Bismillahirmannirahim
“Apa yang nampak pada diri mu, sesungguhnya itulah kadar nilai iman mu,”
Di era sekarang, kesemrawutan dalam mengarungi kehidupan di dunia terkadang begitu dominan ternampakkan. Disisi lain untuk menjadi yang terbaik (tidak semrawut) kita diperintahkan untuk selalu berbuat yang terbaik sebagaimana yang diajarkan Islam dengan Alquran sebagai panduan hidup.
SAPARIYANSYAH, BUDAYAWAN SPIRITUAL
Mencari yang Hilang, Memelihara yang Terlupakan
Pesimis dan pada gilirannya bekerja asal asalan dan tentu hasilnya pasti bukan yang terbaik. Sementara kita (manusia) merupakan ciptaan agung paling sempurna, sangat naïf jika kita menjalani sesuatu kegiatan dengan asal-asalan apalagi semrawut. Ingat!!! Di dunia ini tempatnya ujian.
Alquran mengajarkan kepada kita agar ketika hendak melakukan sesuatu amal, Alquran menganjurkan kita melakukannya dan mengamalkannya dengan yang paling sempurna (optimal).
Alquran penuh dengan ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk beramal. Karena nilai iman itu ada pada amal perbuatan.
“Dan kalakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya akan melihat pekerjaan mu,” At-Taubah 105
Dalam ayat-ayat Alquran kalimat yang menyebutkan bahwa antara orang beriman dengan beramal sholeh selalu bergandengan.
Orang yang beriman dan beramal sholeh kalimatnya selalu digandengkan. Karena arti keimanan seseorang Itu bukti imannya adalah ketika dia beramal sholeh (melakukan sesuatu kebaikan).
Alquran menganjurkan kita untuk beramal dan mengajarkan kepada kita untuk melakukan amal (perbualan) dengan cara yang terbaik.
Dalam keseharian, kita acapkali menemui beberapa tipikal manusia dalam melakukan perbuatan (amal sholeh). Diantaranya melakukan hanya sekadarnya saja, yang penting melakukan). Kemudian bekerja sungguh-sungguh dan berusaha melakukan yang terbaik (sesempurnya melakukan).
Tipe yang kedua inilah yang sudah semestinya kita lakukan, sebagaimana yang seringkali disuarakan dan dilakukan para Aulia di Negeri Serambi Makkah ini.
“Sungguh Allah cinta dengan seorang hamba apabila melakukan sesuatu, melakukannya dengan sempurna”
Kalimat mulia ini tentu saja untuk perbuatan-perbuatan mulia sebagaimana yang sudah dicontohkan para aulia/alim ulama/guru yang hidup di era sekarang maupun era jauh sebelum kita. Bukan sesuatu yang aneh saya rasa, karena Allah suka jika seseorang berbuat optimal dalam pekerjaannya.
Jujur-jujur saja, di lingkungan pekerjaan kita semua, banyak menjumpai rekan kerja yang Kinerjanya tampak kemunduran dalam segala hal. Sumbernya dikarenakan banyak melakukan sesuatu dengan asal- asalan saja.
Sementara Allah dalam firmannya menyebutkan:
“Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya” (Alkahfi: 7)
Kemudian ada lagi dalam QS. Al-Mulk Ayat 2
“Yang Menjadikan mati dan hidup. Supaya dia menguji kamu, Siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.
Jelas sudah jika dalam Alqur’an seruannya adalah lakukanlah yang terbaik (optimal). Kalau sudah begini masih ingin bekerja asal-asalan, setengah-setengah?
Afwan, Wassalam