BerandaLink AdvetorialKemarau Diprediksi hingga Awal 2027, Banjar Perkuat Penanganan Karhutla dan Krisis Air...

Kemarau Diprediksi hingga Awal 2027, Banjar Perkuat Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih

Link, Martapura – Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi berlangsung panjang hingga awal 2027. Kondisi tersebut tentunya berdampak terhadap krisis air bersih dan kesehatan masyarakat, tidak hanya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggulangi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para relawan guna memperkuat sinergi penanganan bencana karhutla dan kabut asap, serta krisis air bersih di salah satu resor yang ada di Kecamatan Karang Intan, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA :  Tiga Kursi Jabatan di Kecamatan Karang Intan Kosong

Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar telah mencatat 286 kejadian karhutla dengan luasan sekitar 2.000 hektare hutan dan lahan terbakar sejak ditetapkan Status Siaga Darurat pada 15 Juli 2026 lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan perkembangan bencana karhutla di Kabupaten Banjar trennya sudah mengalami penurunan.

“Mudah-mudahan pada Oktober nanti sudah ter-cover dengan cuaca musim hujan dan kejadian karhutla di tempat kita dapat berakhir,” ujarnya.

Selain menyampaikan sekitar 70 persen kejadian karhutla berhasil tertangani serta total luasan hutan dan lahan terbakar, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banjar, Wasis Nugraha, memastikan pihaknya terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Resmi Buka MTQ Nasional XLIX, Ribuan Kafilah Meriahkan Pembukaan

“Total sekitar 2,1 juta liter air bersih yang kita distribusikan. Kalau kita hitung total untuk distribusi hari ini sudah 2.100.000 liter, atau sekitar 420 rit dengan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter per hari,” katanya.

Sedangkan terkait penanganan karhutla, Wasis mengungkapkan bahwa yang menjadi konsentrasi penanganan karhutla saat ini di antaranya wilayah Kecamatan Cintapuri Darussalam, Gambut, Sungai Tabuk, serta kawasan Jalan Gubernur Subarjo dan Jalan Gubernur Syarkawi. (znd/link)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BACA JUGA