Link, Martapura – Dalam upaya mempercepat program penurunan stunting, Pemerintah Kecamatan Aranio bersama para pemangku kepentingan menggelar Rembug Stunting di Desa Tiwingan Lama, Senin (20/7/2026).
Mengusung tema “Cukupi Gizi, Lengkapi Imunisasi dan Sanitasi”, kegiatan tersebut dipimpin Camat Aranio, Rija Rusadi, serta dihadiri seluruh aparat Desa Tiwingan Lama, Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat desa.
“Untuk mendukung program percepatan penanganan stunting di tingkat desa, Pemerintah Desa (Pemdes) telah mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pembangunan jamban sehat, penyediaan air bersih, hingga pelatihan kader,” ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Rija Rusadi, upaya tersebut tidak akan cukup tanpa adanya kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong.
“Seperti kegiatan edukasi yang dilaksanakan bidan perlu didukung kader yang melakukan pemantauan secara intensif, didampingi PKK, sehingga orang tua dapat memenuhi kebutuhan gizi anak,” katanya.
Selain mengajak seluruh pemangku kepentingan berkomitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting, Rija Rusadi juga mengingatkan sejumlah faktor yang berpotensi memicu tingginya angka stunting di Kabupaten Banjar.
“Beberapa penyebabnya antara lain fasilitas sanitasi yang kurang baik dan higienis, kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS), pola asuh yang kurang optimal, kekurangan gizi, serta pernikahan dini,” ucapnya.
Karena itu, lanjutnya, perlu dilakukan intervensi melalui program PMT, Program Keluarga Harapan (PKH), penyediaan jamban dan air bersih, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dengan telah dilaksanakannya kegiatan hari ini, kita dapat menyepakati hasil analisis terkait siapa saja sasaran keluarga berisiko stunting dan apa saja penyebabnya. Selain itu, kita juga dapat menyepakati rencana kegiatan untuk melakukan intervensi spesifik dan sensitif yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes 2027,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Camat Aranio meminta seluruh peserta aktif berdiskusi dalam Rembug Stunting agar data yang diperoleh akurat dan intervensi yang dilakukan tepat sasaran. (znd/link)


