SDN Kurang Diminati, Ini Kata Kadisdik

Facebook
Twitter
LinkedIn
kekurangan anak didik

Link, Banjarbaru – Bersekolah di SDN kurang diminati menurut Kadisdik Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo, banyak faktor yang melatarbelakanginya.

 

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 sudah usai. Hasilnya ujar Kadisdik Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo, ada empat SD Negeri yang mengalami sepi peminat atau kekurangan siswa yaitu dari Kelurahan Cempaka, Bangkal, Palam dan Kelurahan Mentaos.

 

“Yang memiliki beberapa faktor penyebab yang berbeda di keempat sekolah itu. Adanya kultur budaya yang berbeda di beberapa tempat di Banjarbaru menjadi penyebab utama,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Kamis (4/8/2022).

 

Kata Dedy, Kemenag juga mulai konsen untuk menyikapi kultur yang ada di daerah tersebut seperti membangun sekolah-sekolah agama sehingga khususnya di Cempaka terpenuhi kebutuhannya.

 

“Dari hasil monitoring kami, di Cempaka para orang tua disana lebih memilih menyekolahkan anaknya ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau pesantren ketimbang di sekolah negeri karena sudah budaya mereka,” ucapnya.

 

Penguatan karakter pun sebutnya, menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama dalam pelaksanaan penguatan pembelajaran agama Islam dan pendidikan karakter.

 

“Pembelajaran Pembiasaan Karakter (PPK) ini secara masif dilakukan di semua SD maupun SMP. Di SD ada Jum’at taqwa, sholat Dhuha kemudian Tahfiz,” ungkap mantan Kabag Humas Pemko Banjarbaru ini.

Baca Juga  Harga Cabe, Tomat dan Bawang Merah Melambung

 

Dan ini bukan hanya untuk membangun ketertarikan orang tua tambahnya lebih jauh, tapi kita ingin menghasilkan generasi yang lebih berkualitas dari segi agama.

 

Tak hanya pembelajaran agama Islam, siswa yang menganut agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu dan Budha juga akan mendapatkan tambahan pelajaran agamanya masing-masing.

 

Dedy menambahkan, saat orang tua lebih memilih memasukkan anaknya ke pondok diniyah maka ini akan tercatat sebagai anak tidak sekolah.

 

“Jadi untuk mengatasi hal itu kami sudah membangun beberapa kerjasama dalam bentuk sekolah paket A, B, dan C. Tujuanya supaya anak-anak yang di pondok Diniyah pun dapat memiliki nomor induk siswa dan bisa ikut ujian keselarasan,” pungkasnya.

 

Diketahui, di Kota Banjarbaru sendiri ada 4 SD yang sepi peminat. Yakni, SDN 2 bangkal, SDN 2 mentaos, SDN 2 palam, dan SDN 5 cempaka. Kekurangan, ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya cultur, atau memilih sekolah keagamaan.

 

“4 SD tersebut yang paling parah, kalau SDN 2 Mentaos ini kan di tengah Kota, mengapa bisa kurang. Karena lingkungan sekitar memang, banyak masyarakat pensiunan,” tutup Dedy. (juwita/wahyu/BBAM)