Senin, Maret 4, 2024

Perkara KONI, Kinerja Kejari Banjarbaru Kembali Disorot LSM

Link, Banjarbaru – Penanganan perkara dugaan korupsi dana hibah Rp6,7 M Komite Olahraga Nasional Indonesia( KONI) Banjarbaru yang sudah berjalan empat tahun, kembali disorot LSM.

Aliansyah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (LSM KPK-APP) Kalimantan Selatan menuding Kejari Banjarbaru tidak serius dalam menangangi perkara KONI Banjarbaru alias masuk angin.

“Melihat perkembangan kinerja Kejari Banjarbaru belakangan ini, ternyata penanganannya sama saja dari yang sebelum-sebelumnya. Modusnya sama, kencang diawal letoy (lemah, rd) kemudian,” tuding Ali melalui pesan suara WhatsApp kepada Linkalimantan.com, Kamis 13 Oktober 2022.

Lebih lanjut Ali menyinggung kinerja Kajari Banjarbaru. menurut dia, di awal-awal kepemimpinan begitu kencang di awal sebagaimana dua pejabat Kajari Banjarbaru terdahulu.

“Tapi apa manfaatnya,  ya kalau ujung-ujungnya lemah. Panggil itu, panggil ini panggil itu, tetapi mana hasilnya? Kalau toh sudah diumumkan ada dua tersangka, itukan hanya di kepengurusan inti KONI Banjarbaru,” ujarnya.

Baca Juga  Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan Ditahan KPK

Tetapi masalahnya sebut Ali, setelah pengumuman tersangka tersebut bukankah kejaksaan kembali memanggil banyak saksi dari cabang olahraga.

“Ini untuk apa?” tanyanya.

Aktivis yang kerap menggelar unjuk rasa ini pun mengungkapkan pihaknya juga mendengar kabar sumir, terkait adanya beberapa ketua cabor KONI Banjarbaru yang telah mengembalikan uang hibah.

“Kalau kabar itu benar, itukan tidak menghilangkan pidana. Justru bisa itu dijadikan barang bukti bahwa benar terjadi kegiatan pidana. Tetapi kalau Kejari Banjarbarunya masuk angina, ya lebih baik digoyang saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kajari Banjarbaru Hdiyanto, saat dikonfirmasi terkait perkembangan Perkara KONI Banjarbaru melalui aplikasi WhatsApp tidak memberikan merespon. Hanya saja pesan yang dikirim Linkalimantan.com tanpak berwarna biru bertanda telah terbuka. (spy/oetaya/BBAM/ft:dok)

BERITA POPULER