Beranda blog Halaman 1354

Median Jalan Depan Balai Kota Ternyata Proyek Gagal

0
Median Jalan Depan Balai Kota Ternyata Proyek Gagal
Median Jalan yang dibangun Dishub Kota Banjarbaru

Link, Banjarbaru- Median jalan yang ada di depan Kantor Setdako Banjarbaru ternyata proyek gagal.

Semula pekerjaan tersebut masuk dalam kegiatan Dinas Perhubungan melalui anggaran perubahan di Tahun 2021. Namun setelah pekerjaan tersebut selesai, hasilnya tidak dengan perencanaan. Akibatnya proyek tersebut dibatalkan.

Marhain Rahman, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru kepada Linkalimantan.com, Selasa (8/3/2022), mengatakan untuk saat ini pihaknya hanya menambal sulam median yang rusak.

“Saya meminta bidang terkait untuk memeriksa dan mengganti jika ada yang perlu diganti,” ungkap Marhain Rahman.

Disinggung mengenai, pemberitaan sebelumnya yang mengatakan bahwa median tersebut merupakan non aset, mantan Kasatpol-PP Banjarbaru ini menjelaskan bahwa ia belum mengetahui banyak mengenai pengadaan tersebut, karena Ia baru menjabat sebagai Kadishub Banjarbaru.

“Biar lebih jelasnya tanyakan saja ke Bidang LLAJ, karenakan saya baru disini. Saat ini saya hanya mengkoordinir mengenai bagaimana baiknya median jalan tersebut, agar tak merusak keindahan dan juga tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Hendrawan Maulana Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan memang median tersebut statusnya non aset. Karena tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena pengadaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, maka kami membatalkan proyek tersebut dan APBDnya kami kembalikan. Kemudian pihak ketiga menghibahkan barang tersebut, karena tidak tau akan dibuat apa,” jelas Hendrawan.

Ia juga mengatakan, bahwa keputusan membatalkan proyek tersebut sudah atas persetujuan dari inspektorat Banjarbaru. Karena menurutnya jika tetap melanjutkan proyek tersebut, bisa merugikan negara maupun merugikan pihaknya dan pihak ketiga. (Wahyu/BBAM)

Resep Brownis Manis dan Legit Yang Mudah Dibuat

0
Resep Brownis Manis dan Legit Yang Mudah Dibuat

Brownies tak pernah membosankan. Karena rasanya legit dengan pekat cokelat yang enak dimakan kapan saja. Buat camilan atau dessert seusai makan gurih.

Cara membuat brownies tergolong mudah. Karena kue ini awal mula ditemukan atau dibuat sebagai kue bantat. Semua bahan-bahannya asal diaduk dan dicampur.

Sebagai isian atau taburan bisa ditambah dengan beragam bahan. Seperti chocolate chips, irisan almond, biskuit atau beragam buah kering. Rasa pekat cokelat bikin brownies disukai banyak orang.

Seperti yang telah dirangkum sumber detikfood, yang membagikan resep Brownies Manies yang super mudah dibuat. Rasa manis legitnya bikin seluruh keluarganya ketagihan. Kamu bisa membuat brownies sendiri dengan resep berikut ini.

Resep Brownies Manies

Bahan :

  • 150 g dark cooking chocolate, potong kecil
  • 40 g butter/mentega tawar
  • 2 butir telur ayam
  • 150 g gula halus
  • 40 ml minyak goreng
  • Ayak jadi satu
  • 30 g cokelat bubuk
  • 100 g tepung terigu
  • 1sdt baking powder
    Topping:
  • biskuit/chocochips/chocoballCara Membuat Brownies Manies:
  1. Taruh cokelat, menta dan minyak goreng dalam wadah tahan panas. Tim hingga leleh. Angkat, sisihkan hingga hangat.
  2. Aduk rata gula halus dan telur, tambahkan cokelat leleh dan aduk rata.
  3. Tambahkan campuran terigu dan cokelat bubuk, aduk hingga menyatu rata
  4. Tuang adonan ke dalam loyang 20×10 cm, ratakan dan beri topping sesuai selera.
  5. Panggang dalam oven yang dipanaskan hingga bersuhu 175°C 35 menit, hingga matang.
  6. Angkat, dinginkan dan potong-potong.

Pasar Galuh Cempaka yang Tak Lepas Dari Masalah

0
Pasar Galuh Cempaka yang Tak Lepas Dari Masalah
Pasar Galuh Cempaka di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Link, Banjarbaru – Dibangun 2017, aktivitas perdagangan di bangunan Pasar Galuh Cempaka di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tak kunjung ramai.

Keberadaannya hingga kini belum bernilai manfaat, utamanya bagi para pedagang. Sebaliknya, pedagang lebih nyaman beraktifitas di luar bangunan utama, itu pun aktivitasnya hanya ada di hari pasar.

Lima tahun sudah bangunan pasar yang dibangun dengan mengalahkan lapangan bola milik masyarakat Cempaka ini berdiri kokoh. Pun satu per satu sisi sisi bangunan mulai rusak . Kaca-kaca hingga pitu petak toko juga banyak yang rusak,

Rusak: Pintu dan kaca petak toko sudah banyak yang hilang

“Banyak kaca yang pecah. Petak toko sebagian besar kondisinya terlantar, sekali pun letaknya di sisi luar,” ujar Supian, warga setempat yang mendampingi Linkalimantan.com mengelilingi Pasar Galuh Cempaka, Selasa, 8 Maret 2022.

Melihat kondisi bangunan yang memprihatinkan tersebut, sepertinya menambah sengkarut masalah para proyek dengan nilai Rp6 miliar yang bersumber dari  Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

Sebelumnya, Pasar Galuh Cempaka disebutkan termasuk dalam program pembangunan 5.000 pasar se-Indonesia yang digagas Presiden RI Joko Widodo. Pada 2017. Dananya mendapat persetujuan Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri berdasarkan proposal yang diajukan Pemko Banjarbaru. Dana segar bentuk dana Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp6 Miliar pun disiapkan.

Tidak seperti pelaksanaan proyek besar lainnya, pembangunan Pasar Galuh Cempaka ini dari awal sudah bermasalah. Lahannya yang semula diajukan ternyata bersengketa. Sementara permintaan membangun pasar sudah terlanjur disetujui pemerintah pusat, begitu pun anggaran, namun permasalahan muncul lantaran bangunan pasar wajib berdiri di atas lahan tak bersengketa.

Dari yang semula akan di bangun di wilayah Kecamatan Banjarbaru, rencana membangun pasar pun dialihkan ke Kecamatan Cempaka yang lahannya tak bersengketa. Setelah pemindahan lokasi disetujui, permasalahan lain menyusul. Lelang proyek yang hanya diikuti satu peserta, berujung pada pembatalan oleh Unit Lelang Pengadaan (ULP). Tentu saja pelaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Maka lelang diulang kembali, sementara waktu kian menyempit.

Meneruskan pekerjaan dengan risiko tak rampung karena waktu yang kian sempit, atau membatalkan proyek dengan konsekwensi preseden buruk. Karena mengembalikan anggaran akan berimbas pada citra buruk pemerintah daerah yang dinilai tak serius. Tahun anggaran berikutnya bukan tidak mungkin kucuran anggaran dari APBN tersendat.

Menimbang itu, keputusan melanjutkan pekerjaan diambil meski dipastikan Rp6 Miliar anggaran tak mungkin tepakai seluruhnya. Mensiasatinya, spesifikasi bangunan, non bangunan utama dihilangkan dan akan dilanjutkan menggunakan APBD.

Lelang dilanjutkan, PT Bina Karsyam pemenangnya. Namun hingga 31 Desember 2017, kontraktor yang yang berkedudukan di Jalan Tanjung Tururuka, Keluraharan Tatura, Sulawesi Tengah ini tak dapat menyelesaikan pekerjaan. Musim penghujan dijadikan alasan pekerjaan tak selesai tepat waktu. Masalah terjadi kembali.

Kepalang tanggung, bermodal Peraturan Presiden (Perpres) 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, perpanjangan kontrak (adendum) diberikan. Apesnya. Saat adendum diberikan, Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) menutup kran pembayaran semua proyek saat bersamaan. Masalah kembali muncul.

Mencari cara mensiasati –untuk tidak menyebutnya akal-akalan- dilakukan lagi. Kantong APBD akhirnya dipilih sebagai opsi untuk membayar sisa pekerjaan di masa perpanjangan kontrak dan melanjutkan pembangunan bagian bangunan dan sarana pendukung yang belum ikut terbangun, los untuk pedagang salah satunya. Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tak berhenti di sana, giliran anggota DPRD Kota Banjarbaru yang menyoal penggunaan APBD untuk pembayaran masa adendum dan melanjutkan pekerjaan. Kendati pada akhirnya, usai berbondong-bondong datang ke BPKP, dewan menyetujui namun dengan dua syarat. Yakni harus ada ketetapan pengadilan dan keterangan hibah atas bangunan pasar dari kementerian.

Lagi-lagi muncul masalah. Karena ternyata seremoni hibah bangunan pasar baru akan dilakukan kementerian 12 – 14 September 2019. Berbarengan proses hibah bangunan pasar se-Indonesia yang jumlahnya mencapai 3.700 pasar. Belum adanya hibah itu pula, menjadi dasar belum dioperasionalkannya pasar. Sementara pembangunannya sudah selesai tahun 2017. (spy).

Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (3)

0
Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (3)
Mewarung di Mess L

Link, Banjarbaru – Dalam perjalanannya, setelah diresmikan pada 2017, banyak agenda yang dilaksanakan di Mess L. Seperti pada Oktober 2019, Walikota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani diadakannya acara “Mawarung” yang menjadi budaya khas Banua.

Mengusung tema ‘Mewarung Khas Budaya Kalimantan’, walikota mengatakan sangat bangga dengan kembali difungsikannya Mess L. Yang dulunya terbengkalai, menjadi ruang public dan taman budaya, wadah berkumpul dan menyampaikan berbagai aspirasi warga untuk Kota Banjarbaru yang lebih baik lagi. Ia mengatakan, ini bagai mimpi yang menjadi kenyataan.

Warga Kota Banjarbaru yang berhadir dalam kesempatan ini mengaku juga sangat senang dikarenakan dapat menyampaikan seluruh aspirasi kepada berbagai kalangan maupun itu Walikota Banjarbaru dan seluruh jajaran Pemerintahan maupun TNI – POLRI yang ada di Kota Banjarbaru, masyarakat juga ingin kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk sama sama bekerja sama menjadikan Kota Banjarbaru menjadi semakin baik lagi.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, mengaku bangga  mimpi yang bisa jadi kenyataan Mess L bisa dipergunakan sebagai ruang terbuka publik, taman budaya, yang bisa dipergunakan oleh seluruh masyarakat Kota Banjarbaru. Khususnya para seniman yang ada di Kota Banjarbaru, kegiatan dengan tema mewarung ini juga menjadikan suasana malam ini sangat begitu hangat.

Karena seluruh lapisan masyarakat dapat langsung memberikan pandangan dan masukan kepada Walikota Banjarbaru, yang ditujukan hanya untuk sama-sama membangun Kota Banjarbaru menjadi Kota yang lebih baik lagi.

H Nadjmi Adhani dalam kesempatan ini sangat menyambut baik seluruh aspirasi yang dikemukakan kaula muda sampai para sesepuh seniman yang ada di Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani menganggap aspirasi seperti ini sangat bagus untuk sama-sama membangun Kota Banjarbaru menjadi lebih baik lagi kedepannya, dan dalam rangkaian ini berkesempatan Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mendapatkan langsung Novel yang ditulis Sri Naida, yaitu asli orang Banjarbaru dengan novel yang berjudul AUGUSTAN, dan melakukan baegal dengan bersama sama seluruh warga Kota Banjarbaru.

Namun sayang dalam perjalanannya, apa yang sudah dirintis tersebut tak kunjung terealisasi dengan baik. Bangunan yang sudah direhab dengan baik terbengkalai begitu saja. Hingga akhirnya kepemimpinan Kota Banjarbaru berganti. Kini pasangan Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin dan Wawalikota Banjarbaru Wartono, menjadikan Mess L sebagai pusat UMKM. (bersambung)

Hujan Deras, Cempaka dan Kemuning Kebanjiran

0
Hujan Deras, Cempaka dan Kemuning Kebanjiran

Link, Banjarbaru- Diguyur hujan deras sepanjang hari membuat warga Kecamatan Cempaka dan Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru yang berhuni di pinggir-pinggir sungai cemas. Benar saja, setelah dua jam berlalu air bah pun mulai meluap dari sungai-sungai yang memang setiap tahun langganan banjir.

“Tadi air bah sempat masuk ke dalam rumah warga yang rumahnya di pinggir-pinggir sungai. Namun syukurnya kejadian itu tidak bertahan lama dan saat ini kondisinya kembali normal,” ujar Camat Cempaka Dedy Hariyadi kepada Linkalimantan.com, Senin 7 Maret 2022.

Begitu hujan turun sangat lebat katanya lebih jauh, dirinya ditemani aparat kecamatan dan kelurahan setempat langsung memantau ke lapangan. Beberapa titik-titik yang biasa terkena banjir menjadi sasaran.

“Kami juga sempat memantau kondisi embung yang ada. Begitu air yang tertampung embun meluap kami pun memantau ke sungai-sungai yang padat penduduk. Benar saja tak begitu lama sungai yang ada tak mampu lagi menampung datangnya air dan meluap hingga memasuki rumah warga,” terangnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga terjadi di bantaran Sungai Kemuning di Keluarah Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. di sana warga yang berhuni di bantaran sungai sibuk menyelamatkan barang-barang agar tidak terkena genangan air.

“Tadi sempat naik sekitar 20 cm dan masuk rumah, tapi Alhamdulillah cuma 20 menitan saja,” ungkap Icha, warga yang berhuni di bantaran Sungai Kemuning kepada Linkalimantan.com, Senin 7 Maret 2022.

Dikatakannya, sudah menjadi kebiasaan jika setiap kali turun hujan lebat lebih dari dua jam air sungai akan meluap. Selanjutnya memasuki rumah-rumah warga di sekitar.

Namun ironis, entah karena dianggap biasa namun pastinya menurut Icha menghadapi luapan air tersebut warga hanya bisa bergotong royong sesame warga yang kebanjiran. Sementara aparat pemerintahan utamanya dari pihak Kecamatan Banjarbaru Selatan tak terlihat meski hanya sekadar berkunjung. (Wahyu/BBAM)

Indonesia Berpotensi Besar Damaikan Rusia-Ukraina

0
Indonesia Berpotensi Besar Damaikan Rusia-Ukraina
Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat

Link, Jakarta-Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat menilai, Indonesia sebagai Ketua G20 bisa membantu terwujudnya perdamaian Rusia dan Ukraina serta meminta negara-negara pendukung kedua belah pihak agar dapat menahan diri.

Indonesia selama ini bersahabat baik, baik dengan Rusia maupun dengan Ukraina, apalagi Indonesia saat ini menjabat sebagai Ketua G20. Maka, Indonesia punya kesempatan emas untuk turut membantu terwujudnya perdamaian Rusia-Ukraina,” katanya dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Minggu (6/3/2022).

Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA 2016 yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA New York (1993-1998) itu menyatakan, sebagai Ketua G20, penggagas Gerakan Non Blok, dan negara berpengaruh di ASEAN, Indonesia memiliki momentum untuk mengambil langkah-langkah diplomatik guna menghentikan perang Rusia – Ukraina.

G20 atau ‘Group of Twenty’ itu sendiri merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa, yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India,

Indonesia didapuk sebagai tuan rumah atau Presidensi G20 2022 melalui serah terima dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Roma Italia pada Oktober 2021. Indonesia menerima tongkat estafet kepemimpinan G20 dari Italia, sekaligus menjadi negara Asia ke-5 yang menjadi tuan rumah KTT G20 setelah Jepang, China, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Indonesia menyambut baik tanggung jawab Presidensi G20 di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Dengan mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger” (Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat), Indonesia ingin mengajak seluruh dunia bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI  Serikat Media Siber Indonesia (SMSzi) ini lebih lanjut mengemukakan, Indonesia bukan hanya perlu memanfaatkan momentum sebagai Ketua G20 untuk mendorong perekonomian global yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19, tetapi juga perlu menjadi katalisator perdamaian dunia, khususnya menghentikan konflik bersenjata Rusia-Ukraina.

Indonesia yang memegang Presidensi G20 akan menggelar Pertemuan Puncak G20 di Bali pada November 2022. Momentum itu perlu dimanfaatkan secara optimal dengan melakukan terobosan-terobosan diplomasi yang efektif bagi kepentingan kerjasama dan perdamaian internasional.

Menurut Aat, Indonesia juga perlu mengajak Rusia dan Ukraina untuk duduk bersama dalam satu meja guna mencari solusi bagi terciptanya “win-win solution”, dimana kedua pihak bisa memperoleh apa yang diinginkan masing-masing. Meski mungkin tidak memuaskan, tetapi paling tidak di antara mereka tidak ada yang dirugikan.

Pembicaraan damai Rusia-Ukraina itu juga perlu melibatkan para mantan Dubes RI untuk Rusia dan mantan Dubes RI untuk Ukraina, karena saya yakin mereka memiliki pengalaman serta pandangan luas dan bijak terkait arti pentingnya persahabatan antarnegara,” kata Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu.

Sementara itu informasi dari Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan, Rusia merupakan mitra dagang dan salah satu sumber investasi terbesar Indonesia, dengan neraca perdagangan rata-rata dalam lima tahun terakhir sebesar USD 2,3 miliar.

Di tengah pandemi COVID-19, neraca perdagangan tahun 2020 mampu mencatat surplus di pihak Indonesia sebesar USD 16 juta, dengan total volume perdagangan sebesar USD 1,93 Miliar.

Di sisi lain, nilai investasi langsung Rusia di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebesar USD 4,6 juta dengan 202 proyek, sebagian besar di sektor industri kimia dan farmasi.

Khusus kerjasama di bidang pendidikan, saat ini tercatat sekitar 700 siswa dan mahasiswa Indonesia tengah melanjutkan studi di Rusia, sebagian di antaranya memperoleh beasiswa dari Pemerintah Rusia.

Khusus terkait hubungan Indonesia-Ukraina, beberapa waktu lalu Ketua Umum Ormas Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Kris Budihardjo melakukan kunjungan ke Ukraina, persisnya dari 14 hingga 17 Oktober 2019 untuk mempromosikan produk kreatif Indonesia di salah satu negara di Eropa Timur itu.

Pada kunjungan ke Ukraina itu ia mengajak pelaku bisnis Indonesia dari berbagai bidang usaha, seperti eksportir kopi, pengusaha bidang pengadaan alutsista/alphankam (alat utama sistem senjata/alat perlengkapan pertahanan keamanan), dan pengusaha dari asosiasi pengrajin tenun ikat. Ukraina sendiri adalah pengimpor besar minyak sawit Indonesia.

Ketika itu Dubes RI untuk Ukraina Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi menyampaikan terima kasih kepada Ketum RKIH yang membawa surat dari Presiden Jokowi terkait penunjukan Mr. Aleksander Feldman (Jr.) sebagai Konsul Kehormatan RI di kota Kharkiv Ukraina, sekaligus membawa misi memperkenalkan produk kreatif Indonesia di Ukraina.

Pada kesempatan yang sama Aleksander Feldman menyatakan kesiapannya menjalankan kepentingan RI di wilayah Kharkiv serta siap membantu peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Ukraina di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan hubungan persahabatan antara rakyat kedua negara. (net)

Dosis Vaksin AstraZeneca Banjarbaru Aman

0
Dosis Vaksin AstraZeneca Banjarbaru Aman

Link, Banjarbaru – Vaksin AstraZeneca yang dimiliki Pemko Banjarbaru yang masa expirednya tertanggal 28 Februari ternyata habis sebelum tanggal tersebut.

Demikian disampaikan Dikatakan Plt Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Abu Yajid Bustami kepada Linkalimantan.com saat dikonfirmasi masa expired vaksin yang ada di Banjarbaru.

“Memang ada yang expirednya berurutan sampai tanggal 28 Februari lalu, tapi stok vaksin punya Dinkes dan Puskesmas di Banjarbaru sudah kami habiskan pada tanggal 25 Februari lalu,” tegasnya.

Diterangkan Yajid, pihaknya sampai saat ini terus melakukan percepatan vaksinasi agar terbentuknya herd immunity bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, percepatan vaksinasi di Banjarbaru selalu giat mbak,” tuturnya.

Dalam minggu ini untuk AstraZeneca kata Yajid, akan diselesaikan para vaksinator di Kota Banjarbaru agar terpakai semua.

“Kalau terjadi kekurangan kami akan berkordinasi dengan Dinkes Kalsel atau relokasi dari Dinkes Kabupaten lain serta instansi vertikal seperti TNI dan Polri hingga BIN untuk membantu tercukupinya vaksin,” tuntasnya.

Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease pada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana menyampaikan vaksinasi di Banjarbaru hingga saat ini sudah menyampai di 86,54 persen untuk dosis 1, kemudian 75,85 persen untuk dosis 2 dan 12,94 persen untuk vaksin booster.

“Masih kurang 26,271 warga yang disuntik dosis 1 untuk mencapai 100 persen warga 12 tahun keatas. Sedangkan untuk vaksinasi anak sudah mencapai 74, 81 persen dan lansia 78,05 persen untuk dosis 1,” ucapnya. (Ita/BBAM)

Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (2)

0
Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (2)
Mess L direnovasi

Link, Banjarbaru – Pada 2017 lalu, masa pemerintahan H. Najdmi Adhani, Walikota dan Dermawan Jaya Setiawan, Wakil Walikota Banjarbaru. Melakukan pendekatan kepada Lanud Sjamsudin Noor, untuk dilakukan rehab untuk Mess L, dimana, aset bangunan ini merupakan milik TNI AU. Dengan harapan kedepan, nantinnya bisa menjadi pusat kesenian seperti Taman Ismail Marzuki.

Pada saat itu, Mess L akan difungsikan menjadi sebagai kegiatan kesenian dan budayawan, sebagai alternative Minggu Raya. Sehingga, dalam pembangunannya akan difasilitasi panggung, sebagai pendukung untuk kegiatan kesenian.

Mess L, sendiri memiliki luas sekitar 13.000 meter persegi, namun yang akan dimanfaatkan sebesar 6.987 meter persegi dengan total luas bangunan sebesar 837 meter persegi. Dan, 141 meter perseginya akan menjadi tempat panggung seni.

Renovasi Mess L, yang di kerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru ini, menyerap dana hingga Rp 3,1 M dari dana perubahan. Dengan pengerjaan yang tak buru-buru, karena mementingka kualitas yang baik.

Mess L berhasil di bangun, dan diresmikan pada 2019, tepat pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjarbaru ke-20. Peresmian Mess L ini juga, berbarengan diresmikan Gedung TIK Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, dan Kantor Kecamatan Landasan Ulin yang baru di Jalan Kenanga. Saat itu, yang langsung diresmikan oleh H. Dajdmi Adhani, Walikota Banjarbaru. (Bersambung)

Jalan di Kawasan Kantor Gubernur Jadi Ajang Balap Liar

0
Jalan di Kawasan Kantor Gubernur Jadi Ajang Balap Liar

Link, Banjarbaru –Kawasan ruas jalan yang mengelilingi Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru jadi ajang balap liar.

Di Kota Banjarbaru dan sekitar, bakat sebagai pembalap ternyata lumayan besar. Itu jika dilihat pada setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu di kawasan ruas jalan yang mengelilingi Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Karena di tiga hari tersebut ratusan unit kendaraan roda dua memenuhi kawasan tersebut. mereka datang ada yang hanya sekadar jalan-jalan namun sebagian lagi menjadi peserta balap “liar”.

“Iya, setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu di sini ramai sekali. Pokoknya setelah ashar ratusan kendaraan roda dua ngumpul di sini. Katanya sih mereka balapan liar,” ujar Trisna, kepada warga yang biasa berolah raga di kawasan tersebut setiap sore hari ini kepada Linkalimantan.com, Minggu 6 Maret 2022.

Ada satu ketika sebutnya, penggiat balapan liar yang sebagian besar anak-anak remaja tersebut kocar-kacir. Ternyata sesaat kemudian datang puluhan anggota polisi yang membubarkan acara mereka.

Ironis karena setiap kali mereka sedang balapan otomatis warga yang ingin melintasi jalur tersebut menjadi terganggu.

“Iya nih, kami mau pulang ke Palm jadi agak terganggu. Untuk lewat harus menyelesaikan mereka dulu baru bisa,” ujar pengguna jalan yang terpaksa berhenti menunggu ruas jalan sepi.

Sementara itu dari pantauan Linkalimantan.com, para “pembalap” yang berlomba sebagian menggunakan kendaraan-kendaraan yang sudah dimodifikasi. Hingar bingar bunyi knalpot ditambah teriakan-teriakan dari masing masing pendukung pembalap menjadikan kawasan tersebut sangat ramai.

“Apalagi kalau ada polisi datang, tambah ramai. Bunyi knalpot dan teriakan begitu riuh seakan menjadi komando untuk membubarkan diri,” ujar Supian warga sekitar yang mengaku senang sekali melihat balapan liar.

Suka atau tidak suka itulah realitanya. Banyak pemuda-pemuda berbakat di olahraga balap namun tidak tersalur dengan baik. Begitu juga dengan masyarakatnya. Karena ternyata yang berkumpul di kawasan tersebut sebagian bersengaja untuk menyaksikan aksi-aksi pembalap dalam memacu kendaraannya. (Wahyu/BBAM)

Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (1)

0
Mess L Yang Kini Menjadi Pusat UMKM (1)
Kondisi Mess L dulu

Link, Banjarbaru – Bangunan yang membentuk huruf L ini, dulunya sempat terbengkalai hingga akhirnya direnovasi pada tahun 2017 silam. Sebelumnya bangunan Mess L yang berada di Jl. Garuda, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara ini sangat suram dan menyeramkan. Banyak ditumbuhi pepohonan hingga menutupi, beberapa bangunan.

Bangunan yang tak terawat hingga kaca-kaca bangunan yang sudah ada yang pecah. Bangunan Mess L ini, terhitung sangat tua, karena memang bangunan tersebut peninggalan Uni Soviet. Pada zamannya bangunan ini, merupakan bangunan paling cantik yang ada di Kota Banjarbaru.

Dari berbagai sumber yang ada, bahwa pada tahun 1963 bangunan ini terlihat sangat indah dengan cat bangunan yang sangat elegan, dan diihasi dengan seni instalasi yang menambah kesan bila bangunan ini sangat mewah. Tak hanya itu, ditempat ini pula para ekspatriat dari Uni Soviet menggelar pesta, suasana ramai dengan iringan berbagai macam alat music terdengar.

Perlu diketahui bangunan Mess L ini, memang dulu sebagai miswa pekerja Rusia, pada masa kejayaan hubungan antara Indonesia dengan Uni Soviet. Pada mulanya, bangunan ini didirikan akan difungsikan sebagai, tempat untuk para staf dan insinyur Uni Soviet yang saat itu bekerja untuk Proyek Besi Baja Kalimantan.

Dimana, proyek industri ini menandai kerjasama bilateral antar Indonesia dengan Negara Eropa Timur itu di bidang ekonomi. Pada masa itu hubungan Indonesia dengan Uni Soviet memang sedang ada divase kejayaan. Banjarbaru dalam hal ini menjadi homebase para ekspatriat Uni Soviet.

Kemudian, mereka membangun kantor serta pergudangan logistic di Banjarbaru. Di hari-hari sibuk mereka, ada dua buah helikopter jenis MI4 sipil lepas landas dari Banjarbaru dan menjelajah ke daerah-daerah yang diduga memiliki potensi sumber biji besi beserta cadangan energi untuk mendukung industri.

Seiring dengan perjalanan tersebit, para staf mulai merekrut warga para pemuda sekitar untuk bekerja sebagai karyawan di proyek itu. Optimisme dan semangat menyeruak bagi Banjarbaru, karena industri ini akan menjadi awal penggerak ekonomi skala besar di Banjarbaru bahkan Kalimantan Selatan.

Namun, impian yang di depan mata tersebut dengan cepat meredup. Pada  1965, perubahan politik terjadi dalam satu malam dan kebijakan berbalik arah dalam putaran yang cepat. Para pekerja dari Uni Soviet pun, terburu-buru meninggalkan Banjarbaru.

Dimulai, sejak itulah bangunan Mess L tak terjamaah, hingga terlihat suram dan menyaramkan. Hingga Pada 2017, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru kembali membangun Mess L. (Bersambung)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Tata Kawasan Sekumpul, Pemkab Banjar Akan Perbaiki Drainase di Kelurahan Sekumpul

0
Link, Martapura - Menindaklanjuti kondisi drainase di Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang tidak berfungsi secara optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum...
Menteri LH

Menteri LH: Wali Kota Banjarbaru Harus Meraih Adipura untuk Masyarakat

0
Link, Banjarbaru - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, melakukan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah...
Tata Kelola Pemerintahan

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Pemkab Banjar Gelar FKP 2026

0
Link, Martapura - Wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar...