Link, Martapura – Tingkatkan minat baca dan budaya literasi di Kabupaten Banjar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar menggelar pembekalan konten kreatif bagi peserta Lomba Video Konten Literasi di aula setempat pada Selasa (12/5/2026) pagi.
Mengusung tema “Perkembangan Perpustakaan dan Pembangunan Literasi”, kegiatan tersebut menyasar generasi kelahiran akhir 1990-an hingga 2000-an (Gen Z) dan generasi kelahiran 1980-an hingga 1990-an atau generasi milenial.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terbagi dalam kategori pelajar/mahasiswa serta masyarakat umum. Kepala Dispersip Banjar, Kencana Wati mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar kompetisi teknis, tetapi juga menjadi strategi untuk melibatkan generasi muda dalam membangun budaya literasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.
“Kami ingin generasi muda aktif berkontribusi membangun budaya baca di Kabupaten Banjar. Mereka sangat dekat dengan teknologi informasi dan memiliki kemampuan di bidang sinematografi serta komunikasi digital. Potensi itulah yang kami rangkul,” ujarnya.
Para peserta diberikan waktu selama satu bulan untuk menyempurnakan karya melalui sesi pembekalan khusus. Langkah tersebut dilakukan agar video yang dihasilkan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menyampaikan pesan literasi secara kuat dan kreatif.

“Video akan dinilai oleh tiga dewan juri. Nantinya dipilih 10 karya terbaik yang mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan. Selain itu, karya terbaik juga akan dikirim ke Perpustakaan Nasional di Jakarta. Tahun lalu, perwakilan Kabupaten Banjar berhasil menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional,” ungkapnya.
Sedangkan mengenai hasil pemenang lomba, lanjut Kencana Wati, rencananya akan diumumkan pada akhir Juni mendatang.
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Dispersip Banjar, Salhah turut menambahkan bahwa pembekalan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan teknis, standardisasi kualitas, dan promosi digital.
“Peserta diberikan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, penyusunan narasi melalui storytelling kreatif, hingga strategi mempromosikan budaya baca melalui media sosial. Pembekalan ini diharapkan membuat peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menjadi agen literasi kreatif di era digital,” harapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Nabila Shofa, serta Aiptu Heri Sevi Anton dari Polres Banjar.(znd/link)






