Beranda blog Halaman 1346

Demo Kejati, LSM KPK APP Kalsel Laporkan Kunker DPRD

0
Demo Kejati, LSM KPK APP Kalsel Laporkan Kunker DPRD

Link, Banjarmasin – Sepertinya saat ini kinerja dewan perwakilan rakyat memang sedang dalam sorotan tajam public. Seluruh tingkatan legislatif, pusat hingga daerah sedang panen protes masyarakat.

Adalah di Banjarmasin yang tersaji hari ini. Puluhan aktivis yang tergabung dalam LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen ( KPK APP ) Kalsel mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel untuk menyampaikan berbagai dugaan penyimpangan kegiatan kalangan legislatif. Utamanya adanya dugaan perjalanan dinas anggota legislative fiktif.

“Perjalanan dinas dan kegiatan yang dibalut dalam pokok pikiran dewan menjadi materi utama yang kami sampaikan melalui orasi. Selain itu ada juga dugaan jual beli proyek dengan modus pokok pikiran (pokir) yang kami sampaikan,” ungkap Aliansyah, Ketua LSM KPK APP Kalsel didampingi tokoh lainnya Udin Palui, kepada Linkalimantan.com usai menggelar aksi demontrasi di halaman Kejati Kalsel, Senin 11 April 2022.

Diungkapkannya, memang saat ini kasus perjalanan dinas di DPRD Kabupaten Banjar dan DPRD Kota Banjarbaru tengah dalam proses hukum.

“Kalau DPRD Kabupaten Banjar itu sedang ditangani Kejati Kalsel. Nah kalau yang di Banjarbaru informasinya masuk keranah Tipikor,”  ungkap Ali yang diamini Udin Palui.

Dibagian lain, kedua tokoh aktivis tersebut kompak mengaku sangat aneh ketika kasus perjalanan dinas selalu saja terjadi. Padahal sudah banyak kasus-kasus serupa dimasa-masa sebelumnya.

“Di Hulu Sungai Selatan lebih parah. Berangkatnya satu hari disulap menjadi tiga hari. Mereka cukup mengganti baju sebanyak tiga kali seolah-seolah mereka berangkat tiga hari.,” ujarnya.

Sedangkan terkait jual beli proyek, Aliansyah menuding jika selama ini kegiatan-kegiatan proyek yang dikemas dalam Pokir seolah-oleh milik masing-masing anggota.

“Proyek yang dikemas dalam pokir itukan sebenarnya dilakukan untuk memenuhi aspirasirakyat yang disampaikan ke anggota legislative yang kemudian dimasukkan dalam kegiatan pembangunan. Pelaksanaannya dilakukan melalui dana aspirasi,” ujarnya.

Dalam dalam pelaksanaanya paparnya lebih jauh, entah karena mereka (legislative, red) yang mengusulkan jadi seolah-olah kegiatan proyek tersebut milik mereka. Dan pada gilirannya dalam pelaksanaan si dewan bisa seenaknya menunjuk pekerjaan dan pelaksananya.(spy)

Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (5)

0
Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (5)

Dengan ‘Tangan Besi’, Tak Peduli Meski Rogoh Kantong Pribadi

Oleh: Tim linkalimantan.com

Berlatar belakang desainer abaya – busana muslim khas Timur Tengah- dengan karya telah menembus pasar internasional, menjadi modal penting Vivi Mar’i Isa Az Zubedi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarbaru membawa produk lokal, utamanya kerajinan tangan (craft) menembus pangsa luar negeri.

Singapura menjadi negara pertama. Di Negeri Singa, istri Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin ini memasarkan produk perajin lokal dalam rupa tas rajut yang diberi brand ‘Bhanjaruu Bags’. Hasilnya, menurut Vivi Zubedi cukup fantastis karena masuk tiga penjualan terbaik dengan hasil penjualan mencapai ratusan juta rupiah.

Runut berikutnya, permintaan ‘Bhanjaruu Bags’ mengalir deras. “Belum lama tadi saya dikontek salah satu penjaringan terbesar di Asia, Net Asia untuk bertemu dan membicarakan kelanjutan kontrak kerjasama terkait produk Banjarbaru. Bayangin, terbuka besar untuk pasar Singapur, semua department store mereka minta itu ‘Bhanjaruu Bags’,” kata Vivi.

Sebuah peluang besar, meski untuk itu Vivi mengaku harus merogoh kocek pribadinya hingga ratusan juta untuk membeli kerajinan dari para perajin. Baru setelah itu barang dia kirim ke Singapura untuk dipasarkan. Karena umumnya, para perajin tidak sabar dan menginginkan cepat dapat uang. “Ada yang saya beli harga Rp30 juta, ada yang Rp70 juta. Dan itu 100 persen menggunakan dana saya pribadi,” ujarnya.

Diawal, Vivi mengaku bisa melakukannya. Tapi selanjutnya, untuk menangkap peluang besar pasar ekspor ia mengaku perlu kerjasama sejumlah pihak, pelaku UMKM itu sendiri juga instansi terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru. Termasuk Kerjasama dalam hal pemahaman alur ekspor barang keluar negeri hingga dilakukannya pembayaran. Karena saat ini, banyak perajin yang belum memahami alur pasar ekspor ke luar negeri.

“Ada proses. Tidak hari ini dijual hari ini juga dibayar. Pembayaran baru dilakukan setelah rampung rekap. Itu juga kalua para perajinnya benar-benar mau produknya terjual hingga luar negeri,” kata Vivi.

Menurutnya, menembus pasar ekspor sebenarnya tak sulit. Dengan catatan, produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas sebagai sebuah produk. Yang menjadi tatangan justru para pelaku UMKM itu sendiri. Dicontohkan Vivi finishing produk. Sebuah produk yang dikirim keluar negeri wajib dilengkapi cara mencuci dan perawatannya. Bagi pelaku UMKM di Banjarbaru itu dianggap tidak perlu. Padahal itu penting dan harus ada.

Karena itu, dirinya sangat selektif terhadap pelaku UMKM dan produk yang dihasilkan. Al hasil, secara kuantitas produk yang bisa dihasilkan dan dikirm ke pasar luar negeri juga masih terbatas. “Yang tidak sesuai standar, tidak akan saya proses. Bergantung pada UMKMnya, mau atau tidak,” kata Vivi.

Dengan pola seperti itu, ia mengakui, bagi sebagian pelaku UMKM dianggap cukup keras, termasuk saat pelatihan-pelatihan demi terpenuhinya standar produk kualitas ekspor. Namun tak ada pilihan lain jika memang produk UMKM Banjarbaru ingin menembus pasar luar negeri.

Keras namun bukan tanpa upaya. Karena dikatakan dia, untuk membina para pelaku UMKM dirinya telah menyiapkan ruang 24 jam via grup WhatApps. Di sana pelaku UMKM dapat berkonsultasi banyak hal seputar pengembangan produk. “Malam-malam ada yang bertanya, kombinasi warna, saya jawab,” pungkasnya. (linkalimantan.com)

Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (4)

0
Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (4)

Gedung Inklusif Dekransda Dijadikan Business Center Semua Produk Lokal

Oleh: Tim linkalimantan.com

Dan agenda besarnya di 2022 ini adalah pembangunan gedung inklusif dekranasda. Gedung itu nantinya akan menjadi wadah memajang berbagai produk pelaku UMKM; kerjainan tangan, makanan dan minuman. Juga tempat pelaksanaan pelatihan.

“Gedung inklusif dekransda ini akan menjadi business center semua produk lokal. Craft, food, beverage. Sistem di dalamnya juga sesuai standar inetrnasional. Direktori juga SPG nya berbahasa Ingris. Termasuk di dalamnya akan dibanguns istem digitalisasi. Yang pasti, akan sangat berbeda dengan dekransda yang ada di Indonesia,” kata Vivi.

Kendati diakuinya, untuk mencapai kata sepakat rencana pembangunan gedung inklusif yang juga pusat bisnis nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu berkali-kali rapat bersasama instansi dan pihak terkait menyampaikan konsepnya.

Memperjuangkannya, Vivi menyebut hingga  kaki di kepala, kepala di kaki. “Susah sekali. Sampai-sampai saya bingung. Dekranasda ini harga diri para perajin. Gimana orang lain bisa menghargai perajin kita kalua kita sendiri tidak menghargainya,” katanya.

Ngotot dekranasda punya gedung baru, menurut perempuan berdarah Arab ini lantaran gedung dekranasda saat ini yang berada di samping Kantor Dinas Perdagangan sangat tak layak pakai untuk menampilkan berbagai produk UMKM. Padahal banyak pihak yang ingin datang untuk melihat dan belajar dari dekransda Kota Banjarbaru.

“Saat menerima tamu dari kementerian dan staf kepresidenan, ditanyakan mana dekranasdanya. Malu. Saya bilang saja kami baru dan sedang melakukan penyesuaian,” kata Vivi.

Untungnya, setelah keras berjuang ada anggaran tambahan untuk dekransda di 2022, termasuk untuk pembanguna gedung. Meski begitu ia menegaskan tak ingin ikut campur pada proses pembangunan. “Saya hanya sebatas pada rencana teknis bangunan gedung, termasuk sarana pendukung di dalamnya yang sesuai standar internasional. Hal-hal lain silakan badan keuangan yang mengaturnya,” pungkas Vivi. (bersambung/linkalimantan.com)

Di Banjarbaru Ada Jalan Bertambal dan Dipenuhi Lubang

0

Jalan Gotong Royong Letaknya Tak Jauh dari Gedung DPRD Banjarbaru

Harus diakui menelusuri ruas jalanan di wilayah Kota Banjarbaru sangatlah nyaman. Mulus dan lebar menjadi salah satu identitas di wilayah ini. Tetapi pernahkan Anda melintasi Jalan Gotong Royong – Jalan Taruna Praja? Cobalah ke sana, Anda akan merasakan sensasi lain saat melintasinya.

Safariyansyah, Sebuah Catatan Jurnalistik

Angka Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Kota Banjarbaru kian meningkat seiring tahun. Sudah sepatutnya peningkatan anggaran tersebut dibarengi dengan banyaknya aktivitas pembangunan yang dilakukan.

Tidak dipungkiri laju pembangunan Kota Banjarbaru begitu signifikan. Berbagai fasilitas umum terus dibangun. Pemeliharaan dan peningkatan jalan, embung, pasar dan kegiatan-kegiatan pembangunan di bidang ekonomi kerakyatan, kesenian ditambah lagi sektor jasa perhubungan tampak sekali hasilnya.

Tentu saja tidak semua kegiatan pembangunan yang direncanakan hasilnya sesuai rencana. Katanya sih yang tidak sesuai-sesuai itu karena ada faktor lain yang mempengaruhinya. Semisal median pembatas antara Lapangan Murjani dan Kantor Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru. kemudian ada juga Jalan Gotong Royong – Jalan Taruna Praja yang konon pernah dimasukkan dalam perencanaan, namun kegiatannya dialihkan ke lokasi lain.

Terlepas dari itu semua, pastinya dari sekian panjang ruas jalan asset Pemko Banjarbaru, Jalan Totong Royong – Jalan Taruna Praja bisa jadi kondisinya yang paling tidak terawat. Dari pantauan wartawan media ini, jalan yang berada di wilayah Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara ini lebih dari 50 lubang menjadi penghias ruas jalan lumayan padat itu.

“Tahun lalu waktu, Lurah Mentaos Pak Rifai bersama-sama warga secara swadaya menambal lubang-lubang yang ada dengan bata press. Tapi sekarang sepertinya pemerintah cuek-cuek aja melihat kondisi jalan di sini,” ujar warga sekitar.

Ungkapan warga tersebut sepertinya tidak salah. Mengingat di ruas jalan yang tak begitu panjang tersebut terlihat banyak susunan batapress yang tak lagi rapi di banyak titik badan jalan. Ironis, upaya itu kini seperti sia-sia karena banyak lubang-lubang baru bermunculan.

“Selain tidak nyaman, keberadaan lubang-lubang diruas jalan itu sangat membahayakan para penggunanya. Lebih-lebih disaat turun hujan atau malam hari,” ujar Ansyari warga Keluarah Mentaos lainnya.

Jalan Gotong Royong – Jalan Taruna Praja memang terbilang pendek. Namun posisinya ada di Kecamatan Banjarbaru Utara yang notabene se wilayah dengan Kantor Walikota dan DPRD Kota Banjarbaru. Lebih ironis lagi salah satu pimpinan DPRD Kota Banjarbaru terpilih dari daerah pemilihan di sini.

Di sisi lain, DPRD Kota Banjarbaru seperti halnya legislative di seluruh Indonesia memiliki “jatah” anggaran untuk digunakan. Konon di Banjarbaru pada Tahun Anggaran 2021 setiap anggota dewan mendapatkan jatah Rp700 Juta dengan balutan dana pokok pikiran (pokir).

“Selain Rp700 juta itu ada lambahan lagi Rp400 juta yang dianggaran melalui anggaran perubahan,” ujar salah seorang pejabat.***

Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (3)

0

Dekonstruksi Total Dekranasda, Gedung Hingga Sistem Konvensional di Dalamnya

Oleh: Tim linkalimantan.com

Via daring pada Selasa, 12 November 2021, Vivi Mar’i Isa Az-Zubedi atau akrab disapa Vivi Zubedi dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarbaru. Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Raudhatul Jannah yang mengambil sumpah jabatan bersama beberapa ketua dekranasda kabupaten/kota lain.

Menjabat Ketua Dekranasda, Vivi Zubedi terperangah. Karena Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di Kota Banjarbaru yang selama ini dikabarkan banyak yang sukses dan maju, nyatanya tak benar. “Itu fiktif, omong kosong,” kata Vivi saat diwawancara ekslusif linkalimantan.com di kediamannya di Jalan Garuda, Banjarbaru awal Januari lalu.

Karena menurutnya, sukses sebuah produk adalah ketika produk tersebut dapat diterima di kalangan luas. Termasuk pasar ekspor luar negeri. Bukan semata produk kerajinan yang dihasilkan menang dalam sebuah perlombaan skala kecil, pemerintah daerah misalnya, atau produk tersebut dibeli dan dipakai sang kepala daerah. “Bagi saya itu bukan sukses,” ujarnya.

Alih-alih membawa para pelaku UMKM maju hingga menembus pasar luar negeri, selama ini pemerintah bahkan tak mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaitan dengan dekransda. Temurun hingga sekarang, dekranasda hanya di bawah naungan Dinas Perdagangan (Disdag). Padahal ada OPD lain yang juga dengan tupoksi sama. Sebut saja Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga.

Apesnya lagi, pola lama yang terus diwariskan di dekranasda adalah dominasi pelaku UMKM yang itu-itu saja. Vivi menyebutkan UMKM yang dijadikan pentolan-pentolan oleh yang berkepentingan di pemerintahan. “Jadi yang tampil selalu 3 L, Lo Lo Lagi,” kata Vivi yang juga seorang desainer pemilik label VZ.

Ia tak ingin seperti itu. Polanya bahkan sudah dilakukan Vivi jauh hari sebelum seremoni pelantikannya sebagai Ketua Dekranasda dilakukan. “Saya gelar workshop dan kompetisi. Bagi pelaku UMKM yang dapat memenuhi rules ditentukan, produk mereka yang dibawa. Dan itu terbuka untuk semula pelaku UMKM di Kota Banjarbaru,” kata Vivi.

Yang juga telah dirombak di Dekranasda Kota Banjarbaru, kata ibu tiga anak ini adalah sistem kepengurusan. Pengurus dekranasda saat ini terdiri dari berbagai unsur; masyarakat, pelaku UMKM, dan dinas. Dengan begitu, akan tercipta transparansi yang mana semua pihak dapat mengaudit dan tidak ada yang ditutupi.

“Di 2022 nantinya juga akan dilaksanakan pelatihan-pelatihan, termasuk pelatihan manajemen keuangan. Karena selama ini, para pelaku UMKM kesulitan dalam mengatur keuangan,” imbuh Vivi yang sebelum menjadi desainer adalah seorang akuntan.(bersambung/linkalimantan.com)

Rela Antre Berjam-jam Demi Minyak Goreng

0
Rela Antre Berjam-jam Demi Minyak Goreng

Link, Banjarbaru – Mahalnya harga minyak goreng kemasan dan curah di pasaran menbuat warga Jalan Rambai Tengah, Kampung Pelangi, Kota Banjarbaru rela antre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng curah, Jumat (8/4/2022) siang.

Operasi pasar minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter ini mengakibatkan panjangnya antrean hingga mencapai kurang lebih 15 Meter. Pantauan di lokasi, masyarakat terlihat mengantre dengan membawa jerigen bahkan ada yang membawa galon.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengatakan, sebelumnya sudah diatur seperti membuat kartu dan jalur untuk antrean minyak goreng curah tersebut.

“Namun nyatanya kita kesulitan mengatur warga yang berebut mendapatkan minyak,” tuturnya.

Basit melanjutkan, ini merupakan kali pertama pihaknya melaksanakan operasi pasar minyak goreng curah, terdapat 8.000 liter minyak goreng curah yang disediakan dan baru sekitar satu jam sejak dibuka pukul 13.30 Wita, sudah ada 1.402 liter terjual.

“Satu jam-an sudah 1.402 liter, kita target hingga jam 4 nanti bisa 4.000 liter,” tuturnya saat ditemui di lokasi operasi pasar.

Seperti diketahui, operasi pasar minyak goreng curah ini digelar selama dua hari yakni hari ini dan besok. Dibuka mulai pukul 13.30 hingga 16.30 Wita.

Minyak goreng curah ini diperuntukkan khusus untuk warga Kota Banjarbaru, dibuktikan dengan KTP. Adapun ketetapannya, untuk rumah tangga maksimal hanya 5 liter per kepala keluarga, dan 10 liter per pelaku UMKM.

Dengan demikan tegas Basid, warga luar Kota Banjarbaru tidak dilayani. “Karena penyelenggaranya kami, usulnya kami, ya khusus warga Banjarbaru. Karena masing – masing daerah juga melaksanakan,” tegas Basid.

Basid menambahkan, ada sedikit kesulitan dalam pelaksanaan operasi pasar minyak goreng curah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan.

“Kalau curah kan kami harus memiliki tempat penampungannya, berbeda dengan yang kemasan. Jadi akan kami evaluasi bagaimana teknisnya. Tapi jika kecamatan di Banjarbaru memiliki penampungannya maka akan segera kami laksanakan,” pungkasnya.

Basid berharap, operasi pasar yang digelar dalam dua hari ini mampu memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat pada bulan ini.

“Kami coba 2 hari ini lalu kita evaluasi, mudah mudahan 8.000 liter ini mencukupi,” tuntasnya.

Sementara itu, salah satu pengantre, Misti yang sudah mendapat minyak goreng curah 10 liter mengaku sangat puas.

“Saya beli 10 liter karena untuk usaha. Lumayan selisih harganya kalau beli kemasan di pasar bisa Rp 50.000 per liter,” tutur Misti.

Misti berharap, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sebagai bentuk memudahkan para pelaku usaha juga ibu rumah tangga yang sangat membutuhkan minyak goreng ditengah mahalnya harga pasaran. (Ita/BBAM)

Ketua Dewan Sarankan Perumda PBB Dibubarkan

0
Ketua Dewan Sarankan Perumda PBB Dibubarkan

Link, Martapura – Keberadaan Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) milik Pemkab Banjar, hingga kini belum memberikan kontribusi yang memadai. Dari tahun ke tahun perusahaan yang dulu berstatus perusahaan daerah tersebut, setoran target PAD-nya selalu jauh dibawah harapan.

Ditenggarai, manajemen pengelolaan yang buruk menjadi penyebab utama mengapa Perum PBB tak kunjung memberikan hasil yang sepadan.

“Ya kalau begini begini saja, saya saran keberadaan Perumda PBB lebih bagus dibubarkan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Banjar HM Rofiqi kepada Linkalimantan.com, Jumat 8 April 2022.

Saran tersebut menurut politisi Partai Gerindra ini bukannya tanpa alasan. Salah satunya adalah tidak berimbangnya antara omzet yang dikelola dengan yang disetorkan ke daerah.

“Tahun ini targetnya hanya Rp250 juta. Jujur saya tidak mengerti bagaimana caranya menghitungnya. Coba anda hitung-hitung, asset yang dikelola Perum PBB itu nilainya sekitar Rp800-an miliar. Bentuknya fisik pasar yang ada di wilayah Kabupaten Banjar yang dibangun menggunakan dana APBD,” paparnya.

Jika kita mau hitung-hitunganya ungkapnya lebih jauh, hampir seluruh isinya pasar itu bisa mendapatkan keuntungan. Bak, lapak, toko dan parkir menjadi komponen utama penghasil pundi-pundi uang.

“Memang kondisi pasar tidak bisa disamaratakan. Tetapi rasanya tidak mungkin jika seperti Pasar Martapura, Pasar Kertak Hanyar atau Pasar Gambut itu tidak memberikan kontribusi yang memadai bagi daerah. Untuk parkir saja misalnya, kita bisa lihat areal parkir lebih banyak penuh terisi ketimbang kosongnya,” katanya.

Dibagian lain, Politisi yang kerap terlihat mengebu-gebu ini mengakui jika untuk mendapatkan sosok manajer yang bagus itu sulit. Apalagi untuk kebutuhan pemenuhan manajemen perusahaan plat merah.

“Bukan rahasia umum lagi jika keberadaan perusahaan daerah itu, fungsinya lebih banyak untuk mengakomodir kebutuhan pimpinan daerah. Terutama untuk kepentingan-kepentingan yang tidak bisa diakomodir melalui lembaga-lembaga pemerintahan yang ada. (spy)

Ngulik Agenda Besar Vivi Zubedi Membawa Produk Lokal Go International (2)

0

Sukses Itu Saat Produk Kita Diterima Kalangan Luar (2)

Oleh: Tim linkalimantan.com

Tahun 2021 dirinya di Dekranasda fokus membangun sumber daya manusia, yang tak lain adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Termasuk di dalamnya, membangun untuk mengubah pola pikir lawas para pelaku usaha lokal.

Paling sederhana, Vivi menyontohkan pemahaman pelaku usaha makna kesuksesan atas sebuah produk yang dihasilkan. Pada pola pikir lama, sukses dan menjadi sebuah pencapaian kala dikunjungi pejabat daerah, produknya dibeli lantas difoto dan diunggah di media sosial. Atau sukses produknya telah ditampilkan pada even-even regional di daerah, dan menjadi juara.

“Tapi bagi saya itu belum arti sebuah kesuksesan. Karena itu dalam banyak kesempatan, saat pelatihan-pelatihan selalu saya sampaikan kepada para ibu-ibu, sukses bukan semata mendapat piala di panggung, atau produknya difoto dishare ke media sosial. Sukses adalah saat produk kita diterima di kalangan luas, termasuk pasar ekspor,” katanya.

Untuk dapat diterima kalangan luas itulah, kata Vivi produk-produk yang dihasilkan memang harus memenuhi standar nasional maupun internasional. Karena itu dibuatkan sebuah buku panduan untuk menghasilkan produk berstandar eskpor. “Semacam Guideline Book,” imbuhnya.

Diakuinya, tak mudah mengubah pola pemikiran lama para pelaku usaha. Pasalnya tak sedikit pelaku usaha yang bandel dan menganggap panduan pada guideline book tak perlu diterapkan. Finishing misalnya. Karena setiap produk yang diekspor ke luar negeri wajib menyertakan panduan cara perawatan produk tersebut. “Untuk dapat bersaing di pasar ekspor, terpenting menjaga standar quality. Tak cukup sekadar quantity. Itu fokus kami di 2021” kata Vivi. (bersambung/linkalimantan.com)

Operasi Pasar Minyak Goreng Digelar Besok

0

Link, Banjarbaru – Operasi Pasar Minyak Goreng Curah 2022 di Jalan Rambai Tengah Kampung Pelangi Banjarbaru, yang mestinya mulai digelar pada Kamis (7/4/2022) hari ini, ditunda ke Jumat (8/4/2022) dan Sabtu (9/4/2022) pukul 13.30 sampai 16.30 Wita.

Penundaan tersebut menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Anshori, lantaran truk pengangkut minyak dari Kotabaru  mengalami penyesuaian pajak yang menyebabkan keterlambatan tiba di Banjarbaru.

“Terkait dengan lambatnya truk karena ada penyesuaian pajak. Jadi truk tidak bisa keluar. Baru tadi malam menjelang subuh baru truk bisa keluar,” tuturnya.

Masih kata Anshori, dalam perjalanan truk pengangkut juga tidak bisa cepat karena kondisi jalan. Yang harusnya paling lambat pukul 14.00 Wita sudah datang, tapi diprediksi sopir pukul 16.00 Wita baru datang. Karena mengingat saat ini bulan Ramadhan, jadi ditunda ke esok hari yakni Jumat dan Sabtu.

“Hal ini diluar kendali kami. Karena mengingat kondisi jalan juga, jadi truk tersebut tidak bisa cepat sampai ke lokasi. Padahal truk pengangkut minyak itu sudah berangkat dari Banjarmasin ke Kotabaru dari tiga hari lalu,” tuturnya.

Adapun, di pasar murah ini rencananya, minyak goreng dijual dengan harga Rp14 ribu per liter. Yang disediakan nantinya sebanyak 8000 liter atau 1 tangki. Dan bakal ditambah 1 tangki lagi jika minat warga masih tinggi.

Terkait informasi ditundanya operasi pasar murah hari ini, kata Anshori, sudah disampaikan ke pihak-pihak terkait juga masyarakat sekitar. Meski demikian, masih banyak saja masyarakat yang belum menerima informasi tersebut, sehingga datang ke lokasi pasar murah.

“Rata-rata yang datang orang jauh seperti dari Landasan Ulin bahkan Martapura. Untuk masyarakat kecamatan sekitar sudah tahu karena diinfokan ke grup mereka,” pungkasnya.

Disampaikannya, informasi terkait operasi pasar ini cepat sekali menyebar. Seharusnya, prioritas adalah warga Kecamatan Banjarbaru Selatan. Sebab selanjutnya akan bergantian ke kecamatan lainnya.

“Tapi kami tidak bisa membatasi warga. Seharusnya dari luar Banjarbaru tidak boleh, tapi kami terpaksa melayani. Ya bagaimana lagi. Tapi tetap kita prioritaskan warga Banjarbaru,” ucapnya.

Diketahui, operasi Pasar Minyak Goreng Curah ini, masyarakat diwajibkan membawa KTP Banjarbaru. Sasarannya adalah untuk 1 kepala keluarga miskin dengan maksimal 5 liter. Dan 1 pelaku usaha mikro dengan maksimal 10 liter.

Anshori menambahkan, untuk meminta masyarakat membawa kartu kendali. Karena yang disebutkannya, dalam kartu kendali lebih jelas tertera keterangan kepala keluarga miskin atau UMKM.

“Tapi kalau tidak ada kartu kendali, KTP boleh asal jujur. Yang paling penting masyarakat diminta untuk membawa jiriken masing-masing karena panitia tidak menyediakannya,” Tutupnya. (Ita/BBAM)

Proyek Penataan Wilayah Sekumpul Dievaluasi

0
Proyek Penataan Wilayah Sekumpul Dievaluasi
Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan Wilayah Sekumpul via daring, Rabu (6/4/2022).

Link, Martapura – Pelaksanaan proyek penataan wilayah Sekumpul terus dilaksanakan. Nah sehubungan hal tersebut, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan Wilayah Sekumpul via daring, Rabu (6/4/2022).

Di Kabupaten Banjar, rakor diikuti sejumlah pihak terkait dan dipimpin Ikwansyah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan di Command Center ‘Manis’ Martapura.

Pada rakor tersebut, Kepala BPPW Kalsel, Darjat Widjunarso meminta dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam revitalisasi kawasan Sekumpul tahun ini. Dukungan itu diantaranya penambahan semak dan pohon di bawah bilah gerbang 1, pembersihan sarana prasarana dan utilitas umum sekitar gerbang serta keamanan material terpasang yang sudah beberapa kali hilang.

Dikatakan Darjat, pihaknya selama ini telah berupaya maksimal dalam progres penataan wilayah Sekumpul. Meski diakuinya ada beberapa kekurangan dan saran yang menjadi catatan untuk dilakukan perbaikan selanjutnya.

”Yang menjadi catatan kami contohnya cat dinding GRC pada gerbang utama terlihat kurang rapi dan potongan sandstain pada tepi pedestrian yang kurang rapi,” ungkapnya.

Atas kekurangan itu, Darjat mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan cat dinding dengan melakukan pengerukan pada bagian yang bergelembung dan mengampelas bagian sambungan yang masih kasar, selanjutnya di cat kembali dengan cat eksterior. ”Sedangkan perbaikan sandstain pedestrian dengan mengganti potongan kecil tersebut dengan mortar serta dicat menyerupai warna sandstain,” ucapnya saat memberikan solusi.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah mengatakan, pemerintah daerah juga telah melakukan identifikasi masalah di lapangan. Seperti lampu penerangan yang belum optimal, kualitas keramik yang rendah, masih terdapat rumput liar, pemasangan baru yang berongga dan kurang rapi.

”Mohon pihak terkait untuk melaksanakan perbaikan segera dan terima kasih sudah melaporkan hal-hal yang bisa menjadi perbaikan kedepannya,” kata Ikhwansyah.(spy)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Kesenjangan Imunisasi

Kesenjangan Imunisasi Masih Tinggi, Daerah Diminta Kejar Target 2026

0
Link, Jakarta - Upaya melindungi anak Indonesia melalui imunisasi masih menghadapi tantangan besar. Hingga 2025, cakupan imunisasi bayi, baduta, dan anak usia sekolah di...
Satgas PKH

Satgas PKH Setor Rp11,42 Triliun, Pemerintah Perkuat Penertiban Kawasan Hutan

0
Link, Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan menyaksikan penyerahan denda administratif dan hasil penyelamatan keuangan negara sebesar Rp11,42...
Sekumpul

Tata Kawasan Sekumpul, Pemkab Banjar Akan Perbaiki Drainase di Kelurahan Sekumpul

0
Link, Martapura - Menindaklanjuti kondisi drainase di Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang tidak berfungsi secara optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum...