BerandaGaya HidupLink LifeS tyleKemenkes: 60 Juta Orang Indonesia Hipertensi, Gaya Hidup Sehat Harus Dimulai Sejak...

Kemenkes: 60 Juta Orang Indonesia Hipertensi, Gaya Hidup Sehat Harus Dimulai Sejak Dini

Link, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengingatkan masyarakat bahwa penyakit tidak menular (PTM) tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui proses panjang yang salah satunya dipengaruhi akumulasi gaya hidup selama masa produktif.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mencontohkan akumulasi gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi dan diabetes melitus (DM). Dua penyakit ini perlu dicegah dan dikendalikan sejak dini. Jika tidak ditangani, kedua penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit lain seperti jantung, stroke, dan ginjal.

“Penyakit tidak menular bukanlah penyakit yang dalam satu hari orang bisa sakit. Tapi merupakan suatu proses panjang,” ujar Siti Nadia dalam Webinar Nasional Menciptakan Lingkungan Pangan yang Lebih Sehat, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, pada orang dewasa, gaya hidup dan faktor lingkungan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap munculnya PTM. Karena prosesnya berlangsung dalam waktu panjang, risiko penyakit tersebut sebenarnya masih dapat dicegah sebelum seseorang mengalami hipertensi maupun diabetes.

BACA JUGA :  Kemenkes: Imunisasi tidak Merusak Sel dan DNA

Siti Nadia menegaskan, hipertensi dan diabetes tidak semestinya dianggap sebagai konsekuensi yang pasti terjadi ketika seseorang memasuki usia lanjut atau pensiun. “DM dan hipertensi itu bukan hadiah kalau kita pensiun. Tapi adalah penumpukan gaya hidup kita selama masa-masa kita produktif,” katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan lebih ke hulu, bahkan sejak usia remaja. Masyarakat perlu membangun kebiasaan hidup yang dapat mengurangi risiko obesitas, gangguan lemak darah, tekanan darah, dan gula darah.

Hal tersebut menjadi penting karena pola konsumsi gula, garam, dan lemak berkaitan dengan sejumlah faktor risiko PTM. Pada saat yang sama, masyarakat juga menghadapi lingkungan yang dapat secara tidak sadar mendorong konsumsi makanan dan minuman yang berisiko meningkatkan obesitas. “Kita tahu kalau ada obesitas itu menjadi salah satu penyakit tidak menular,” ujarnya.

BACA JUGA :  Berhasil Menjaga Kualitas Darah, RSD Idaman Terima Apresiasi dari Kemenkes

Besarnya tantangan pengendalian PTM terlihat dari data yang disampaikan Siti Nadia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia dan laporan global terkait hipertensi 2025, terdapat sekitar 60 juta penduduk Indonesia berusia 30–79 tahun dengan hipertensi. Hampir 80 persen di antaranya disebut belum mampu mengendalikan tekanan darah.

Sementara itu, berdasarkan laporan global diabetes 2025, terdapat sekitar 20 juta penduduk Indonesia dengan diabetes. Namun, baru sekitar 5–6 juta yang terdiagnosis dan sekitar 40 persen dari mereka yang terdiagnosis mendapatkan pengobatan secara teratur.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pencegahan dan pengendalian faktor risiko sejak sebelum penyakit berkembang. “Masyarakat perlu memahami bahwa kebiasaan yang terbentuk selama usia produktif dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan pada masa berikutnya,” pungkasnya. (sumber: Kemenkes)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BACA JUGA