pratama Konsultan (Konsultan Perencana), CV. Mahoni (Konsultan Pengawas), PT. Sanur Jaya Utama (Kontraktor). Dan waktu pelaksanaan selama 230 hari.

Peletakan batu pertama dilakukan Sekdaprov bersama para pejabat lainnya dengan alat sekop, sebagaimana bentuk simbolis untuk pembangunan Gedung Kanwil Kemenkumham Kalsel yang baru dengan anggaran senilai Rp25 Miliar.

Dalam sambutan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi setinggi-tinggi telah menyelenggarakan acara peletakan batu pertama Gedung Kemenkumham Kalsel di kawasan komplek perkantoran ini.

“Semoga, berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang menghalangi proses pembangunan Gedung Kemenkumham Kalsel yang baru di sini. Diharapkan dapat diselesaikan dengan waktu yang tepat,” ungkap Roy Rizali Anwar

Roy Rizali juga menyampaikan, anggaran pembangunan kantor perlu ditingkatkan lagi sesuai kebutuhannya dengan strategi kerjasama yang baik.

Sesuai pengalaman sebelumnya, Roy Rizali pun menyarankan agar pengalaman pembangunan Kantor Kejati Kalsel dan Polda Kalsel, yang telah melakukan kerjasama dengan baik antar stakeholder terkait menjadi perhatian.

Adanya peletakan batu pertama itu, Roy Rizali berharap pembangunan kantor baru ini dapat menunjang kerja Kemenkumham Kalsel ke depan. Dengan tempat strategis ini, pihaknya menginginkan fungsi dalam perlindungan hukum dan penegakkan HAM dapat tercipta dengan baik.

“Ke depan, Kemenkumham Kalsel banyak tugas untuk melakukan strategi pengelolaan dalam menuntaskan kasus kriminal dan narkotika. Sehingga, jumlah napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dapat mengalami pengurangan. Dengan adanya gedung baru, kantor Kemenkumham Kalsel jadi tempat yang representatif dan pelayanan terbaik, maka demikian yang dapat saya sampaikan dengan beberapa materi tadi,” akhirnya dalam sambutan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sosial Kemenkumham RI, Kosmas Harefa memberi rasa hormat setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Selatan Paman Birin yang telah mendukung pembangunan kantor baru Kemenkumham Kalsel yang representatif ini.

“Saya menitipkan salam ke Bapak Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar untuk menyampaikan pesan ke Bapak Gubernur Paman Birin. Adanya fasilitas yang lengkap, kita berharap ada kemajuan signifikan nantinya,” tutur Harefa, eks Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Marves RI itu.

Harefa mendorong Kemenkumham Kalsel agar memberikan pelayanan yang lebih cepat, efesien dan profesional. Sehingga ia memberikan pesan, pelayanan publik harus ditingkatkan lagi agar masyarakat terpenuhi dengan baik.

Hal itu menurutnya akan terbangun sebuah dedikasi sebuah lembaga untuk masyarakatnya. Dalam membangun kepercayaan publik atas pelayanan yang diberikan.

“Pembangunan kantor baru Kemenkumham Kalsel ini nantinya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dengan tempat yang strategis ini di kawasan kantor pemerintahan, semoga kalau memang nanti semua aspek tugas-tugas kita dapat dijalankan dengan sesuai fungsinya itu,” ujarnya.

Harefa juga mengetahui langsung kapasitas jumlah napi di Kalimantan Selatan kian meningkat, sebanyak 90.778 orang yang menghuni di penjara atau bui. Artinya, dia menyebut 72% itu harus diintervensi atau menurunkan jumlah angka napi tersebut.

“Ini juga harus ada kolaborasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, misalnya dengan Operation Justice. Semoga, seluruh jajaran Kemenkumham Kalsel dapat menjalankan tugasnya lebih optimal lagi,” tegas Harefa.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Kalimantan Selatan, Taufiqurrakhman turut berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sebanyak 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT), dirinya akan terus melakukan koordinasi dan kerjasama secara bertahan untuk menciptakan pelayanan publik tersebut.

“Kami dari Kemenkumham Kalsel mendapatkan luasan lahan pembangunan sebesar 3.450 persegi meter. Dari jumlah keseluruhan luas lahan sebesar 6000 persegi meter. Semoga, tahun 2025 akan datang bahwa pembangunan lanjutan bagian kedua juga dapat dilaksanakan, ” tandasnya. (tri)

Beri Dukungan Penanggulangan Bencana, Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Kemensos RI

0

Link, Aceh – Atas dedikasi Gubernur Kalimantan Selatan dalam antisipasi penanggulangan bencana. Yakni kontribusi Memberikan Dukungan Anggaran Daerah Untuk Fasilitas Penanggulangan Bencana, Mobil Rescue, Perahu Rescue Boat dan Dapur Umum (DU).

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor menerima penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) saat di acara hari ulang tahun (HUT) ke-20 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Hari Lanjut Usia (HLUN) ke-28 di Aceh Utara, Provinsi Aceh pada Rabu (29/5/2024) pagi.

Penghargaan Kemensos RI ini pun diterima Gubernur Paman Birin untuk keempat kalinya.

Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini kepada Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammadun yang diwakili oleh Sekretaris Dinsos Kalsel, Murjani.

Gubernur Paman Birin pun mengapresiasi dan menyampaikan rasa terimakasih atas penghargaan pemerintah pusat melalui Kemensos RI.

“Penghargaan ini bukti komitmen kita dan Pemprov Kalsel dalam upaya Kesiapsiagaan bencana di Banua. Kita harus selalu siap selalu dan bergerak dalam menghadapi bencana yang terjadi,” kata Paman Birin.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinsos Muhammadun melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Achmadi yang dirinya turut menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan, penghargaan dari Kemensos RI ini sebagai bentuk keseriusan sosok Gubernur Paman Birin mengantisipasi penanggulangan bencana lewat fasilitas yang sudah diberikannya selama tiga tahun belakangan.

Disebutkan Achmadi, pasca bencana banjir tahun 2021, Pemprov Kalsel terus membenahi dan aktif dalam memfasilitasi peralatan yang kini sudah memadai.

Dan berkat dukungan Gubernur Paman Birin, peranan tagana dibawah naungan Dinsos Kalsel mendapat sorotan oleh pusat menjadi salah satu provinsi terbaik dalam antisipasi bencana.

“Ini keempat kalinya menerima penghargaan dari Kementerian Sosial RI. Dari empat tahun itu penghargaan memang berbeda-beda, dengan perhatian serius oleh Paman Birin memberikan anggaran yang begitu besar maka penghargaan ini kita dapatkan,” ungkap Achmadi.

Achmadi menjelaskan, peran tagana dalam menjalankan tugasnya juga menjadi penilaian selama 4 tahun itu mengawal kebencanaan.

Dalam kesempatan itu, Achmadi mengingat penyampaian Ibu Mensos Risma yang menyebut peran Gubernur Kalimantan Selatan sangat berdampak terhadap ketahanan daerah. Terlebih, mengantisipasi kerawanan bencana yang dihadapi oleh Indonesia, baik itu karhutla, banjir, longsor hingga angin puting beliung yang pernah terjadi di Kalsel.

“Ibu Rismaharini juga mengatakan bahwa perhatian bapak gubernur sangat konsen sekali terhadap peranan tagana ini. Satu-satunya daerah yang memberikan perhatian serius dan kontribusinya besar,” kata Achmadi.

Disamping itu, Achmadi menyebut, Pemprov Kalsel telah memberikan banyak hal selain fasilitas yaitu pembinaan khusus terhadap tim tagana. Pihaknya pun diberikan pelatihan untuk meningkatkan ketahanan bencana, sehingga ia menyebut sesuai arahan ibu menteri bahwa Gubernur Kalsel telah melakukan kontribusi nyata.

“Nomenklatur itu Bapak Gubernur Paman Birin menginstruksikan kepada kami agar terus bergerak. Melakukan sesuatu agar mengantisipasi bencana itu,” ujarnya.

Berkat program pusat yang dilanjut oleh Dinsos Provinsi Kalsel dalam kegiatan terkait Kawasan Siaga Bencana (KSB) melalui dana APBN, Paman Birin terus mendorongnya lewat anggaran APBD.

“Kita lakukan akhir tahun lalu di 2 Kabupaten yaitu Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tanah Bumbu. Dampaknya sudah sangat berarti dengan peralatan yang memadai, kita lakukan peranan itu bersama tim tagana di daerah,” paparnya.

Dengan peralatan itu, Achmadi berpesan kepada seluruh tim tagana di daerah agar lebih meningkatkan kesiagaannya dalam mengatasi bencana. Menurutnya, adanya penghargaan ini maka memicu lagi terhadap kinerja tagana ke depan.

Diketahui bahwa Tagana adalah organisasi relawan binaan Kementerian Sosial (Kemensos) yang kerap ikut serta dalam penanganan bencana dan program-program sosial. (tri)