Beranda blog Halaman 1366

Kondisi Jembatan Pingaran Ilir Miring Diterjang Banjir

0
MEMPRIHATINKAN: Terjangan air bah yang diikuti material cabang-cabang pohon membuat kondisi jembatan kian memprihatinkan.

Link, MARTAPURA- Derasnya air bah yang melanda Sungai Riam Kiwa benar-benar membuat khawatir masyarakat yang berhuni di pinggiran sungai. Ditambah tumpukan berbagai material kembali menghantam badan jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Riam Kiwa di wilayah Kecamatan Astambul.

Material yang sebagian besar membawa dahan pohon bambu dan dahan kayu besar tersebut menghantam badan Jembatan di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul. Akibatnya kontruksi Jembatan Kayu Ulin condong ke arah hilir Sungai Martapura.

Kondisi tersebut pun tentunya menimbulkan kekhawatiran warga sekitar, seperti yang dirasakan Masfiah, warga RT07, Desa Pingaran Ilir, karena takut kontruksi jembatan ulin yang menghubungkan RT03 dan RT07 tersebut tak kuat menahan banyaknya tumpukan meterial yang tersangkut di badan jembatan.

“Kondisi jembatan sudah miring sebelumnya dan nampak lapuk, tentunya saya juga takut kalau jembatan ini ambruk. Apalagi jembatan sebagai akses satu-satunya yang kerap dilintasi anak-anak yang bersekolah di RT seberang,” ujarnya ketika ditanya Linkalimantan.com serta salah satu awak media lainnya, Rabu (12/1/2022).

Diwaktu berbeda, Kepala Desa Pingaran Ilir, Ahmad Zaini menjelaskan, setelah mendapat informasi banyak tumpukan meterial menghantam jembatan, dia pun langsung menginstruksikan agar jembatan kayu ulin tersebut ditutup sementara. Tujuannya waktu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebenarnya sejak awal banjir kemarin sudah banyak tumpukan meterial yang menghantam jembatan. Tadi malam tumpukan semakin banyak, sehingga ditutup sementara waktu. Karena saat malam hari sangat berbahaya. Setelah siangnya baru kami buka kembali dengan membatasi barang bawaan roda dua,” ucapnya.

Ditanya apakah jembatan kayu ulin pernah diajukan untuk dilakukan perbaikan?

Ahmad Zaini pun mengaku sudah mengusulkannya sejak 2016 lalu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar. “Tapi kapan realisasinya kami tidak tahu pasti. Tapi, sekitar sebulan lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar sudah meninjau langsung ke lokasi, dan kabarnya akan dibangunkan jembatan gantung tak jauh dari lokasi jembatan ulin,” bebernya.

Dengan kondisi jembatan yang sangat memprihatikan ini, Ahmad Zaini pun berharap pembangunan jembatan di RT03 yang menghubungkan RT07 tersebut dapat segera terealisasi.

“Kalau saja di 2015 tidak dilakukan rehab sementara dengan memasang rangka besi baja pada bagian dasar jembatan kayu ulin, kemungkinan sudah roboh saat ditabrak tumpukan meterial sebanyak ini. Pembersihan tumpukan meterial ini pun kemungkinan tidak akan selesai satu hari,” katanya.

Perihal tersebut pun diakui Idim selaku koordinator lapangan dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kabupaten Banjar, yang melakukan pembersihan tumpukan meterial yang menyangkut pada badan jembatan.

“Kemungkinan tidak selesai dalam satu hari. Pembersihan tumpukan meterial ini kami lakukan sejak pukul 08.00 Wita pagi, dengan menerjunkan 15 orang petugas dengan perlengkapannya,” tuturnya.

Ditempat berbeda, Ahmad Fauzi selaku Camat Astambul pun bersyukur, Pemkab Banjar melalui dinas terkait sudah memberikan tanggapan dan telah melakukan peninjauan.

“Mudah-mudahan rencana pembangunan jembatan baru di desa tersebut dapat segera terealisasi. Karena akses tersebut juga kerap dilintasi anak-anak sekolah,” pungkasnya.(zainuddin/linkalimantan.com)

Kaban BP2D Litbang Berganti, Dua Jabatan Strategis Dikosongkan

0
Kaban BP2D Litbang Berganti, Dua Jabatan Strategis Dikosongkan

Link, Martapura – Sepertinya Bupati Banjar H Saidi Mansyur inginkan rasa baru dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Banjar. Paling tidak hal itu bisa dilihat dari perubahan personel pejabat esselon dua dirasa sangat kontras dengan susunan pejabat sebelumnya.

Kaban BP2D Litbang misalnya, semula dipimpin Galuh Tantri Narindra kini dijabat Reza Dauly yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Perikanan. Sementara Galuh Trantri diberi kepercayaan memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Banjar.

Selain dua pejabat yang dikenal memiliki kemampuan teknis mumpuni tersebut, lantai II Mahligai Sultan Adam Martapura, menjadi tempat Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur didampingi wakilnya, yakni Habib Idrus Al Habsyie melantik 27 pejabat esselon dua lainnya.

Dibagian lain dari 31 kursi jabatan yang ada, jabatan Kadis Pendidikan dan Kadis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan dikosongkan.

“Kepada 30 orang JPT yang dilantik hari ini kami harapkan memiliki etos kerja yang baik. Sebab, dari 30 orang pejabat yang dilantik hari ini tidak semuanya bergeser, tapi ada juga yang masih tetap,” ujarnya Saidi, kepada sejumlah awak media, Rabu (12/1/2022).

Tak hanya itu, mantan Wakil Bupati Banjar diera sebelumnya ini menegaskan, guna mendukung percepatan roda pemerintahan, pihaknya pun akan membentuk tim evaluasi kinerja pejabat yang baru dilantik.

“Jadi selama 6 bulan, target capaian rencana strategis yang sudah kita berikan akan terus dievaluasi. Sehingga, roda pemerintahan tidak hanya berjalan cepat, namun juga memiliki integritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” harapnya.

Ditanya sejumlah awak media apakah dengan pelantikan 30 orang JPT, kekosongan jabatan pasca disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar Nomor 8 Tahun 2021 tentang penyederhanaan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Banjar sudah terisi semua?

Saidi pun mengakui masih ada dua instansi yang masih belum terisi, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar.

“Organisasi Perangkat Daerah (OPD) inikan berjumlah 32. Jadi masih ada dua OPD yang kosong. Tapi masih bisa kita lakukan dengan penunjukkan Pelaksana Tugasnya (Plt) untuk menunjang kegiatan di OPD tersebut,” katanya.(zainuddin/linkalimantan.com)

Banjir di Rantau Bakula Mulai Surut

0
ANCAMAN: Luapan air bah dari daerah hulu diperkirakan mengulang terjadinya bencana banjir di wilayah Kecamatan Martapura.

Link, Martapura – Sempat membuat warga was-was, kini warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar bisa lebih lega. Itu karena banjir bandang dengan debit air besar sempat menggenangi perkampungan dan berdampak pada rusaknya jembatan gantung yang ada di sana.

Menurut keterangan salah satu warga Desa Rantau Bakula, yakni Iday (30), kerusakan jembatan gantung yang terbuat dari rangka besi baja. Lantai dasarnya berbahan kayu Ulin tersebut akibat ditabrak berbagai tumpukan material hingga dahan pohon yang terseret arus deras luapan air Sungai Riam Kiwa. Hal itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita pasca diguyur hujan lebat sejak pukul 03.00 Wita dini hari.

“Akibatnya, warga Desa Rantau Bakula pun kehilangan akses untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan mereka. Karena jembatan itu akses satu-satunya bagi warga desa yang ingin menuju baik lahan pertanian padi, perkebunan karet, jahe dan kencur milik mereka,” ujarnya kepada linkalimantan.com melalui pesan singkat via WhatsApp, sekitar pukul 00.55 Wita.

Mengingat menjadi akses satu-satunya bagi warga Desa Rantau Bakula untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan mereka, Iday pun berharap agar kondisi jembatan yang rusak tersebut dapat segera dilakukan perbaikan baik oleh aparat desa setempat atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar agar dapat kembali dilintasi.

“Tapi, siapa yang membangunkan jembatan ini saya lupa, apakah dibangunkan oleh pemerintah desa atau kabupaten,” akunya.

Tak hanya sampai disitu, Iday pun memastikan untuk ketinggian air banjir luapan Sungai Riam Kiwa di Desa Rantau Bakula mulai mengalami penurunan, dan yang lebih terdampak saat ini, yakni Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, dan beberapa desa di Kecamatan Pengaron.

“Tapi, untuk akses jalan masih belum bisa dilewati, karena banjir dibeberapa desa di Kecamatan Pengaron bisa bisa sampai 2 hingga 3 hari mulai surut. Jadi, kalau mau keluar kota harus memutar ke jalan hauling menuju Desa Bagak, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin. Kalau jarak tempuhnya sekitar 30 Kilometer, hampir sama saja dengan jarak tempuhnya kalau melalui Pengaron menuju Jalan Ahmad Yani,” pungkasnya.(zainuddin/linkalimantan.com)

Bencana Banjir Kembali Ancam Warga di Pinggiran Sungai

0
DAMPAK: Banjir juga berdampak pada rusaknya infrastruktur jembatan. (link)

BBPD Banjar Serukan Imbauan Waspada dan Jangan Panik

Bencana banjir bagi masyarakat yang berhuni di pinggiran sungai sepertinya sudah menjadi bagian dari siklus waktu. Bila intensitas curah hujan tinggi, air sungai pun meluap hingga masuk ke dalam rumah warga. Bertahan sepanjang bisa bertahan dan mengungsi menjadi pilihan paling menyedihkan yang harus mereka lakukan.

Zainuddin, Martapura

Tercatat pada tahun 2021 lalu Kabupaten Banjar mengalami bencana banjir besar pada awal tahun dan akhir tahun. Pada bencana banjir di awal tahun, ribuan warga terdampak banjir tak bisa lagi bertahan hingga mengharuskan mereka mengungsi ke tempat-tempat aman banjir.

“Pada Januari tahun lalu banjir begitu lekat dalam ingatan. Begitu dalam airnya, hingga rumah warga di kampung kami rata-rata digenangi air lebih dari sepinggang,” ungkap Anang warga Pinggaran Ulu mengenang kejadian tersebut.

Ironis, karena banjir tempo itu bukan hanya berakibat pengungsian, harta benda sebagian besar rusak. Utamanya benda-benda elektronik. Lebih memilukan lagi terendamnya gabah hasil panen yang notabene modal hidup satu musim tanam sekaligus persedian bibit.

Pun demikian, bencana banjir berbulan-bulan lamanya itu membuat masyarakat menyadari pentingnya mempersiapkan secara dini bisa bencana serupa kembali terjadi. Utamanya menyiapkan tempat-tempat yang lebih tinggi agar bisa dimanfaatkan untuk mengamankan harga benda saat banjir melanda.

Benar saja, pada bencana banjir Desember tahun lalu masyarakat terdampak banjir memilih untuk bertahan dengan aman. Yakni dengan membuat tumpuan (ampar-ampar.red) lebih tinggi dari perkiraan air bah yang masuk ke dalam rumah.

Derita sebenarnya bukan hanya dirasakan masyarakat terdampak banjir, pemerintah kabupaten setempat pun dibuat pusing. Itu karena bencana yang diyakini sebagian kelompok masyarakat dampak dari deforestasi lingkungan itu, juga menghancurkan banyak infrastruktur. Utamanya kerusakan parah ruas jalan dan jembatan.

Sebelum banjir besar tahun 2021, sebenarnya Kabupaten Banjar juga mengalami banjir besar pada Juni tahun 2006. Saat itu ribuan warga pun harus melupakan hangatnya kasur di rumah dan dipaksa untuk tidur nyenyak di tempat pengungsian yang tentu saja asing.

Kini ancaman bencana banjir kembali datang. Bahkan dengan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah hulu, sudah  menyebabkan beberapa desa di daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Banjar kembali banjir.

Salah seorang warga Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul yang bermukim tak jauh dari bantaran Sungai Martapura, Ernawati mengatakan, menjelang magrib (sekitar pukul 18.00 Wita) ketinggian air sudah setara bantaran sungai. Setelah pukul 20.00 Wita, pekarangan rumah saya sudah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10 cm,” ujarnya Relasa (12/1/2022).

Sedangkan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar disebutkan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Banjar sejak pukul 03.00 Wita dini hari, menyebabkan beberapa desa di Kecamatan Sungai Pinang terdampak banjir, yakni Desa Belimbing Lama, Belimbing Baru, Rantau Nangka, dan Desa Rantau Bakula dengan ketinggian bervariasi mulai dari 60cm hingga 100cm. Begitupun dua desa di Kecamatan Pengaron, yakni Desa Tunggul Nangka dan Desa Penyiuran.

“Tak ayal, BPBD Kabupaten Banjar langsung mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap kenaikan muka air. Khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kecamatan yang kerap terdampak banjir, yakni Kecamatan Pengaron, Simpang Empat, Mataraman, Astambul, Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, hingga Kecamatan Cintapuri Darussalam,” ujar Leo Khairunnisa, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Banjar. Akibat.

Adapun isi Imbauan tersebut, diantaranya; lokasi titik kumpul evakuasi pengungsian di tingkat kecamatan berada di kantor kecamatan. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, tidak panik dan selalu waspada terhadap bencana, mengevakuasi lebih dulu dokumen penting dan berang berharga ketempat yang lebih aman.***

Persit KCB Cab XLIX Miliki Kantor Sendiri

0

Link, Batulicin – Akhirnya Persatuan Istri Tentara Kodim 1022/Tanah Bumbu memiliki kantor sendiri. Itu setelah pembangunan kantor hasil kerjasama antara Kodim 1022 dengan berbagai pihak, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepemilikan itu sendiri ditandai dengan serimonial peresmian yang dilakukan Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto, M.Si.,M.Tr (Han) didampingi Ketua Persit KCK Cabang XLIX Dim 1022 Ny. Dian Rahmat, Selasa (11/01/2022).

“Alhamdulillah Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLIX Dim 1022 Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarmansudah memiliki kantor sendiri. Alhamdulillah, hari ini kita semua dapat hadir dalam rangka peresmian kantor yang bisa terwujud berkat kerjasama yang baik antara Kodim dengan berbagai pihak, khususnya dengan Pemkab Tanah Bumbu,” ungkap Rahmat Trianto dalam sambutannya.

Dikatakannya, semoga dengan memiliki kantor sendiri, kinerja dari ibu-ibu persit meningkat. Terutama dalam berorganisasi guna mendukung tugas yang diemban para prajurit tentara.

Sementara itu, selain dihadiri perwakilan prajurit beserta anggota Persit Kodim 1022/Tanah Bumbu, tampak hadir Kepala BPKAD Kabupaten Tanah Bumbu, perwakilan tokoh agama (Ustadz Hidayatullah).(wahyu/linkalimantan.com)

Persyaratan Tercukupi Banjarbaru Mulai Gencarkan Vaksinasi Anak

0

Link, Banjarbaru-Setelah persyaratan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun tercukupi, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru tanpa menunda langsung laksanakan vaksinasi anak.

Suntikan perdana pada 10 Januari 2022 kemarin telah sukses menndai awalnya vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Banjarbaru, dan kini Pemko terus Gencarkan vaksinasi.

“Untuk persyaratan agar mendapatkan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun, yaitu capaian vaksinasi harus diatas 70 persen, dan untuk vaksinasi lansia di atas 60 persen. Karena Banjarbaru sudah mencukupi target tersebut, kami langsung laksana vaksinasi anak tersebut. Semakin cepat maka akan semakin baik,” jelas Rizana Mirza, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Selasa (11/01/2022).

Ia pun menyampaikan capaian vaksinasi sampai saat ini sebanyak 82,48 persen dosis pertama, dan 67,92 persen untuk dosis kedua. Sedangkan untuk vaksinasi lansia, Banjarbaru sudah mencapai angka 62,70 persen dosis pertama, dan dosis kedua sebesar 47,64 persen.

Saat ini pun vaksinasi anak usia 6-11 tahun, digelar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Palam, terlihat kegiatan vaksinasi tersebut berjalan lancar. Banyak peserta didik yang ikut berpartisipasi, bahkan orang tuanya pun ikut menyaksikan vaksinasi anak tersebut.

“Hari ini, ada 200 pelajar yang divaksin namun, ini baru simbolis saja. Besok pun masih ada kegiatan vaksinasi,” ungkap Muhammad Firman, Sekretaris Camat Cempaka.

Firman mengatakan, untuk inisiasi dari kegiatan vaksinasi anak di SDN 3 Palam ini adalah Polri. Dan kedepannya pun pihaknya akan terus mendukung kegiatan vaksinasi anak ini. (why/link)

Rapat Banmus DPRD Banjar Nyaris Ricuh

0
RAPAT BANMUS - Sempat memanas, rapat Banmus DPRD Banjar dianggap wajar.

Link, Martapura Ribut-ribut silang pendapat hingga menyulut emosi kemarin tertonton di Gedung DPRD Kabupaten Banjar. Silang pendapat memang biasa terjadi di rumah rakyat, namun menjadi tontonan konyol ketika hal itu berubah menjadi sebuah kericuhan.

Seperti yang terjadi pada saat  Rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang menyusun sejumlah agenda kegiatan DPRD Kabupaten Banjar, Senin (10/1/2022).

Kericuhan hampir terjadi pada saat rapat yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banjar, Ahmad Zaky Hafizie. Dua oknum anggota DPRD berbeda fraksi yang tergabung dalam Banmus terlibat dalam silang pendapat.

Dikonfirmasi terkait kericuhan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, M Rofiqi, mengakui tidak mengetahui secara pasti atas peristiwa tersebut.

“Saya tidak mengetahui secara pasti seperti apa kejadiannya. Cuma, berdasarkan laporan memang ada tensi anggota yang naik saat rapat Banmus berlangsung, tapi itu merupakan hal yang wajar,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Politisi Gerindra ini menegaskan, perlu diketahui juga, konsep negara demokrasi ditandai dengan memindahkan perkelahian di luar masuk ke dalam forum.

“Jadi, selama tidak terjadi baku hantam, menurut saya ini merupakan perdebatan yang sehat. Saya pun tidak mengetahui pembahasan apa yang membuat anggota Banmus naik tensi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, anggota Banmus DPRD Kabupaten Banjar, Gusti Abdurrahman yang akrab disapa Abah Antung, mengungkapkan hal serupa, yakni perbedaan pendapat dalam gelaran rapat merupakan hal yang biasa terjadi.

“Di dalam rapat, mempertahankan argumen masing-masing itu merupakan hal yang biasa. Kalau memang tidak sesuai, meskipun pimpinan sudah menyampaikan, anggota wajib menyampaikan, inilah istilah demokrasi yang jalan,” sebutnya.

Meskipun suasana rapat sempat bersitegang, papar Politisi Golkar ini, namun perbedaan pendapat antar dua anggota dewan tersebut tidak sampai ke hal-hal yang tidak diinginkan.

“Biasalah, kalau suasana rapat ada panas-panasnya, tapi tidak sampai terjadi adu fisik,” pungkasnya.(zainuddin/linkalimantan.com)

Permudah Pelaku UMKM, Diskominfo Banjarbaru Siapkan Aplikasi UMKMJuara.id

0

Link, Banjarbaru-Permudah Pelaku UMKM, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banjarbaru Siapkan Aplikasi UMKMJuara.id.

Memasuki era digitalisasi banyak sektor usaha harus beradaptasi dengan teknologi untuk memasarkan produk mereka. Melihat peluang ini Pemerintah Kota Banjarbaru membuka ruang dengan menyediakan besarnya potensi nilai belanja pengadaan barang dan jasa untuk pelaku UMKM.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru, Iwan Hermawan menyebutkan saat ini sudah ada 6000 pelaku UMKM yang telah bergabung dan memasarkan produk mereka melalui platform UMKMjuaraID.

“Sudah ada di playstore yaitu aplikasi UMKMjuaraID. Jadi tinggal download dan silahkan berbelanja produk unggulan di Kota Banjarbaru. Pemasaran nya juga bisa antar daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, adanya aplikasi tersebut guna mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru dan UMKM dalam menjalankan transaksi secara elektronik atau digital. Utamanya dalam hal paket pengadaan barang dan jasa.

“Bahkan melalui aplikasi ini , pelaku UMKM dimudahkan untuk menjadi penyedia dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah,” katanya.

Menurut pejabat tak banyak bicara ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, maka UMKM berkontribusi sekitar 60% dari produk domestik bruto Indonesia. Akan tetapi selama pandemi covid-19 ini tercatat sebanyak 40% UMKM terancam berhenti beroperasi.

Untuk itu pihaknya melakukan sejumlah terobosan agar para pelaku UMKM dapat tetap berjalan menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

“Intinya, UMKM harus mengikuti sistem teknologi yang disiapkan. Ini penting diikuti guna menangkap peluang yang membantu program pemulihan ekonomi khususnya bagi UMKM itu sendiri,” lanjutnya. (Diba/Link)

Diskominfo Banjarbaru Luncurkan Portal Media Center

0
Diskominfo Banjarbaru Luncurkan Portal Media Center

Link, Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru luncurkan Portal Media Center agar masyarakat mudah mengakses perkembangan pembangunan.

Diera keterbukaan informasi sekarang ini, sudah sepatutnya masyarakat bisa mengikuti perkembangan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Lebih dari itu, bagi sebagian kalangan utamanya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) informasi tersebut sangatlah penting.

Nah, memasuki Tahun 2022 ini Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufty Ariffin pun memerintahkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru, untuk membuat sarana untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses perkembangan pembangunan.

Bak gayung bersambut, Diskominfo Kota Banjarbaru pun meresponnya dengan meluncurkan portal https://mediacenter.banjarbarukota.go.id/. Portal ini menghadirkan informasi kegiatan Pemerintahan Kota Banjarbaru kepada masyarakat sebagai wadah penyebaran informasi kegiatan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kominfo Banjarbaru, Iwan Hermawan menyebutkan jika portal berita MC ini untuk menyebarkan informasi kegiatan Pemerintah Daerah, kegiatan Kepala Daerah dan kegiatan masyarakat.

“Harapannya kegiatan pemerintah kota dapat diakses masyarakat melalui Media Center Kota Banjarbaru. Sehingga Masyarakat mengetahui kegiatan pemerintahan,” ujarnya.

Dari media center ini tambahnya, dibuat narasi tunggal  tentang informasi pembangunan daerah dengan melakukan kegiatan jurnalistik seperti pengumpulan, pengolahan dan penyebarluasan informasi.

Selain informasi tentang pemerintah daerah, pengelola media center juga dapat mengakomodasi aspirasi-aspirasi masyarakat.

Media Center ini  memiliki  wahana diseminasi informasi publik, pertukaran informasi, serta pelayanan informasi dan komunikasi publik.

“Mengenai fungsi media center sebagai pelayanan informasi dan komunikasi publik, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik,” katanya.(diba/link)

Pemko Banjarbaru Laksanakan Vaksinanasi Anak 6-11 Tahun

0
Pemko Banjarbaru Laksanakan Vaksinanasi Anak 6-11 Tahun

Link, Banjarbaru – Capaian persentasi vaksinasi 80 persen lebih, belumlah dirasa cukup. Karena mulai hari ini, Senin, 10 Januari 2022, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufty Ariffin memerintahkan instansi terkait utamanya Dinas Kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah menyuntikkan 500 dosis vaksin khusus untuk anak usia 6-11 tahun. Vaksin pertama dilaksanakan Dinas Kesehatan bersama  Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru di SDN 1 Guntung Paikat, Banjarbaru Utara,” ungkap Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza, kepada Linkalimantan.com, usai vaksinasi tersebut.

Kegiatan serupa jelasnya lebih lanjut, akan terus dilaksanakan setiap hari ke sekolah dasar yang ada di Kota Banjarbaru. targetnya 27.911 anak sekolah dasar akan menerima vaksin covid-19. Untuk pelaksanaannya sendiri, pihaknya mendapat dukungan penuh Forkopimda serta TNI dan Polri yang membagi personelnya kepuskesmas di tiap kecamatan.

“Insya Allah, sebelum akhir Januari adik-adik kita di Banjarbaru sudah mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Rizana meyakinkan wali murid untuk tidak khawatir terkait vaksin yang diberikan, karena selain obat yang sudah mendapat rekomendasi dari BPOM dan MUI, sebelum pemberian vaksin wali murid juga ikut serta mendampingi anak.

 “Apalagi sekarang ini ada varian baru omicron. Dan alhamdulillah terbukti iktiar kita Indonesia tidak seperti negara lain seperti Amerika dan Turki, bahkan yang baru pulang dari Turki juga banyak yang terpapar,” Pungkasnya

Adapun persyaratan yang wajib dipenuhi anak saat akan menerima vaksin yakni, usia diatas 6 tahun, anak yang  mememiliki penyakit  komorbit diberikan atas rekomendasi dari dokter. Selain anak dengan penyakit komorbid, anak yang telah sembuh dari Covid-19 termasuk yang mengalami Long Covid perlu dilakukan vaksinasi Covid-19. Anak yang menderita Covid-19 derajat berat atau MIS-C (Multi System Inflammatory Syndrome in Children), maka pemberian vaksinasi Covid-19 ditunda 3 bulan. Sedangkan bila kondisi anak menderita Covid-19 derajat ringan-sedang, maka vaksin Covid-19 ditunda 1 bulan.

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

BPS Bersama PLN ULP Martapura Bahas Rencana Pelaksanaan Sensus Ekonomi dan Penguatan Integrasi data...

0
Link, Martapura - Dukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan integrasi data lintas sektor, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar dan PLN Unit Layanan...

Perkuat Sinergi Pembangunan Ekonomi, KADIN Lakukan Audiensi dengan Bupati Banjar

0
Link, Martapura - Perkuat sinergi pembangunan ekonomi, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bertempat di...
Bupati Tulungagung

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

0
Link, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030 berinisial GSW sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan...